Minggu, 20 September 2026
16:41 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Bani Adnan

Bani Adnan

Suku di Semenanjung Arabia

Bani Adnan
بنو عدنان
Cabang kedar dari Bani Ismail
lossy-page1-250px-Adriaan-Reland-Verhandeling-van-de-godsdienst-der-Mahometaanen_MG_0723.tif.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ka'bah pada tahun 1718, yang sebelumnya dikuasai oleh Suku Quraisy dari Bani Adnan di masa pra-Islam
Nisbahal-Adnani (maskulin)
al-Adnaniyyah (feminim)
Lokasi asal leluhurArabia Barat, kawasan Tihamah[1] (Saudi Arabia sekarang)
Diturunkan dariAdnan
AgamaIslam
Arabia pra-Islam: Hanif, agama politeisme Arab
Minoritas: Kristiani (Nestorian), Yahudi, Zoroastrianisme, dan lain-lain

Bani Adnan (bahasa Arab:عدنانيون) adalah kumpulan suku-suku dari Bani Ismail Arab yang merupakan keturunan Ismail, anak dari seorang Rasul, Ibrahim dan istrinya, Siti Hajar, melalui garis keturunan Adnan, yang berasal dari Hijaz. Nenek moyangnya dapat ditelusuri hingga Nuh dan Adam. Muhammad merupakan keturunan Suku Quraisy dari cabang Bani Adnan.[2]

Menurut tradisi orang-orang Arab, Bani Adnan berasal dari Arabia Utara, tidak seperti Suku Qahthan yang berasal dari Arabia Selatan, yang merupakan keturunan Hud.[3]

Tradisi silsilah Arab

Lihat pula: Suku-suku Arab
250px-Adnanites.PNG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Silsilah keluarga yang menggambarkan cabang-cabang Bani Adnan.
250px-Banu_Adnan.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Silsilah keluarga keturunan Bani Adnan.

Menurut tradisi silsilah di Arab, Bani Adnan adalah keturunan dari Adnan yang diturunankan dari Ismail,[4][5][6] sementara Suku Qahthan di Arabia Selatan (Yaman) merupakan suku asli Arab.[7][8]

Historiografi modern

Menurut beberapa sejarawan modern, perbedaan antara kaum Adnan dan Qahtan tidak memiliki bukti dan mungkin telah berkembang dari faksi-faksi selanjutnya selama periode Umayyah.[3]

Bacaan lanjut

Lihat Juga

Referensi

  1. al-Bakri, Abdullah. Mu'jam mā ista'jam. Vol. 1. hlm. 87.
  2. "Family Tree of Muhammad". 26 Desember 2018.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. 1 2 Parolin, Gianluca P. (2009). Citizenship in the Arab World: Kin, Religion and Nation-State. hlm. 30. ISBN 978-9089640451.
  4. Parolin, Gianluca P. (2009). Citizenship in the Arab World: Kin, Religion and Nation-State. hlm. 30. ISBN 978-9089640451. The 'arabicised or arabicising Arabs', on the contrary, are believed to be the descendants of Ishmael through Adnan, but in this case the genealogy does not match the Biblical line exactly. The label "arabized" has came about to use is due to the belief that Ishmael spoke Hebrew until he got to Mecca, where he married a Yemeni woman and learnt Arabic. Both genealogical lines go back to Sem, son of Noah, but only Adnanites can claim Abraham as their ascendant, and the lineage of Mohammed, the Seal of Prophets (khatim al-anbiya'), can therefore be traced back to Abraham. Contemporary historiography unveiled the lack of inner coherence of this genealogical system and demonstrated that it finds insufficient matching evidence; the distinction between Qahtanites and Adnanites is even believed to be a product of the Umayyad Age, when the war of factions (al-niza al-hizbi) was raging in the young Islamic Empire.
  5. Reuven Firestone (1990). Journeys in Holy Lands: The Evolution of the Abraham-Ishmael Legends in Islamic Exegesis. hlm. 72. ISBN 9780791403310.
  6. Göran Larsson (2003). Ibn García's Shuʻūbiyya Letter: Ethnic and Theological Tensions in Medieval al-Andalus. hlm. 170. ISBN 9004127402.
  7. Charles Sanford Terry (1911). A Short History of Europe, from the fall of the Roman empire to the fall of the Eastern empire. Taylor & Francis. ISBN 978-1112467356. Diakses tanggal 4 Februari 2013.{{cite book}}: Ketidakcocokan ISBN / tanggalPemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  8. Luwīs ʻAwaḍ (1987). The Literature of ideas in Egypt, Part 1. Indiana University. hlm. 146. ISBN 978-1555400651. Diakses tanggal 4 Februari 2013.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan