Minggu, 01 November 2026
11:49 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Asdang Dejavudh

Asdang Dejavudh

Bagikan:
Asdang Dejavudh
Pangeran Nakhon Ratchasima
250px-Prince_Asdang_Dejavudh_of_Siam.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Direktur Jenderal Angkatan Laut Kerajaan Siam
Masa jabatan
1 Juli 1923 –31 Maret 1924
PendahuluAbhakara Kiartivongse (sebagai Menteri)
PenggantiVudhijaya Chalermlabh (sebagai Menteri)
Lahir(1889-05-12)12 Mei 1889
Bangkok, Siam
Meninggal9 Februari 1925(1925-02-09) (umur 35)
Bangkok, Siam
AyahChulalongkorn (Rama V)
IbuSaovabha Phongsri
PasanganPaew Suddhiburana
WangsaDinasti Chakri

Asdang Dejavudh, Pangeran Nakhon Ratchasima (Thai: อัษฎางค์เดชาวุธ; RTGS: Atsadang Dechawut, 12 Mei 1889 – 9 Februari 1925) adalah putra dari Raja Chulalongkorn dan Ratu Saovabha Phongsri dari Siam. Ia memiliki nama panggilan Eiad-lek atau Pangeran Eiad-lek (Thai: เอียดเล็ก) dan lebih dikenal di lingkungan istana dengan sebutan "Thunkramom Eiad-lek".

Kehidupan awal dan pendidikan

250px-Young_Prince_Asdang_Dejavudh.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Asdang Dejavudh saat masih anak-anak pada dekade 1890-an

Pangeran Asdang Dejavudh lahir pada tanggal 12 Mei 1889 dari pasangan Raja Chulalongkorn dan Ratu Saovabha Phongsri. Ketika sang pangeran menginjak usia tiga tahun pada tahun 1891, ia mulai mengidap suatu penyakit yang menurut tim dokter tidak akan bisa sembuh jika ia terus menetap di Bangkok. Oleh karena itu, Raja Chulalongkorn memutuskan untuk membawa Asdang Dejavudh ke Pulau Ko Sichang yang berada di lepas pantai Provinsi Chonburi modern. Sebelumnya, Raja Chulalongkorn juga pernah membawa putranya yang lain, Pangeran Vajiravudh, ke pulau ini saat berusia tujuh tahun untuk memulihkan diri dari penyakit berbeda.[1] Asdang Dejavudh menghabiskan waktu beberapa bulan di Ko Sichang hingga kondisinya benar-benar pulih.[2] Sebagai bentuk rasa syukur atas kesembuhan putranya, Raja Chulalongkorn membangun Jembatan Asdang di dekat kompleks Istana Phra Chuthathut yang terletak di pulau tersebut.[3] Upacara peresmian jembatan oleh pihak kerajaan diadakan pada tanggal 23 Agustus 1891, setelah proses pembangunannya dimulai sejak 10 Agustus.[4]

Pada tanggal 5 Juli 1903 saat genap berusia 14 tahun, Asdang Dejavudh menjalani penahbisan untuk masuk ke dunia kebhikkhuan. Pada tahun 1905, ia dikirim ke Inggris untuk menempuh pendidikan bersama saudara kandungnya, Chudadhuj Dharadilok, serta saudara tirinya, Mahidol Adulyadej. Namun, Asdang Dejavudh tidak menetap lama di Inggris dan kemudian pindah ke Singapura untuk melanjutkan studinya. Ia kembali ke Siam pada tahun 1908 dan masuk ke Akademi Militer Siam.[5]

250px-Phra_Chuthathut_Palace_%28II%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Jembatan Asdang di Ko Sichang pada tahun 2018

Sebagai Pewaris Takhta

Menyusul wafatnya sang kakak, Pangeran Chakrabongse Bhuvanath pada tahun 1920, ia otomatis menjadi pewaris perkiraan bagi kakaknya yang sedang bertakhta, Raja Vajiravudh. Meski demikian, Asdang Dejavudh tidak pernah sempat naik takhta menjadi Raja Thailand karena ia mengembuskan napas terakhirnya pada tanggal 9 Februari 1925 akibat penyakit ginjal. Ia wafat 9 bulan dan 17 hari sebelum Raja Vajiravudh mangkat, sehingga posisi pewaris takhta selanjutnya beralih kepada adik bungsu mereka, Prajadhipok.[5][6]

Monogram dan Lambang Kebesaran

  • Monogram dari Pangeran Asdang Dejavudh
    Monogram dari Pangeran Asdang Dejavudh
  • Lambang kebesaran Pangeran Asdang Dejavudh
    Lambang kebesaran Pangeran Asdang Dejavudh
  • Perisai (desain varian)
    Perisai (desain varian)
  • Lambang pribadi
    Lambang pribadi

Tanda Kehormatan Kerajaan

Silsilah

Silsilah dari Asdang Dejavudh
8. (=12.) Raja Buddha Loetla Naphalai, Rama II dari Rattanakosin
4. (=6.) Raja Mongkut, Rama IV dari Siam
9. (=13.) Putri Bunrot dari Rattanakosin
2. Raja Chulalongkorn, Rama V dari Siam
10. Pangeran Siriwongse, Pangeran Matyabidhak
5. Putri Ramphoei Sirivongse
11. Noi
1. Pangeran Asdang Dejavudh, Pangeran Nakhon Ratchasima
12. (=8.) Raja Buddha Loetla Naphalai, Rama II dari Rattanakosin
6. (=4.) Raja Mongkut, Rama IV dari Siam
13. (=9.) Putri Bunrot dari Rattanakosin
3. Putri Saovabha Phongsri dari Siam
14. Taeng Sucharitakul, Luang Asasamdaeng
7. Piam Sucharitakul
15. Nak, Thao Sucharitthamrong

Referensi

  1. ↑ "Place of peace and tranquility". Bangkok Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-18.
  2. ↑ Ian (2023-08-13). "Koh Si Chang Guide - Updated February 2024". Koh Chang Island Guide For Independent Travellers (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-18.
  3. ↑ "Unwind at Koh Si Chang this weekend". Bangkok Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-18.
  4. ↑ "Royal Retreat". Bangkok Post (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-02-18.
  5. 1 2 "Prince Asdang Dejavudh". soravij.com. Diakses tanggal 2024-02-18.
  6. ↑ "Photographic reminiscences". Unesco. 5 Februari 2024. Diakses tanggal 18 Februari 2024.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Generasi diurutkan sejak Dinasti Chakri berdiri tahun 1782
Rama I
Anak laki-laki
Cucu laki-laki
Saudara laki-laki
Keponakan laki-laki
120px-Standard_of_the_Princes_of_Siam.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

120px-Male_Royalty%27s_Standard_of_Thailand.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rama II
Anak laki-laki
Cucu laki-laki
Cicit laki-laki
Cicit buyut laki-laki
Rama III
Cucu laki-laki
Rama IV
Anak laki-laki
Cucu laki-laki
Cicit laki-laki
Rama V
Anak laki-laki
Cucu laki-laki
Cicit laki-laki
Rama VI
  • Tidak memiliki anak laki-laki
Rama VII
  • Tanpa keturunan
Rama VIII
  • Tanpa keturunan
Rama IX
Anak laki-laki
Rama X
Anak laki-laki
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan