Minggu, 27 September 2026
11:06 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Arghun

Arghun

Untuk gubernur pra-Mongol Hulagu di Persia pada pertengahan abad ke-13, lihat Arghun Aqa. Untuk desa di Iran, lihat Arghun, Iran. Untuk kota di Afghanistan, lihat Urgun.
Arghun
ᠠᠷᠭᠤᠨ
Khan
250px-AbaqaOnHorseArghunStandingGhazanAsAChild.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Sebuah lukisan yang menggambarkan Arghun (berdiri, menggendong putranya Ghazan) di bawah payung kerajaan. Di sebelahnya adalah ayahnya Abaqa duduk di atas kuda.
Berkuasa1284–7 Maret 1291
PendahuluTekuder
PenerusGaykhatu
AyahAbaqa
PasanganQuthluq Khatun
Uruk Khatun
Todai Khatun
Saljuk Khatun
Bulughan Khatun
Qutai Khatun
Bulughan Khatun
Qultak Agachi
Argana Aghachi
Oljatai Khatun
KeturunanGhazan
Öljaitü
AgamaBuddhisme; dibaptis saat lahir sebagai orang Kristen

Arghun Khan alias Argon (Kiril Mongolia: Аргун хан ; berkuasa 1258- 7 Maret 1291[1]) adalah penguasa keempat dari Ilkhanat Kekaisaran Mongol, dari tahun 1284 hingga 1291. Dia adalah putra Abaqa Khan, dan seperti ayahnya, adalah seorang Buddhis yang taat (meskipun pro-Kristen). Dia dikenal karena mengirim beberapa perutusan ke Eropa dalam upaya yang gagal untuk membentuk persekutuan Franka-Mongol melawan Muslim di Tanah Suci. Arghun juga yang meminta pengantin baru dari paman buyutnya Kubilai Khan. Misi untuk mengantar Kökötchin muda melintasi Asia kepada Arghun dilaporkan dilakukan oleh Marco Polo. Arghun meninggal sebelum Kökötchin tiba, sehingga dia malah menikah dengan putra Arghun, Ghazan.

Biografi

250px-Arghun_et_Teg%C3%BCder.jpeg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Arghun dan Tekuder

Arghun lahir dari Abaqa Khan dan ibunya seorang putri Kristen, Haimash Khatun. Arghun sendiri memiliki banyak istri, dan ibu mertuanya Bulughan Khatun membesarkan dua putra Arghun, Ghazan (yang ibu kandungnya adalah Qutlugh) dan Öljeitü (yang ibu kandungnya adalah Uruk Khatun[2]), keduanya kemudian menggantikannya dan akhirnya masuk agama Islam. Arghun telah membawa Öljeitü dibaptis sebagai seorang Kristen saat lahir, dan memberinya nama Nikolya "Nicholas" sesuai nama Paus Nikolas IV.[3] Menurut misionaris Dominikan Ricoldo dari Montecroce, dia adalah "orang yang diserahkan kepada kejahatan terburuk, tetapi dari semua itu adalah teman orang Kristen".[4]

Salah satu saudara perempuan Arghun, Oljath, menikah dengan Raja Georgia Vakhtang II.[5]

Arghun adalah seorang Buddhis, tetapi seperti halnya kebanyakan orang Turko-Mongol, dia menunjukkan toleransi yang besar terhadap semua agama, bahkan memperkenankan umat Islam diadili di bawah Syariat Islam. Wazir agung dan menteri keuangannya, Sa'ad al-Dawla, adalah seorang Yahudi. Sa'ad efektif dalam memulihkan ketertiban pada pemerintahan Ilkhanat, sebagian dengan agresif mengecam penyalahgunaan para pemimpin militer Mongol.[6]

Genealogi

Catatan

  1. ↑ Grousset, René (1970). The Empire of the Steppes: A History of Central Asia (dalam bahasa Inggris). Rutgers University Press. hlm. 376. ISBN 9780813513041.
  2. ↑ Ryan, James D. (November 1998). "Christian wives of Mongol khans: Tartar queens and missionary expectations in Asia". Journal of the Royal Asiatic Society. 8 (9): 411–421. doi:10.1017/s1356186300010506.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Arghun had one of his sons baptized, Khordabandah, the future Oljaitu, and in the Pope's honor, went as far as giving him the name Nicholas", Histoire de l'Empire Mongol, Jean-Paul Roux, p.408
  4. ↑ Jackson, p.176
  5. ↑ Grousset, p.846
  6. ↑ Mantran, Robert (Fossier, Robert, ed.) "A Turkish or Mongolian Islam" in The Cambridge Illustrated History of the Middle Ages: 1250-1520, p. 298

Referensi

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Tekuder
Ilkhanat
1284– 7 Maret 1291
Diteruskan oleh:
Gaykhatu
Kekaisaran Mongol (1206–1368)
Terminologi
Gelar
  • Politik
  • Militer
  • Politik
  • Organisasi
  • Kehidupan
Topik
Kekhanan
Kota-kota utama
  • Kampanye
  • Pertempuran
Asia
Tengah
Timur
Tenggara
Selatan
Eropa
Timur Tengah
Perang saudara
Tokoh
Khan Agung
Khan
Militer
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan