Senin, 21 September 2026
05:30 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Bariogenesis

Dalam kosmologi fisik, bariogenesis adalah istilah umum untuk proses fisik hipotetis yang menghasilkan keadaan asimetri antara barion dan antibarion pada masa alam semesta sangat awal, sehingga menghasilkan jumlah materi residu yang substansial yang membentuk alam semesta saat ini.

Teori-teori bariogenesis (yang paling utama adalah bariogenesis elektrolemah dan bariogenesis GUT) merupakan penerapan beragam sub-disiplin ilmu fisika, seperti teori medan kuantum dan fisika statistik, untuk mendeskripsikan kemungkinan mekanisme-mekanisme tersebut. Perbedaan yang mendasar di antara teori-teori bariogenesis adalah mengenai deskripsi interaksi antara partikel-partikel dasar.

Langkah berikutnya setelah bariogenesis adalah nukleosintesis Big Bang, yang telah jauh lebih baik dipahami, yaitu di mana inti atom cahaya mulai terbentuk.

Persamaan Dirac[1] yang dirumuskan oleh Paul Dirac sekitar 1928 sebagai bagian dari perkembangan mekanika kuantum relativistik, memprediksikan keberadaan antipartikel bersama dengan hasil-hasil akhirnya, yang diharapkan dari partikel yang berkorespondensi dengannya. Sejak saat itu, telah dapat dipastikan secara eksperimen bahwa setiap jenis partikel yang diketahui memiliki antipartikel yang berkaitan dengannya.

Referensi

Artikel ilmiah

  1. P.A.M. Dirac (1928). "The Quantum Theory of the Electron". Proceedings of the Royal Society of London A. 117 (778): 610–624. doi:10.1098/rspa.1928.0023.

Buku teks

Pracetak

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan