Minggu, 27 September 2026
09:50 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Tambunan

salah satu marga Batak toba

Artikel ini bukan mengenai Purba Tambun Saribu, Tarigan Tambun, Nainggolan Mahulae, atau Tinambunan. Kelimanya merupakan marga yang berbeda.
Untuk kegunaan lain, lihat Tambun (disambiguasi).
Tambun Tambunan
Aksara Batak
Nama marga
  • Tambun
  • Tambunan
Nama/penulisan alternatif
Artitambun + an
(gemuk; besar ;bongsor)
Silsilah
Generasi dari Si Raja Batak
1Si Raja Batak
2Raja Isumbaon
3Tuan Sorimangaraja
4Tuan Sorbadibanua
(Nai Suanon)
5Raja Silahisabungan
6Raja Tambun
(Tambun Raja)
Nama lengkap tokohRaja Tambun
(Tambun Raja)
Nama istriPinta Haomasan Boru Manurung
Nama anak (putra)
  • 1. Tambun Saribu
  • 2. Tambun Mulia
  • 3. Tambun Marbun
Kekerabatan
Induk margaRaja Silahisabungan
KlanSilahisabungan
Marga sekerabat
Turunan
  • Tambun Uluan:
  • 1. Tambun
  • Tambun Holing:
  • 1. Tambunan Pagaraji
  • 2. Daulay
  • 3. Tambunan Sunge
  • 4. Tambunan Baruara
  • 5. Tambunan Lumbanpea
  • 6. Tambunan Lumbangaol
Mataniari binsarManurung
Asal
SukuBatak
Etnis
Daerah asalSibisa, Toba
Persebaran dengan populasi signifikan1. Tambun
  1. Silombu
  2. Pardolok Lumban Lobu
  3. Sinar Sabungan

2. Tambunan

  1. Baruara
  2. Tambunan Sunge
  3. Lumban Gaol
  4. Lumban Pea
  5. Lumban Pea Timur
  1. Sigotom Dolok Nauli
  2. Sigotom Julu
  3. Sigotom Timur
  1. Pantis

Tambun (Surat Batak: ᯖᯔ᯲ᯅᯮᯉ᯲) atau Tambunan (Surat Batak: ᯖᯔ᯲ᯅᯮᯉᯉ᯲) adalah salah satu marga Batak Toba yang berasal dari Sibisa, Toba. Leluhur marga Tambun atau Tambunan adalah Raja Tambun (Tambun Raja), putra bungsu dari Raja Silahisabungan, yang berasal dari Silalahi Nabolak.[1]

Asal

Tambun atau Tambunan merupakan dua marga yang berasal dari garis keturunan Raja Silahisabungan. Dengan kata lain, marga Tambun atau Tambunan merupakan dua marga yang tergabung dalam persatuan Silahisabungan.

Adapun Raja Silahisabungan menikah dengan Pinggan Matio Boru Padang Batanghari dan Similing-iling (Nailing) dan menetap di Silalahi Nabolak. Raja Silahisabungan kemudian memiliki delapan orang putra dan seorang putri yang bernama Deang Namora. Adapun kedelapan putra tersebut antara lain adalah:

  1. Loho Raja
    (Sihaloho), (Haloho), (Kaloko), (Keloko)
  2. Tungkir Raja
    (Situngkir) atau (Situkkir)
  3. Sondi Raja
    (Rumasondi) atau (Rumasingap)
  4. Butar Raja
    (Sinabutar), (Sidabutar), (Nabutar), (Dabutar)
  5. Dabariba Raja
    (Sinabariba) atau (Sidabariba)
  6. Debang Raja (Sidebang)
  7. Batu Raja
    (Pintubatu) atau (Pittubatu)
  8. Raja Tambun/Tambun Raja
    (Tambun) atau (Tambunan)

Dalam sejarahnya, Raja Tambun (Tambun Raja) lahir di Sibisa, kampung dari ibunya Similing-iling (Nailing) dan ompu bao-nya (kakek dari pihak ibu), Raja Mangarerak, anak dari Raja Narasaon. Kemudian setelah ia lahir, ia dibawa oleh Raja Silahisabungan ke Silalahi Nabolak dan dibesarkan di sana. Setelah ia beranjak dewasa, ia kembali ke kampung keluarga pihak ibunya di Sibisa, kemudian ia menikah dan menetap serta berketurunan di Sibisa. Jadi dalam hal ini Raja Tambun (Tambun Raja) merupakan satu-satunya putra dari Raja Silahisabungan yang dilahirkan dari istri kedua dan satu-satunya putra yang bermukim di luar Silalahi Nabolak, sebagaimana bona pasogit (kampung asal) bagi keturunan Raja Silahisabungan.

Raja Tambun (Tambun Raja) menikah dengan Pinta Haomasan Boru Manurung, putri sulung dari Raja Toga Manurung dan bermukim di Sibisa. Adapun Raja Tambun (Tambun Raja) sendiri merupakan menantu dari Toga Manurung bersama dengan Raja Turi (Sianturi). Oleh karena hal ini, keturunan mereka berdua merupakan boru sihabolonan dari marga Manurung. Raja Tambun (Tambun Raja) kemudian memiliki tiga orang putra, yaitu: (1) Tambun Saribu, (2) Tambun Mulia, dan (3) Tambun Marbun.

Tambun Saribu sendiri hingga saat ini belum diketahui secara pasti siapa keturunannya. Adapun Beberapa pihak mengklaim bahwa Tambun Saribu memiliki tiga keturunan, yaitu: (1) Doloksaribu, (2) Sinurat, dan (3) Nadapdap, namun, klaim ini tidak diterima dan ditolak oleh marga Doloksaribu, Sinurat, dan Nadapdap karena dalam tarombo (Silsilah) mereka sendiri, mereka mengaku bahwa mereka merupakan keturunan dari Raja Bungabunga gelar Raja Parmahan Silalahi, keturunan dari Sondi Raja melalui Rumasondi.

Adapun keturunan dari Raja Tambun (Tambun Raja) sekarang dilanjutkan oleh putra keduanya, yaitu Tambun Mulia. Tambun Mulia sendiri menikah dengan Boru Manurung dan memperoleh dua orang putra, yaitu:

  1. Tambun Uluan yang membawa marga Tambun;
  2. Tambun Holing yang membawa marga Tambunan.

Untuk Tambun Marbun, sebagian besar pihak mengklaim bahwa ia pergi ke Tanah Angkola atau ke Tanah Mandailing dan bermukim di sana. Adapun juga beberapa pihak yang mengklaim bahwa ia pergi ke arah Humbang dan berafiliasi dengan marga Marbun.

Tentang Padan:

Marga Tambun/Tambunan tidak memiliki padan (ikrar janji) dengan marga lain, mengenai padan Tampubolon dengan marga Silalahi hanya diperuntukkan bagi marga Silalahi Parmahan saja, sedangkan di Balige marga Tambunan cukup banyak mangalap (memperistri) Boru Tampubolon, (dapat dilihat pada tarombo, beberapa leluhur marga Tambun/Tambunan memperistri Boru Tampubolon dan Silaen). Jadi dalam hal ini Tambun/Tambunan tidak memiliki hubungan ikrar janji dengan Tampubolon ataupun Tampubolon yang menggunakan marga Pohan.

Tarombo/Stambok (Silsilah)

Raja Tambun
(Tambun Raja)

Boru Manurung
Tambun SaribuTambun Mulia
Boru Manurung
Tambun Marbun
Tambun Uluan
(Tambun)

Boru Manurung
Tambun Holing
(Tambunan)

Boru Manurung

Silsilah Tambun Uluan (Tambun)

Tambun Uluan
(Tambun)

Boru Manurung
Raja ItanoRaja SorbadibanuaRaja Itala
Raja Boang
Boru Butarbutar
Raja Mataniari
Boru Manurung
Raja SipingganRaja Jonggolna
Ompu JunambeOmpu UoknaOmpu DomeanOmpu MulanaOmpu PausoanOmpu PandamarOmpu HutaPutumanda

Silsilah Tambun Holing (Tambunan)

Tambun Holing
(Tambunan)

Boru Manurung
Tuan Pagaraji
Boru Tampubolon
Raja Ujung Sunge
Boru Manurung
Datu Tambunan Toba
1. Boru Manurung
2. Boru Manurung
3. Boru Tampubolon Silaen
Raja Sijotang
Boru Manurung
Pagar BurtakPagar MadinginOmpu Panggung
Boru Manurung
Paralo Angin
Boru Manurung
Datu Tandang
Boru Butarbutar
Raja Baruara
Boru Manurung
Datu Gontam
(Lumban Pea)
Boru Manurung
Raja Marsingati
(Lumban Gaol)
Janji Angkola
(Lumban Pea)
Lumban UrukLumban Ganjang
Bursok Mangaraja
Boru Samosir
Mata Sopiak (Daulay)
Boru Hasibuan
(Merantau ke Tapanuli Selatan)
SipirdotSigargajiOmpu Raja Gani
Boru Napitupulu
Ompu Panggur Nibulu
Boru Pasaribu
Raja Sitolu
Boru Manurung
Ompu SombaonAma ni Timbo RajaTuan Manoro
Laksa Bahul
Boru Gultom
Somba IjukOmpu Mual
(Somba Raja)
Boru Siregar
Raja Nabar
Boru Manurung
Ompu PanalasaOmpu Sianggar Baringin
Boru Siagian
Badiaraja
(Sihuting)
1. Boru Manurung
2. Boru Hasibuan
3. Boru Pane
Ompu HumuntalToga Natorop
(Rianiate)
Panaransang
Boru Hutagalung
PardumpangPuramotPundaribosi

Tokoh

Beberapa tokoh yang bermarga Tambun/Tambunan, di antaranya adalah:

Galeri

Referensi

  1. ↑ Vergouwen, J. C. (Jacob Cornelis) (1964). The social organisation and customary law of the Toba-Batak of northern Sumatra. Internet Archive. The Hague, M. Nijhoff.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan