Senin, 21 September 2026
05:58 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Alfred Wegener

Alfred Wegener

Alfred Wegener
250px-Wegener_Alfred_signature.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Alfred Wegener pada tahun 1925
Lahir(1880-11-01)1 November 1880
Meninggal2 November 1930(1930-11-02) (umur 50)
Clarinetania, Greenland
KewarganegaraanJerman
AlmamaterUniversitas Berlin
Dikenal karenaTeori pergeseran benua
Karier ilmiah
BidangMeteorologi, Geologi, Astronomi
Julius Bauschinger
Tanda tangan
250px-Alfred_Wegener_Signature.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Alfred Lothar Wegener (1 November 1880  2 November 1930) adalah seorang ahli meteorologi dan geofisika Jerman. Dia mengembangkan teori pergeseran benua dan merumuskan gagasan tentang Pangea. Awalnya, sebagian besar idenya diabaikan. Namun, belakangan ini, gagasan Wegener diterima oleh komunitas ilmiah.

Biografi

Alfred Lothar Wegener lahir pada 1 November 1880 di Berlin, Kekaisaran Jerman. Ia anak paling kecil dari Richard Wegener. Ayahnya seorang guru, ahli bahasa, ahli teologi, dan pengelola sebuah panti asuhan.[1] Sejak usia dini, ia menaruh minat akan Greenland. Alfred senang berjalan kaki, mendaki gunung, dan berlayar. Hobinya ini seakan-akan mempersiapkan dirinya untuk melakukan ekspedisi ke Greenland.

Wegener menyampaikan gagasan pergeseran benua dalam bukunya berjudul The Origin of Continent and Oceans yang diterbitkan pada 1912.[2] Namun, hingga dia meninggal pada 1930 teorinya belum diterima oleh para ilmuwan.[3]

Karier

Wegener mendapati bahwa timur Amerika Selatan cocok jika dihubungkan dengan barat Afrika, memberi petunjuk bahwa semua benua dahulu pernah bersatu. Wegener mencari bebatuan dan fosil di dua sisi benua yang berbatasan dengan Samudra Atlantik untuk membuktikan hipotesisnya. Dia berhasil menemukan bukti-bukti tersebut tetapi tidak dapat menjelaskan mekanisme pergerakan benua dan gagasannya ditentang oleh organisasi seperti American Petroleum Society.[4]

250px-De_Wegener_Kontinente_018.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Peta awal yang dibuat Alfred Wegener menggambarkan Pangea dan benua lain bergeser.

Pada 1924-1930, Wegener mengajar meteorologi dan geofisika di University of Graz di Austria. Pada 1927, ia memperkenalkan Pangaea, sebuah istilah Yunani yang berarti "semua negeri," untuk menggambarkan superbenua yang ada di bumi jutaan tahun yang lalu. Pada tahun 1930, Wegener ikut dalam ekspedisi terakhir ke Greenland. Cuaca buruk menggangu perjalanan Wegener. Dia meninggal dunia pada November 1930.[5]

Pada tahun 1960-an, ditemukan bahwa magma berada di sepanjang garis lempeng tektonik, menandakan dasar laut bergeser seperti yang diperkirakan Wegener.[6]

The Alfred Wegener Institute

The Alfred Wegener Institute for Polar and Marine Research didirikan di Jerman pada tahun 1980 untuk mengingat kontribusi Alfred Wegener terutama di bidang sains dan jelajah Kutub. Misi dari institusi ini adalah untuk melakukan riset terhadap interaksi antara es, atmosfer, dan lautan; ekosistem di Kutub Utara dan Kutub Selatan; serta evolusi benua dan lautan Kutub. Salah satu fokus utama risetnya saat ini adalah perubahan iklim global.[1]

Rujukan

  1. 1 2 M.A., Evans, Stephen, (2010, ©2009). Back to school for grown-ups : everything you should have learned in class. Hauppauge, N.Y.: Barron's. ISBN 0764162713. OCLC 435423436.{{cite book}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  2. U.S. Geological Survey. "Historical perspective". pubs.usgs.gov. Diakses tanggal 27 Desember 2020.
  3. Twigger 2014, hlm. 25, "Alfred Wegener, a German explorer and scientist, was disbelieved and ridiculed for his continental-drift theory – the theory, put forward in 1912, that the world was fissured, like an infant’s skull, and yet that these fissures were actually fruitful, fructifying with molten magma deep under the sea, expanding, sliding over each other. Wegener was ignored from his untimely death in Greenland in 1930 untul the 1950s, a warning shot to those who would propose a theory that looks right but can’t be easily explained."
  4. Twigger 2014, hlm. 25-16, "Wegener, from an early age, noticed what every schoolchild notices: South America fits into the right angle of west Africa; in fact the land mass of earth all looks as if it was once joined. Wegener searched for evidence of his theory – finding rocks and fossils that matched on either side of the Atlantic Ocean. He provided the evidence but no mechanism and was opposed heatedly by such august organisations as the American Petroleum Society."
  5. "Alfred Wegener | Biography, Theory, & Facts". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 27 Desember 2020.
  6. Twigger 2014, hlm. 26, "The discovery in the 1960s that the sea floor really did spread as Wegener had speculated, with magma bubbling up along tectonic plate lines, finally brought respectability to a theory that had been derided and lampooned. Scientists agreed that circulating hot liquid centre of the earth was how the plates, with the continents sitting on top of them, moved. Just as rice in a pan of boiling water will circulate, so the surface of the earth was in constant movement, shoved by the circulating movement of the magma below."

Daftar pustaka

Twigger, Robert (2014). Red Nile : A Biography of the World's Greatest River (Edisi satu AS). New York: St. Martin's Press. ISBN 978-1-250-05233-9. OCLC 883962326.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Pranala luar

(Inggris) Biografi Alfred Wegener di Pangaea.org

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Alfred Wegener.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan