Senin, 21 September 2026
02:31 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak

Algofobia

Algofobia (berasal dari bahasa Yunani algos yang berarti nyeri dan phobos yang berarti takut) adalah rasa takut yang berlebihan dan tidak rasional terhadap rasa sakit atau nyeri.[1] Seseorang dengan algofobia dapat merasakan nyeri yang teramat sangat, walaupun untuk ukuran manusia normal tekanan yang ditimbulkan tidak membuat nyeri. Dengan serta merta, pasien dengan fobia terhadap nyeri akan merasa pusing, mual, muntah, gemetar, jantung berdebar atau berkeringat dingin, ketika dia merasa akan disakiti (seperti dicubit ataupun dipukul). Dipercaya bahwa hal ini terjadi karena pasien terlalu berlebihan dalam memprediksi rasa nyeri/bahaya yang akan didapat dari suatu perlakuan, sehingga mengakibatkan timbul banyangan akan nyeri yang amat sangat disertai ketakutan. Namun, penyebabnya bisa pula karena faktor lingkungan, suatu kejadian pada masa lalu, dan kondisi psikologis lain yang menyertai. Pada orang algofobia, ia akan mengalami nyeri psikologis dari fobia tersebut, dan hal ini memperparah rasa nyeri dan fobia terhadap nyeri pun akan semakin besar.[2] Fenomena ini disebut juga dengan istilah cycling-phobia.[2] Fobia terhadap nyeri bisa mengganggu kehidupan sehari-hari, karena bahkan ada orang yang takut akan nyeri hanya dari mengangkat suatu benda ataupun bermain-main dengan anak-anak.[3] Terapi yang dapat diberikan pada penderita algofobia dapat berupa konseling, hipnosis, ataupun pemberian obat penenang.

Referensi

  1. (Inggris) Algophobia Diarsipkan 2013-03-21 di Wayback Machine., Algophobia.
  2. 1 2 (Inggris) Fear of Pain Diarsipkan 2011-08-30 di Wayback Machine., Fear of Pain.
  3. (Inggris) Algophobia Counselling, Algophobia Counselling.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan