Jumat, 25 September 2026
10:14 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara
Tailing

Tailing

Bagian dari seri tentang
Polusi
250px-Air_pollution3.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Polusi udara dari sebuah pabrik
Luar angkasa

Dalam pertambangan, tailing adalah material yang tersisa setelah proses pemisahan fraksi yang bernilai ekonomis dari fraksi yang tidak bernilai ekonomis (gangue) dalam suatu bijih. Tailing berbeda dengan lapisan penutup, yaitu batuan limbah atau material lain yang menutupi suatu endapan bijih atau tubuh mineral dan dipindahkan selama kegiatan penambangan tanpa melalui proses pengolahan. Valorisasi limbah merupakan proses penilaian terhadap limbah dan residu yang dihasilkan dari suatu proses ekonomi untuk menentukan nilai potensialnya bagi penggunaan kembali atau daur ulang, karena material yang pada saat pemisahan dianggap sebagai gangue dapat menjadi bernilai seiring berjalannya waktu atau dengan berkembangnya teknologi pemulihan yang lebih canggih.

Ekstraksi mineral dari bijih dapat dilakukan melalui dua cara, yaitu penambangan aluvial, yang memanfaatkan air dan gaya gravitasi untuk mengonsentrasikan mineral berharga, atau penambangan batuan keras, yang menghancurkan batuan pembawa bijih, kemudian mengandalkan reaksi kimia untuk mengonsentrasikan mineral yang diinginkan. Pada metode yang terakhir, ekstraksi mineral dari bijih memerlukan kominusi, yaitu proses memperkecil ukuran bijih hingga menjadi partikel-partikel halus guna mempermudah pemisahan unsur target. Akibat proses kominusi ini, tailing terdiri atas sluri partikel halus yang ukurannya berkisar dari sebesar butiran pasir hingga beberapa mikrometer. Tailing tambang umumnya dihasilkan dari pabrik pengolahan dalam bentuk sluri, yaitu campuran antara partikel mineral halus dan air.[1]

Tailing berpotensi menjadi sumber bahan kimia beracun yang berbahaya, seperti logam berat, sulfida, dan bahan radioaktif. Bahan-bahan tersebut menjadi sangat berbahaya apabila disimpan di dalam kolam yang berada di balik bendungan tailing. Kolam-kolam ini juga rentan mengalami jebol atau kebocoran bendungan yang dapat memicu bencana lingkungan, seperti bencana Mount Polley di British Columbia. Akibat permasalahan tersebut, ditambah berbagai isu lingkungan lainnya seperti kebocoran air tanah, emisi zat beracun, dan kematian burung, timbunan serta kolam tailing semakin mendapat perhatian, khususnya di negara-negara maju. Meskipun demikian, standar pengelolaan tailing pertama di tingkat Perserikatan Bangsa-Bangsa baru ditetapkan pada tahun 2020.

Terdapat beragam metode untuk memulihkan nilai ekonomis dari tailing, mengisolasinya secara aman, maupun mengurangi dampak yang ditimbulkannya. Namun, secara internasional, penerapan praktik-praktik tersebut masih tergolong kurang memadai, dan dalam beberapa kasus bahkan melanggar hak asasi manusia.

Referensi

  1. ↑ Zvereva, V. P.; Frolov, K. R.; Lysenko, A. I. (2021-10-13). "Chemical reactions and conditions of mineral formation at tailings storage facilities of the Russian Far East". Gornye Nauki I Tekhnologii = Mining Science and Technology (Russia). 6 (3): 181–191. doi:10.17073/2500-0632-2021-3-181-191. ISSN 2500-0632. S2CID 243263530.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sampah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan