Sabtu, 26 September 2026
14:56 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Haleluya

Haleluya

kalimat ucapan yang arti "Pujilah Tuhan" khusus agama Kristen dan agama Yahudi

Hallelu_Yah.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
"Haleluya" (hllw yh) dalam abjad Ibrani

Haleluya (bahasa Belanda/Inggris: hallelujah) atau aleluya (bahasa Latin:alleluia), berasal dari kata bahasa Ibrani: הַלְלוּיָהּ,Modern HalleluyahTiberias Halləlûyāh (bahasa Yunani:Ἁλληλούϊα, Allelouia) yang memiliki arti "Pujilah Tuhan".[1] Haleluya banyak ditemukan dalam kitab Mazmur pasal 113-118 dan memiliki lafal serupa dalam banyak bahasa, tetapi tidak semua bahasa. Haleluya digunakan dalam agama Yahudi sebagai bagian dari doa Hallel (doa pujian), dan sebagai pujian kepada Tuhan dalam agama Kristen (Protestan).[1]

Bentuk aleluya diambil dari bahasa Latin dan merupakan pinjaman dari bahasa Yunani, Ἁλληλούϊα (Allelouia).

Catatan Alkitab

Kata Ibrani הַלְּלוּיָהּ, "halleluyah", digunakan 24 dalam Alkitab Ibrani (terutama dalam Kitab Mazmur, misalnya . pasal 113-118, pasal 145-150) serta 4 kali dalam bentuk alihaksara bahasa Yunani dalam bagian Perjanjian Baru Alkitab Kristen, yaitu kitab "Wahyu kepada Yohanes".[2]

Dalam Alkitab Ibrani halleluyah sebenarnya bukan satu kata, melainkan merupakan satu frasa yang terdiri dari dua kata. Bagian pertama, hallelu, merupakan bentuk perintah untuk orang kedua laki-laki jamak (seperti "kalian" untuk kaum pria, dalam bahasa Indonesia) dari kata Ibrani hallal.[3] Namun, "halleluyah" bukan sekadar bermakna "pujilah Yah", karena kata hallel dalam bahasa Ibrani berarti "pujian gembira dalam nyanyian, untuk memuliakan Allah". Hallel dapat merujuk juga kepada seseorang yang bertindak seperti orang gila atau orang sangat ceroboh.[4][5]

Bagian kedua merujuk kepada nama "Yah", kependekan dari YHWH, yaitu nama Allah Pencipta bagi orang Israel.[2] Nama itu tidak boleh lagi dilafalkan sejak masa Bait Suci kedua, mulai dari abad ke-3 SM karena kepercayaan agamawi saat itu.[6] Pelafalan yang tepat tidak lagi diketahui, tetapi sering kali diucapkan oleh orang Kristen sebagai "Yahweh" atau "Yehowah". Septuaginta menerjemahkan "Yah" sebagai "Kyrios" (

Artikel ini merupakan bagian dari seri
Teisme
20px-P_religion_world.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail PortalAgama

), karena adat Yahudi yang mengganti nama kudus itu dengan "Adonai", yang berarti "Tuhan".

Kata alihaksara Yunani, ἀλληλούϊα (allēlouia) muncul pada Wahyu 19:1–6, yang memuat nyanyian pujian agung bagi Allah atas kemenangannya terhadap Pelacur Babel.[2]

Melihat ke arah Tuhan

Dalam bahasa Ibrani, kata “Haleluyah” terdiri dari dua kata: “Hallelu” dan “Yah”. Kata “Halelu” (akhiran "-u" menandakan perintah untuk orang pertama jamak, semacam "marilah kita") berasal dari kata "Halel" (= memuji) yang terdiri dari dua huruf Ibrani “he” (ה) dan “lamed” (ל). Huruf “he” awalnya adalah gambar seorang laki-laki dengan tangan menengadah ke atas melihat ke suatu penglihatan yang menakjubkan. Sedangkan huruf “lamed” pada mulanya gambar sebuah tongkat gembala. Tongkat dipakai sang gembala untuk menggerakkan kawanan binatang ke suatu arah. Dengan demikian penggabungan dua huruf “he” dan “lamed” itu berarti “melihat ke arah”. Sedangkan kata “Yah” merupakan kependekan dari nama sebutan Tuhan, YHWH atau dalam bahasa Inggris Yahweh atau Jehovah. Dengan demikian "Haleluya" dapat diartikan "melihat ke arah Tuhan".

Penggunaan dalam Ibadah Kristen

Secara luas, Haleluya merupakan respon keyakinan iman yang paling banyak digunakan saat peribadatan dan Kebaktian Kristen. Dibaca atau dinyanyikan sebagai seruan yang digambarkan oleh Agustinus (430 M, salah satu bapa gereja terbesar) sebagai jawaban umat atas pujian altar yang dinyanyikan setelah pembacaan pertama Kitab Suci.[1] Dalam gereja-gereja Protestan, selesai pembacaan Kitab Suci, jemaat serentak menyanyikan Haleluya 3 kali (biasanya merujuk pada Kidung Jemaat 473 atau Nyanyikanlah Kidung Baru 222-223). Serta saat merespon penerimaan berkat dengan nyanyian "Haleluya 5 lima kali dan Amin tiga kali" (merujuk pada Nyanyikanlah Kidung Baru 225).

Lihat pula

Referensi

  1. 1 2 3 Browning, W.R.F. Kamus Alkitab: a dictionary of the Bible. Panduan dasar ke dalam kitab-kitab, tema, tempat, tokoh dan istilah-istilah alkitabiah. Diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Liem Khiem Yang, Bambang Subandrijo. Cet. 3. Jakarta: BPK Gunung Mulia. 2008. ISBN 978-979-687-393-7
  2. 1 2 3 Woods, F. H. (1902). "Hallelujah". Dalam James Hastings (ed.). A Dictionary of the Bible. New York: Charles Scribner's Sons. hlm. 287.
  3. ↑ Page H. Kelley, Biblical Hebrew, an Introductory Grammar, page 169. Ethics & Public Policy Center, 1959. ISBN 978-0-8028-0598-0.
  4. ↑ George Fohrer. Hebrew and Aramaic Dictionary of the Old Testament, under הלל. Walter de Gruyter, 1973. ISBN 978-3-11-004572-7.
  5. ↑ Joseph Samuel C.F. Frey, A Hebrew, Latin, and English dictionary, 1815, entry for הלל on page 254
  6. ↑ Harris, Stephen L. Understanding the Bible: a reader's introduction, 2nd ed. Palo Alto: Mayfield. 1985. page 21.

Pranala luar

Alkitab
Bagian ke-1
Bagian ke-2
Bagian ke-3
Bagian ke-4
Bagian ke-5
Apokrif
Istilah
Sumber
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan