Sabtu, 26 September 2026
20:58 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG

Tanah Lukka

Tanah Lukka adalah daerah yang sering disebut dalam naskah Het dari milenium kedua SM. Nama tersebut menunjukkan daerah di Anatolia bagian barat daya. Tanah Lukka tidak pernah sepenuhnya dikuasai oleh Het dan dianggap musuh oleh Het.

Secara umum sejarawan menganggap bahwa Lukka pada Zaman Perunggu memiliki kaitan dengan Lykia pada masa Klasik. Ada kontras antara pendapat maksimalis dan minimalis terkait jangkauan tanah Lukka. Pendapat maksimalis dipegang oleh Trevor Bryce, yang mendiskusikan penyebutkan Lukka dalam naskah Zaman Perunggu.[1]

Dari naskah-naskah ini dapat disimpulkan bahwa Lukka, atau tanah Lukka, merujuk kepada daerah yang terbentang mulai dari ujung barat Pamfilia, hingga Likaonia, Pisidia dan Likia.

Sementara pendapat minimalis dipegang oleh Ilya Yakubovich, yang menyimpulkan berdasarkan bukti tekstual:[2]

Kita memiliki argumen filologi positif mengenai keberadaan pemukiman Lukka Zaman Perunggu di Lykia klasik, namun bukan di tempat lainnya di Asia Kecil atau di luarnya.

Tentara dari tanah Lukka bertempur bersama pasukan Het melawan pasukan Mesir yang dipimpin Firaun Ramesses II dalam Pertempuran Kadesh yang terkenal (sek. 1274 SM). Seabad kemudian, pasukan Lukka berbalik melawan orang Het. Raja Het, Suppiluliuma II, berusaha mengalahkan Lukka tetapi gagal. Pada akhirnya pasukan Lukka ikut membantu meruntuhkan Kekaisaran Het.

Lukka juga diketahui dari naskah Mesir kuno. Orang Lukka disebut sebagai bagian dari Bangsa Laut, yang menyerbu Mesir dan Laut Tengah timur pada abad ke-12 SM.[3]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Trevor Bryce (2005) The Kingdom of the Hittites, p. 54
  2. ↑ Ilya Yakubovich (2010) Sociolinguistics of the Luvian Language, Leiden: Brill, p. 134
  3. ↑ Bryce 2005, p. 336; Yakubovich 2010, p. 134

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan