Minggu, 27 September 2026
21:49 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Diagram QAPF

Diagram QAPF

500px-Qapf_diagram_plutonic_05.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Diagram QAPF untuk klasifikasi Batuan Plutonik

Diagram QAPF adalah diagram segitiga bolak balik yang digunakan untuk mengklasifikasikan batuan beku berdasarkan komposisi mineralogi. Akronimnya, QAPF, merupakan kependekan dari " Kuarsa, Alkali Feldspar, Plagioklas, dan Feldspathoid (Foid) ", yang merupakan grup-grup mineral yang digunakan untuk klasifikasi dalam Diagram ini. Persentase Q, A, P, dan F dinormalisasi ( dihitung ulang agar totalnya 100%)

Sejarah

Diagram QAPF dibuat oleh International Union of Geological Sciences (IUGS): Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks[1] ditemukan oleh Albert Streckeisen (itulah sebabnya nama lain Diagram ini adalah: Diagram Streckeisen ). Ahli geologi seluruh dunia menerima diagram ini sebagai alat untuk klasifikasi batuan beku, terutama batuan plutonik.

Kegunaan

Diagram QAPF sebagian besar digunakan untuk klasifikasi batuan plutonik ( batuan faneritik), tetapi juga digunakan untuk batuan vulkanik jika komposisi mineral modal telah diketahui. Diagram QAPF tidak digunakan untuk mengklasifikasi batuan piroklastik atau batuan vulkanik jika komposisi mineral modal tidak diketahui, dan sebagai gantinya menggunakan klasifikasi TAS ( Total-Alkali-Silika). TAS juga digunakan jika batuan vulkanik mengandung gelas vulkanik ( seperti obsidian). Diagram QAPF juga tidak digunakan jika mineral mafik yang terkandung dalam komposisi batuan lebih dari 90% (contoh: peridotit dan piroxenit)

Nama batuan yang tepat bisa diberikan jika komposisi mineralogi diketahui, dimana dihitung menggunakan analisis petrografi.

Referensi

  • Streckeisen, A. L., 1974. Classification and Nomenclature of Plutonic Rocks. Recommendations of the IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Geologische Rundschau. Internationale Zeitschrift für Geologie. Stuttgart. Vol.63, p. 773-785.
  • Streckeisen, A. L., 1978. IUGS Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Classification and Nomenclature of Volcanic Rocks, Lamprophyres, Carbonatites and Melilite Rocks. Recommendations and Suggestions. Neues Jahrbuch für Mineralogie, Abhandlungen, Vol. 141, 1-14.
  • Le Maitre,R.W. 2002. Igneous Rocks: A Classification and Glossary of Terms: Recommendations of International Union of Geological Sciences Subcommission on the Systematics of Igneous Rocks. Cambridge University Press, 236pp.

Pranala luar

Footnotes

  1. ↑ See for example the diagram as it appears in Streckeisen, Albert (Juli 1974). "Classification and nomenclature of plutonic rocks recommendations of the IUGS subcommission on the systematics of Igneous Rocks". Geologische Rundschau. 63 (2): 773–786. doi:10.1007/bf01820841.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan