Selasa, 20 Oktober 2026
13:02 WIB
TERKINI
Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Pemprov Lampung Kolaborasi Pemprov Padamkan Kebakaran TPA Bandarjaya, Tol Bakter Terganggu Asap Tebal Bandar Lampung Lampung Agendakan Beragam Rapat Penting, Revitalisasi Stadion Pahoman Jadi Sorotan Utama Lampung Selatan Kulkas Bekas Raib, Tiga Pria di Lampung Selatan Terancam Tujuh Tahun Penjara Hiburan Wendy Red Velvet Bersiap Comeback Solo November 2026, Janjikan Eksplorasi Vokal Hiburan Eiichiro Oda Ambil Jeda Dua Pekan, One Piece Chapter 1197 Tayang November 2026 Lampung Cuaca Lampung 20 Oktober 2026: Cerah Berawan Dominan, Waspada Hujan Lokal Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari
Bahasa Likia

Bahasa Likia

Bagikan:
Bahasa Likia
𐊗𐊕𐊐𐊎𐊆𐊍𐊆 Trm̃mili
250px-Lycian_inscription_at_Xanthos.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obelisk Xanthos dengan tulisan dalam alfabet dan bahasa Likia
Dituturkan diLikia, Likaonia
WilayahAnatolia barat daya
EtnisBangsa Likia
Era500 hingga 200 SM[1]
Tampilkan klasifikasi manual
Tampilkan klasifikasi otomatis
Alfabet Likia
Kode bahasa
ISO 639-3xlc
LINGUIST List
LINGUIST list sudah tidak beroperasi lagi
xlc
Glottologlyci1241
IETFxlc
Informasi penggunaan templat
Status pemertahanan
Terancam
CRSingkatan dari Critically endangered (Terancam Kritis)
SESingkatan dari Severely endangered (Terancam berat)
DESingkatan dari Devinitely endangered (Terancam)
VUSingkatan dari Vulnerable (Rentan)
Aman
NESingkatan dari Not Endangered (Tidak terancam)
ICHEL Red Book: Extinct

Likia diklasifikasikan sebagai bahasa yang telah punah (EX) pada Atlas Bahasa-Bahasa di Dunia yang Terancam Kepunahan

Referensi: [2][3]
20px-Globe_of_letters.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail Portal Bahasa
L •B •PW   
Sunting kotak info  Lihat butir Wikidata  Info templat
Tentang artikel
Pemberitahuan
Templat ini mendeteksi bahwa artikel bahasa ini masih belum dinilai kualitasnya oleh ProyekWiki Bahasa dan ProyekWiki terkait dengan subjek.
Perhatian: untuk penilai, halaman pembicaraan artikel ini telah diisi sehingga penilaian akan berkonflik dengan isi sebelumnya. Harap salin kode dibawah ini sebelum menilai.

{{PW Bahasa|importance=|class=}}

Terjadi [[false positive]]? Silakan laporkan kesalahan ini.

00.38, Selasa, 20 Oktober, 2026 (UTC) • Sebanyak 1.636 artikel belum dinilai
Artikel ini belum dinilai oleh ProyekWiki Bahasa
Cari artikel bahasa
Cari artikel bahasa
 
Cari berdasarkan kode ISO 639 (Uji coba)
 
Kolom pencarian ini hanya didukung oleh beberapa antarmuka
Artikel bahasa sembarang
Halaman bahasa acak
<?>
Artikel ini mengandung uncommon Unicode characters. Tanpa dukungan perenderan yang baik, Anda mungkin akan melihat question marks, boxes, or other symbols, bukan the intended characters.

Bahasa Likia (𐊗𐊕𐊐𐊎𐊆𐊍𐊆 Trm̃mili)[4] adalah bahasa yang pernah dituturkan oleh bangsa Likia yang pernah hidup di Anatolia (tepatnya di daerah Likia) selama Zaman Besi. Sebagian besar prasasti yang ditemukan dibuat pada abad kelima dan keempat sebelum Masehi. Dua ragam bahasa dikenal sebagai bagian dari Likia: Likia umum atau Likia A, dan Likia B atau Milya. Likia punah sekitar awal abad pertama SM, digantikan oleh bahasa Yunani Koine selama Helenisasi oleh Aleksander. Likia memiliki aksaranya sendiri, yang diturunkan dari Alfabet Yunani, tetapi beberapa hurufnya yang diserap dari Karia dan dimodifikasi sesuai pengucapan bahasa Luwia.

Wilayah

Likia merupakan daerah antara Antalya dan Fethiye di Turki selatan, terutama tanjung pegunungan antara Teluk Fethiye dan Teluk Antalya. Lukka, sebagaimana disebutkan dalam sumber-sumber Mesir Kuno, yang menyebutkan mereka di antara Bangsa Laut, mungkin juga mendiami wilayah yang disebut Likaonia, yang terletak di sepanjang tanjung sebelah timur, juga pegunungan, antara kota Antalya modern dan Mersin.

Penemuan dan penguraian

250px-Xanthian_Obelisk_2019.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Obelisk Xanthian, makam Likia yang memuat prasasti dalam bahasa Yunani Kuno, Likia, dan Milyan, menjadi salah satu sumber penting dalam penemuan dan penguraian bahasa Likia.

Sejak akhir abad ke-18 para pelancong Eropa Barat mulai mengunjungi Asia Kecil untuk memperdalam pengenalan mereka dengan dunia Homeros dan Perjanjian Baru. Di barat daya Asia Kecil (Likia), mereka menemukan prasasti dalam aksara yang tidak diketahui. Empat prasasti pertama yang ditemukan, dirilis pada tahun 1820, dan dalam beberapa bulan, orientalis Prancis bernama Antoine-Jean Saint-Martin menggunakan dwibahasa yang menunjukkan nama-nama orang dalam bahasa Yunani dan Likia sebagai kunci untuk mentransliterasi alfabet Likia dan menentukan arti dari beberapa kata.[5] Selama abad berikutnya jumlah teks meningkat, terutama dari tahun 1880-an ketika ekspedisi Austria secara sistematis menyisir wilayah tersebut. Namun, upaya untuk menerjemahkan teks apa pun kecuali teks yang paling sederhana harus tetap bersifat spekulatif, meskipun analisis kombinasi tersebut mengoreksi beberapa perkiraan aspek tata bahasa Likia. Satu-satunya naskah penting dengan padanan bahasa Yunani, yaitu Prasasti Xanthos, hampir tidak membantu karena prasasti Likia ditemukan dalam kondisi rusak parah, dan lebih buruk lagi, padanan Yunaninya tidak mendekati interpretasinya.[6]

Hanya setelah penguraian bahasa Het, oleh Bedřich Hrozný pada tahun 1917, sebuah bahasa diketahui yang terkait erat dengan Likia dan dapat membantu interpretasi etimologis dari kosakata Likia. Perkembangan penguraian bahasa Likia yang drastis ditandai dengan ditemukannya prasasti tribahasa Letoon dalam bahasa Likia, Yunani, dan Aram.[7] Meskipun masih banyak yang belum jelas, kamus Likia telah disusun oleh Craig Melchert[8] dan Günter Neumann.[9]

Perbandingan dengan Milya

Artikel utama: Bahasa Milya

Pada umumnya kosakata pada bahasa Likia mirip dengan Milya, terdapat perbedaannya yang mencolok, seperti imbuhan, tata bahasa, dan bunyi. Milya sepertinya merupakan bahasa yang lebih kuno,[10] karena mempertahankan beberapa karakteristik bahasa Proto-Anatolia, sedangkan Likia menunjukkan tahap yang lebih inovatif. Kemungkinan ada hubungannya dengan prasasti-prasasti Milya: sementara prasasti-prasasti dalam bahasa Likia menjelaskan hal yang lebih umum (militer, pembangunan makam, dan lain-lain), kedua prasasti Milya juga merujuk pada ritual keagamaan, di mana bahasa suci yang lebih kuno mungkin dianggap tepat.

Berikut adalah beberapa perbedaan antara bahasa Likia Umum (Likia) dan Milya (Likia B), dengan contoh (beberapa contoh menunjukkan arti ganda):[11][12]

PenjelasanMilya (Likia B)Likia
Intervokal *-/s/-
dalam Likia berubah menjadi -h-
masa, 'dewa'maha, 'dewa'
enese/i-, 'maternal, ibu-'enehe/i-, 'maternal, ibu-'
esete, 'damai'ahata, 'damai'
tbisu, 'dua kali'kbihu, 'dua kali'
Proto-Anatolia */kw/ menjadi
/k/ dalam Milya, /t/ dalam Likia
ki, 'siapa, apa'ti, 'siapa, apa'
kibe, 'atau'tibe, 'atau'
kere, 'wilayah' (atau 'tentara')tere, τere, 'wilayah' (atau 'tentara')
Proto-Anatolia */du/ menjadi
*/tb/ dalam Milya, /kb/ dalam Likia
tbisu, 'dua kali'kbihu, 'dua kali'
jamak nominativus dan akusativus
in -(i)z dalam Milya
masaiz (jamak nominativus), masãz (?) (jamak akusativus), 'dewa'mãhãi (jamak nominativus), mãhas (akusativus), 'dewa'
tuweiz (jamak nominativus), tuwiz (akusativus),
'persembahan nazar'
tideimi (jamak nominativus), tideimis (akusativus),
'putra, anak-anak'
Etnonim pada -ewñn- dalam Milya,
-eñn- dalam Likia
Xbidewñn(i)-, 'Kaunia, dari Kaunos'Xbideñn(i)-, 'Kaunia, dari Kaunos'
(terkadang:) intervokal */u/
menjadi -b- dalam Milya,
-w- dalam Likia
xñtaba-, 'jabatan raja'xñtawa-, 'jabatan raja'
(terkadang:) a/e ablaut:
/a/ dalam Likia, /e/ dalam Milya
mere, 'law'mara , 'hukum'
esete, 'damai'ahata, 'damai'
(terkadang:) imbuhan awal */s/-
becomes h- dalam Likia,
hilang di Milya
uwedr(i)-, 'semua'huwedr(i)-, 'semua'
Kata penghubung se/sebe, 'dan'sebe, 'dan'se, 'dan'
Milya, tidak seperti Likia,
sepertinya ada fitur kata dasar u-
urtu (tunggal akusativus),
urtuz/urtuwãz (jamak akusativus), 'hebat (?)'
—

Prasasti

330px-Tomb_Payava_south_BM_950.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Payava (Pamfilia) seperti yang tergambar di makamnya. Prasasti Likia berbunyi: “Payava, putra Ed[...], memperoleh [makam ini] di area [pemakaman] suci akropolis(?) A[rttumba]ra (penguasa Likia), ketika Likia melihat(?) S[alas](??) [sebagai gubernur(?)]. Makam ini saya buat, 10 tahun [h]iti (proyek?), melalui ahama Xanthos.” Payava mungkin adalah prajurit di sebelah kanan, menghormati penguasanya Arttumbara dengan karangan bunga salam.[13] 375-360 BC.
250px-Payava_tomb_front_inscription.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Prasasti di depan makam Payava dalam bahasa Likia.

Likia diketahui dari sumber-sumber ini, beberapa di antaranya cukup luas:[14][15]

  • 172 prasasti batu alfabet Likia, dibuat pada akhir abad ke-5 hingga abad ke-4 SM .[16] They include:
    • Obelisk Xanthos. Bagian atas dari sebuah makam di Xanthos, disebut Prasasti Xanthos atau Obelisk Xanthos. Prasasti Likia A tertulis pada sisi selatan, timur, dan sebagian ke arah utara. Sisi utara juga berisi puisi 12 baris dalam bahasa Yunani Kuno dan tulisan tambahan, terutama ditemukan di sisi barat, di Milyan. Milyan hanya muncul di sana dan di sebuah makam di Antifellos. Jumlah total baris pada prasasti adalah 255, termasuk 138 dakam bahasa Likia A, 12 dalam bahasa Yunani, dan 105 dalam bahasa Milyan.
    • Prasasti dwibahasa Letoon, dalam bahasa Likia A, Yunani, dan Aram.
    • 150 instruksi pemakaman diukir di makam batu.
    • 20 prasasti nazar atau dedikasi.
  • Sekitar 100 prasasti pada koin yang dicetak di Xanthos pada masa pemerintahan Kuprili, 485–440 SM, hingga pemerintahan Perikles, 495–429 SM.[17]
  • Nama-nama orang dan tempat dalam bahasa Yunani.

Bahan prasasti dibuat pada 500-330 SM.[18]

Lihat pula

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Likia at MultiTree on the Linguist List
  2. ↑ "UNESCO Interactive Atlas of the World's Languages in Danger" (dalam bahasa bahasa Inggris, Prancis, Spanyol, Rusia, and Tionghoa). UNESCO. 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 29 April 2022. Diakses tanggal 26 Juni 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "UNESCO Atlas of the World's Languages in Danger" (PDF) (dalam bahasa Inggris). UNESCO. 2010. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal 31 Mei 2022. Diakses tanggal 31 Mei 2022.
  4. ↑ Bryce (1986) page 30.
  5. ↑ Saint-Martin (1821). "Observations sur les inscriptions lyciennes découvertes par M. Cockerell". Journal des Savans (Avril): 235–248. Diakses tanggal 2021-04-06. (archived at BnF Gallica).
  6. ↑ Neumann, Günther (1969), "Lydisch". In: Handbuch der Orientalistik, II. Band, 1. und 2. Abschnitt, Lieferung 2, Altkleinasiatische Sprachen, Leiden/Köln: Brill, pp. 358-396: pp. 360-371.
  7. ↑ Laroche, Emmanuel (1979). "L'inscription lycienne". Fouilles de Xanthos. VI: 51-128.
  8. ↑ Melchert, H. Craig (2004). A Dictionary of the Lycian Language. Ann Arbor: Beech Stave.
  9. ↑ Neumann, Günter & Tischler, Johann (2007). Glossar des lykischen. Wiesbaden: Harrassowitz.
  10. ↑ Bryce, Trevor R. (1986). The Lycians. A study of Lycian history and civilisation to the conquest of Alexander the Great. Vol. 1. The Lycians in literary and epigraphic sources. Copenhagen: Museum Tusculanum Press. hlm. 71.: "perhaps an earlier form of [Lycian A]".
  11. ↑ Kloekhorst, Alwin (2013). Ликийский язык (The Lycian language), in: Языки мира: Реликтовые индоевропейские языки Передней и Центральной Азии (Languages of the World: Relict Indo-European languages of Western and Central Asia). Moscow: Москва Academia. hlm. 131-154: p. 152-153. Diakses tanggal 2021-04-21. (in Russian)
  12. ↑ Calin, Didier. "A short English-Lycian/Milyan lexicon". Academia. Diakses tanggal 2021-04-21.
  13. ↑ Schürr, Diether. "Der lykische Dynast Arttumbara und seine Anhänger". Akademie Verlag. Diakses tanggal 2021-04-07. = Klio 94/1 (2012) 18-44.
  14. ↑ Adiego (2007) page 764.
  15. ↑ Bryce (1986) page 42.
  16. ↑ Bryce (1986) page 50.
  17. ↑ Bryce (1986) pages 51–52.
  18. ↑ Bryce (1986) page 54.

Daftar pustaka

  • Adiego, I.J. (2007). "Greek and Lycian". Dalam Christidis, A.F.; Arapopoulou, Maria; Chriti, Maria (ed.). A History of Ancient Greek From the Beginning to Late Antiquity. Diterjemahkan oleh Markham, Chris. Cambridge University Press. ISBN 978-0-521-83307-3.
  • Bryce, Trevor R. (1986). The Lycians in Literary and Epigraphic Sources. The Lycians. Vol. I. Copenhagen: Museum Tusculanum Press. ISBN 87-7289-023-1.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan