Minggu, 20 September 2026
17:19 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Baharuddin Arrasuli

Baharuddin Arrasuli

ulama dan politikus Indonesia

Infobox orangBaharuddin Arrasuli
250px-Bahruddin_Rusli%2C_Riwayat_Hidup_Anggota-Anggota_Majelis_Permusyawaratan_Rakyat_Hasil_Pemilihan_Umum_1971%2C_p295.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Suntingan nilai di Wikidata
Biografi
Kelahiran22 November 1914 Suntingan nilai di Wikidata
Candung Suntingan nilai di Wikidata
Kematian2002 Suntingan nilai di Wikidata (87/88 tahun)
Kegiatan
Pekerjaanulama,politikus Suntingan nilai di Wikidata
Keluarga
AyahSulaiman ar-Rasuli Suntingan nilai di Wikidata

Buya H. Baharuddin Arrasuli (1914-2002), kadang ditulis Baharuddin Rusli, adalah ulama Minangkabau, tokoh Persatuan Tarbiyah Islamiyah, dan politikus Indonesia. Ia dikenal sebagai putra Syekh Sulaiman ar-Rasuli dan pengasuh pondok pesantren yang didirikan oleh ayahnya, Madrasah Tarbiyah Islamiyah Canduang.

Riwayat hidup

Latar belakang dan pendidikan

Baharuddin lahir di Candung, Agam pada 22 November 1914 dari pasangan Syekh Sulaiman ar-Rasuli dan Hajah Shafiyah.[1] Ayahnya merupakan ulama besar Kaum Tuo Minangkabau yang mendirikan Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti). Baharuddin belajar agama di beberapa surau seperti Canduang, Parabek, dan Jaho. Di Jaho, ia memperoleh ijazah MTI dari Syekh Muhammad Jamil Jaho pada 1933. Setelah mendapat ijazah, Baharuddin sempat merantau ke Makkah untuk memperdalam ilmu agama.[2]

Pada 1933, Baharuddin menjadi Sekretaris II PB Perpindo (Persatuan Pemuda Islam Indonesia) serta ikut aktif menentang Wilden Scholen Ordonantie. Pada 1944, Baharuddin menjadi Ketua Perpustakaan Perti di Bukittinggi sembari berkhidmat di MTI Candung. Pada 1945-1947 ia menjadi kepala MTI Batu Kambing. Ketika kesehatan Syekh Sulaiman mulai menurun, Buya Baharuddin ditetapkan menjadi pengasuh MTI Canduang pada 1965-1971.[2] Kepemimpinan MTI selanjutnya diserahkan kepada adiknya, Buya H. Syahruddin Arrasuli, mengingat ia harus pergi ke Jakarta karena terpilih sebagai anggota DPR.[3]

Selain menjadi guru di MTI, Buya Baharuddin mengajar bahasa Arab di Fakultas Adab IAIN Imam Bonjol di Payakumbuh sejak 1967.[2]

Organisasi dan politik

Baharuddin sudah aktif di Perti sejak awal pendirian organisasi tersebut. Ketika masih menjadi murid MTI pada 1932, ia menggerakkan Persatuan Murid Tarbiyah Islamiyah (PMTI) dan Persatuan Pemuda Islam Indonesia (PERPINDO) untuk menentang Ordonansi Sekolah Liar yang diusung oleh pemerintah Hindia Belanda. Beberapa jabatan pernah dipegang Baharuddin, seperti sekretaris jenderal dan anggota dewan penasihat.[2]

Pada masa peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru, terjadi friksi di dalam tubuh Perti antara kubu Buya H. Rusli Abdul Wahid dan Buya H. Rusli Halil dengan kubu Buya H. Sirajuddin Abbas dan Buya H. Baharuddin ar-Rasuli. Kubu terakhir merapat ke Golkar dan dikenal dengan sebutan Tarbiyah. Pada Musyawarah Besar Tarbiyah di Bukittinggi tanggal 2-4 Juli 1970, Buya Baharuddin terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Tarbiyah.[4] Ia kemudian terpilih sebagai anggota DPR RI dari fraksi Golkar pada 1971-1977.[5]

Catatan kaki

Rujukan

  1. Rusli 1978, hlm. 59-60.
  2. 1 2 3 4 Lembaga Pemilihan Umum 1972, hlm. 295.
  3. Musthapa, Miftahun (Februari 2015). "Buya Syahruddin ar-Rasuli". Justic.
  4. Koto 2012, hlm. 54-55.
  5. Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 107/M Tahun 1971 tertanggal 13 Oktober 1971.

Daftar pustaka

  • Koto, Alaidin (2012). Persatuan Tarbiyah Islamiyah: Sejarah, Paham Keagamaan, dan Pemikiran Politik 1945-1970. Jakarta: Rajawali Pers. ISBN 978-602-425-230-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Lembaga Pemilihan Umum (1972). Riwayat Hidup Anggota-Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Hasil Pemilihan Umum 1971. Jakarta.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Rusli, Baharuddin (1978). Ayah Kita. Bukittinggi.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Lokasi tanpa penerbit (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan