Kamis, 15 Oktober 2026
21:19 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M

Tanah Lukka

Bagikan:

Tanah Lukka adalah daerah yang sering disebut dalam naskah Het dari milenium kedua SM. Nama tersebut menunjukkan daerah di Anatolia bagian barat daya. Tanah Lukka tidak pernah sepenuhnya dikuasai oleh Het dan dianggap musuh oleh Het.

Secara umum sejarawan menganggap bahwa Lukka pada Zaman Perunggu memiliki kaitan dengan Lykia pada masa Klasik. Ada kontras antara pendapat maksimalis dan minimalis terkait jangkauan tanah Lukka. Pendapat maksimalis dipegang oleh Trevor Bryce, yang mendiskusikan penyebutkan Lukka dalam naskah Zaman Perunggu.[1]

Dari naskah-naskah ini dapat disimpulkan bahwa Lukka, atau tanah Lukka, merujuk kepada daerah yang terbentang mulai dari ujung barat Pamfilia, hingga Likaonia, Pisidia dan Likia.

Sementara pendapat minimalis dipegang oleh Ilya Yakubovich, yang menyimpulkan berdasarkan bukti tekstual:[2]

Kita memiliki argumen filologi positif mengenai keberadaan pemukiman Lukka Zaman Perunggu di Lykia klasik, namun bukan di tempat lainnya di Asia Kecil atau di luarnya.

Tentara dari tanah Lukka bertempur bersama pasukan Het melawan pasukan Mesir yang dipimpin Firaun Ramesses II dalam Pertempuran Kadesh yang terkenal (sek. 1274 SM). Seabad kemudian, pasukan Lukka berbalik melawan orang Het. Raja Het, Suppiluliuma II, berusaha mengalahkan Lukka tetapi gagal. Pada akhirnya pasukan Lukka ikut membantu meruntuhkan Kekaisaran Het.

Lukka juga diketahui dari naskah Mesir kuno. Orang Lukka disebut sebagai bagian dari Bangsa Laut, yang menyerbu Mesir dan Laut Tengah timur pada abad ke-12 SM.[3]

Lihat pula

Catatan kaki

  1. ↑ Trevor Bryce (2005) The Kingdom of the Hittites, p. 54
  2. ↑ Ilya Yakubovich (2010) Sociolinguistics of the Luvian Language, Leiden: Brill, p. 134
  3. ↑ Bryce 2005, p. 336; Yakubovich 2010, p. 134

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan