Kamis, 29 Oktober 2026
15:22 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Seni Berperang

Seni Berperang

risalah militer Tionghoa kuno

Bagikan:
Seni Berperang
250px-Bamboo_book_-_closed_-_UCR.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PengarangSun Zi
NegaraTiongkok
BahasaTionghoa Klasik
SubjekSeni militer
Tanggal terbit
Abad ke-5 SM
Seni Berperang
Hanzi tradisional: 孫子兵法
Hanzi sederhana: 孙子兵法
Makna harfiah: "Metode Militer Filsuf Sun"
Alih aksara
Mandarin
- Hanyu Pinyin: Sūnzǐ bīngfǎ
- Wade-Giles: Sun1-tzŭ3 ping1-fa3
Yue (Kantonis)
- Romanisasi Yale: Syūnjí bīngfaat
- Jyutping: Syun1-zi2 bing1-faat3
250px-Bamboo_book_-_binding_-_UCR.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seni Berperang Sun Zi yang terbuat dari bambu.

Seni Berperang (Hanzi:孫子兵法; harfiah: 'Metode Militer Filsuf Sun') adalah buku falsafah militer yang kemungkinan ditulis pada abad ke-6 SM oleh Sun Zi. Terdiri dari 13 bab di mana setiap bagian membahas strategi dan berbagai metode berperang. Karya ini merupakan karya tulis militer Tiongkok yang paling dihormati dan paling terkenal di luar Tiongkok.[1] Tidak diketahui siapa yang menulis buku ini, hingga kini masih diperdebatkan oleh para pakar sejarah. Beberapa ahli berpendapat bahwa Sun Zi bukanlah nama asli penulis buku ini, melainkan julukan yang diberikan orang kepada penulis tersebut. Sebab, kata "Zi" pada nama Sun Zi sebenarnya digunakan untuk mengacu pada seorang filsuf sehingga Sun Zi diartikan sebagai "Filsuf Sun".[1]

Buku ini juga menjadi salah satu buku strategi militer tertua di dunia dan banyak memberikan pengaruh dalam perencanaan strategi militer baik dunia Timur maupun Barat, taktik bisnis, dan banyak lagi. Buku yang ditulis sekitar tahun 400 SM—320 SM ini pertama kali diperkenalkan di Jepang pada 716—735 M. Sementara itu, di Eropa, buku ini diperkenalkan oleh Jesuit Jean Joseph Marie pada 1772, yang menerjemahkannya ke dalam bahasa Prancis. Kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris oleh Kapten Everard Ferguson Calthrop pada tahun 1905, seorang kapten dari Britania. Pemimpin yang beragam seperti Mao Zedong, jendral Vo Nguyen Giap, Baron Antoine-Henri Jomini, jendral Douglas MacArthur, Napoleon, dan anggota tertentu dari komando tinggi Jerman Nazi mengaku terinspirasi oleh buku ini.

Referensi

  1. 1 2 Wee, Chow-Hou. 2006. Sun Zi Art of War. Jakarta: BIP.

Pranala luar

Ikon rintisan

Artikel bertopik buku ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan