Minggu, 20 September 2026
22:51 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Astrosit

Astrosit

Astrosit
330px-Astrocyte5.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sel astrosit dari otak mencit ditumbuhkan pada kultur jaringan dan pewarnaan dengan antibodi terhadap GFAP (merah) dan vimentin (hijau). Kedua protein terdapat dalam jumlah yang besar pada filamen intermediat sel ini, sehingga sel tampak kuning. Material biru menunjukkan DNA yang divisualisasikan dengan pewarna DAPI, dan memperlihatkan nukleus astrosit dan sel lainnya. Gambar diambil dari EnCor Biotechnology Inc.
Rincian
LokasiOtak dan sumsum tulang belakang
Pengidentifikasi
Bahasa LatinAstrocytus
MeSHD001253
NeuroLex IDsao1394521419
THH2.00.06.2.00002, H2.00.06.2.01008
FMA54537
Daftar istilah mikroanatomi
330px-The_Galaxy_Within.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Astrosit (hijau) dalam hubungannya dengan neuron (merah) pada kultur sel korteks mencit
330px-Human_astrocyte.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Astrosit pada kultur otak janin manusia berusia 23 minggu

Astrosit (bahasa Inggris:astrocyte, astroglia) adalah sejenis sel glia dengan populasi sekitar 5 kali lebih banyak daripada neuron.[1]

Sejak akhir abad ke-sembilan belas, astrosit diklasifikasi berdasarkan perbedaan morfologi dan lokasi anatomi menjadi dua subtipe, yaitu astrosit protoplasmik dan astrosit fibrosa. Jenis protoplasmik ditemukan pada seluruh bagian korteks otak besar, sedangkan jenis fibrous ditemukan pada bagian ganglia dasar.

Astrosit merespons seluruh stimulasi terhadap sistem saraf pusat melalui suatu proses yang disebut astrogliosis reaktif.

Referensi

  1. (Inggris) "Astrocytes: biology and pathology". Department of Neurobiology, David Geffen School of Medicine, University of California, Division of Neuropathology, Department of Pathology and Laboratory Medicine, Department of Neurology, David Geffen School of Medicine, University of California; Michael V. Sofroniew dan Harry V. Vinters. Diakses tanggal 30 Juli 2011.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Astrocytes.


Ikon rintisan

Artikel bertopik anatomi ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan