Kamis, 24 September 2026
20:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum
Lembang (tumbuhan)

Lembang (tumbuhan)

Ampet
250px-Typh_angus_081006-3400_jtg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Ampet, Typha angustifolia
dari Wotgalih, Yosowilangun, Lumajang
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Plantae
Klad: Tracheophyta
Klad: Angiospermae
Klad: Monocots
Klad: Commelinids
Ordo: Poales
Famili: Typhaceae
Genus: Typha
Spesies:
T. angustifolia
Nama binomial
Typha angustifolia
Sinonim[2][3]
  • Massula angustifolia (L.) Dulac
  • Typha angustifolia subsp. javanica (Schnizl. ex Rohrb.) Graebn.
  • Typha domingensis Pers.
  • Typha elatior Boenn.
  • Typha foveolata Pobed.
  • Typha glauca Seg.-Vianna (Nama tidak sah)
  • Typha gracilis Rchb. (Nama tidak sah)
  • Typha media C.C.Gmel.
  • Typha minor Curtis
  • Typha pontica Klok. fil. & A. Krasnova
Untuk pengertian yang lain, lihat Lembang (disambiguasi).

Lembang, ampet, atau embet (Typha angustifolia L.) adalah sejenis tumbuhan serupa rumput besar yang menghuni rawa-rawa, terutama dekat pantai tetapi juga di pegunungan. Ia dikenal dengan nama-nama daerah seperti lèmbang (Btw.); wawalingian, asiwung raja mantri (Sd.); embĕt (Jw.); ampĕt (Md.); takténas (Tim.).[4] Dalam bahasa Inggris, tumbuhan ini disebut lesser bulrush, narrowleaf cattail, atau lesser reedmace. Dalam bahasa Aceh, disebut bak dah atau sering disebut batang obor.

Pengenalan

250px-Typha_angustifolia_nf.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Pelat botani

Tumbuhan rawa serupa rumput yang menahun, tegak, kekar, tinggi 1,5-3 m, dengan batang membulat. Daun bentuk garis, agak meruncing, 8-22 cm × 6-16 mm, terbagi dalam banyak ruang dan tumbuh dalam seludang.[5] Perbungaan tersusun dalam rupa bulir berbentuk cerutu; bunga-bunga jantan terkumpul di bagian ujung sepanjang 15–30 cm, dan bunga-bunga betina mengelompok serupa cerutu yang lebih pendek, dipisahkan oleh tangkai yang telanjang sepanjang 0,5–12 cm. Di antara bunga-bunga itu terdapat rambut-rambut panjang seperti wol.[6] Bunganya yang jantan sama panjangnya dengan bunga betina, tapi lebih kurus dan ramping. Adapun akarnya, ada pada sisi dasar daun. Ia berbentuk rimpang yang rebah. Panjangnya 70 cm dengan diameter 2 cm. Perbanyakan dilakukan dengan rimpang, atau rumpunnya. Di alam liar, bijinya diterbangkan oleh angin, sehingga membentuk tanaman baru.[5]

Ekologi dan sebaran

Tanaman lembang banyak ditemui di Bawean, Madura, dan Karimunjawa, tetapi sayang tanaman ini tak begitu dikenali.[7] Umumnya lembang tumbuh di paya-paya dataran rendah dan di perairan payau; tetapi didapati pula di rawa-rawa pegunungan hingga ketinggian 1.725 m dpl. Di belakang pantai, lembang kerap berasosiasi dengan vegetasi mangrove. Umum dijumpai, tetapi sering melimpah secara lokal saja. Tanaman ini acapkali suka menggerombol.[6]

Marga Typha, tidak terkecuali lembang, menyebar di kawasan tropika, ke utara hingga lingkar kutub dan ke selatan hingga sekitar 35°LS. Di Asia Tenggara, embet tercatat dari Burma, Thailand, Vietnam, Kamboja, Malaysia, Singapura, Brunei, Indonesia, Timor Timur dan Papua Nugini. Di Indonesia didapati di pulau-pulau Sumatra, Jawa, Karimunjawa, Bawean, Madura, Kangean dan Papua.[6]

Manfaat

250px-Typh_angus_081006-3395_jtg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumbuh di rawa bercampur dengan eceng gondok

Tangkai-tangkainya, di Pekalongan, dimanfaatkan sebagai bahan anyaman. Daun-daunnya untuk membuat tikar dan topi. Tangkai dan daunnya, dahulu, di Aceh digunakan untuk membuat kipas tradisional. Rambut-rambut bunganya, dulu, di sekitar Jakarta dipakai sebagai pengganti kapuk untuk mengisi jok kereta. Tongkol buahnya yang belum masak betul digunakan sebagai sumbu mesiu. Tunas-tunasnya yang muda diambil untuk sayuran.[4]

Embet juga tidak jarang ditanam sebagai tanaman hias di kolam-kolam halaman rumah.[4] Biasa dipadukan dengan eceng gondok atau selada air. Tanaman semacam ini dari famili Typhaceae dapat pula digunakan sebagai ornamen rangkaian bunga potong.[5] Belakangan ini embet mulai dimanfaatkan sebagai tanaman filter untuk meningkatkan efektivitas rawa buatan sebagai bagian dari instalasi pengolah air limbah industri[8][9]

250px-Typh_angus_081006-3404_jtg.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Perawakan

Catatan kaki

  1. Linné, C. von & L. Salvius. 1753. Species plantarum :exhibentes plantas rite cognitas, ad genera relatas, cum differentiis specificis, nominibus... Tomus II: 971. Holmiae :Impensis Laurentii Salvii.
  2. Tropicos: Typha angustifolia
  3. The Plant List: Typha angustifolia
  4. 1 2 3 Heyne, K. 1987. Tumbuhan Berguna Indonesia I: 115. Badan Litbang Kehutanan, Departemen Kehutanan. Jakarta. (versi berbahasa Belanda -1922- I: 58, sebagai Typha domingensis Pers. var. javanica Gèze)
  5. 1 2 3 Marianto, Lukito Adi (2005). Merawat Tanaman Air. hlm.36 37. Depok: Agromedia Pustaka. ISBN 979-3084-13-8.
  6. 1 2 3 Giesen, W., S. Wulffraat, M. Zieren & L. Scholten. 2006. Mangrove Guidebook for Southeast Asia: 324-5. RAP Publication 2006/07. FAO and Wetlands International.
  7. Sastrapradja, Setijati; Bimantoro, Rahadian (1981). Tanaman Air. 23:10 11. Jakarta: LBN - LIPI bekerjasama dengan Balai Pustaka.
  8. Abdulgani, H., M. Izzati, Sudarno. 2013. Pengolahan limbah cair industri kerupuk dengan sistem subsurface flow constructed wetland menggunakan tanaman Typha angustifolia. Prosiding Seminar Nasional Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan 2013. ISBN 978-602-17-0011-2
  9. Febriani, S., Zulfarina, & Suwondo. t.t. Pertumbuhan Typha angustifolia akibat pendedahan limbah cair pabrik kelapa sawit, sebagai sumber belajar pencemaran lingkungan bagi siswa SMA. Makalah tidak diterbitkan.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Typha angustifolia.
Typha angustifolia
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan