Minggu, 27 September 2026
02:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Batolit

Batolit

250px-Yosemite_20_bg_090404.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Half Dome, yaitu sebuah monolit monzonit kuarsa di Taman Nasional Yosemite dan bagian dari Batolit Sierra Nevada

Batolit adalah sebuah batuan beku yang terbentuk di dalam dapur magma akibat penurunan suhu di dalam gunung api.[1][2] Setiap gunung api memang memiliki dapur magma sendiri-sendiri dan setiap gunung api juga memiliki kondisi lempengan yang berbeda juga.[3] Aktivitas satu gunung api dengan gunung api lainnya tidak berhubungan satu sama lain.[3] Artinya, peningkatan aktivitas pada gunung api itu karena dipengaruhi dapur magma suatu gunung api tersebut.[3] Ketika terjadi letusan gunung api, batolit sangat memengaruhi tinggi rendahnya tekanan pada gunung berapi, semakin dalam letak batolit maka tekanan akan semakin tinggi, akan tetapi ketika letak batoli tidak dalam atau rendah maka tekanan yang dihasilkan oleh gunung berapi juga akan rendah.[4] Volume baloti juga akan memengaruhi besar rendahnya letusan gunung berapi, karena batolit merupakan bagian terpenting pada gunung berapi.[4] Batuan beku ini memiliki bentuk yang tidak beraturan dan juga memiliki ukuran yang cukup besar.[5] Ada juga batuan beku luar yang merupakan batuan dari pembentukan letusan magma, Contoh batuan beku luar adalah: basalt, diorit, andesit, obsidian, scoria, batu apung (pumice).[1]

Rujukan

  1. 1 2 "sifat kimia batuan beku andesit". Diakses tanggal 18 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
  2. ↑ "Ringkasan". Diakses tanggal 18 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
  3. 1 2 3 Prabowo. "Ahli Geologi UGM: Tiap Gunung Api Punya Dapur Magma Sendiri". Okezone.com. Diakses tanggal 18 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]
  4. 1 2 "Vulkanisme". Diakses tanggal 18 Juni 2014.
  5. ↑ "Macam-macam Batuan". Diakses tanggal 18 Juni 2014.[pranala nonaktif permanen]


Ikon rintisan

Artikel bertopik geologi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan