Selasa, 06 Oktober 2026
11:29 WIB
TERKINI
Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pengiriman 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Terbongkar di Tol Tulang Bawang Hiburan No Na Kibarkan Merah Putih: Video Musik 'Work' Tembus UK Music Video Awards 2026 Regional Duel Sengit Barito Putera dan Tira Persikabo Ramaikan Panggung Liga 1 Regional Barito Putera Taklukkan Persebaya Surabaya dengan Skor Tipis 1-0 Regional Evakuasi Korban Tabrakan Speedboat Paspampres di Palangkaraya Dilakukan Teknologi Waspada! Trojan Perbankan Seluler Melonjak, Keamanan HP Jadi Krusial Otomotif Kiat Cerdas Memilih Mobil Listrik Bekas: Prioritaskan Kondisi Baterai dan Biaya Jangka Panjang Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 5 Oktober 2026: Cerah Berawan Disertai Hujan Lokal Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan

Al-Watsiq II

Bagikan:
Biografi ini memerlukan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian. Bantulah untuk menambahkan referensi atau sumber tepercaya. Materi kontroversial atau trivial yang sumbernya tidak memadai atau tidak bisa dipercaya harus segera dihapus, khususnya jika berpotensi memfitnah.
Cari sumber: "Al-Watsiq II" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(Pelajari cara dan kapan saatnya untuk menghapus pesan templat ini)
Al-Watsiq II
Khalifah Abbasiyah
Berkuasa1340 – 1341
PendahuluAl-Mustakfi I
PenerusAl-Hakim II
AyahMuhammad bin Al-Hakim I
WangsaAbbasiyah
DinastiAbbasiyah

Abu Ishaq Al-Watsiq Billah Ibrahim bin Waliyyi al-'Ahdi al-Mustamsik Billah Abu Abdillah Muhammad bin al-Hakim Biamrillah Abu al-'Abbas Ahmad' (bahasa Arab:أبو إسحاق الواثق بالله إبراهيم بن ولي العهد المستمسك بالله أبو عبد الله محمد بن الحاكم يأمر الله أبو العباس أحمد) atau lebih dikenal dengan Ibrahim dan memiliki gelar Al-Watsiq II adalah seorang Khalifah Abbasiyah di Kairo, Mesir pada tahun 1340-1341.

Al-Hakim I, sang kakek, menjadikan putranya yang bernama Muhammad, yang bergelar al-Mustamsik Billah sebagai khalifah setelahnya nanti. Namun, Muhammad meninggal terlebih dahulu. Maka Ibrahim yang ia angkat sebagai putra mahkota, dengan anggapan bahwa cucunya itu mampu mengemban tugas-tugas khalifah. Namun setelah dicoba, ternyata ia tidak mampu, sehingga al-Hakim I segera mencopotnya dari jabatan putra mahkota, lalu diberikan kepada putranya yang lain, yaitu Al-Mustakfi II, paman Ibrahim. Ibrahim tidak layak menjadi calon khalifah karena dikenal sebagai sosok yang banyak bermain dan berakhlak rendah. Ibrahim inilah yang kemudian menyebarkan fitnah tentang Khalifah al-Mustakfi II, yang tidak lain adalah pamannya, kepada sultan sehingga timbul konflik dan perseteruan antara khalifah dengan sultan yang sebelumnya mereka berdua seperti dua bersaudara.[1]

Ketika al-Mustakfi II meninggal dunia di kota Qush. maka Ahmad, putranya, menggantikannya menjadi khalifah sesuai dengan wasiat ayahnya. Namun sultan mengabaikan putusan al-Mustakfi II, ia malah membai'at Ibrahim sebagai khalifah dengan diberi gelar Al-Watsiq Billah.[1]

Saat ajalnya menjelang, sultan menyesali keputusannya itu. Maka ia memecat Ibrahim dari jabatan khalifah dan mengangkat Ahmad sebagai penggantinya dengan gelar al-Hakim II. Peristiwa ini terjadi pada bulan Muharram 742 H.[1]

Dituturkan oleh Ibnu Hajar Al 'Asqalani, Orang-orang menyatakan protes kepada sultan atas pengangkatan Ibrahim sebagai khalifah, tetapi sultan bersikukuh dengan keputusannya, sehingga orang-orang membai'atnya dengan terpaksa. Masyarakat umum memberinya gelar al-Musta'thi Billah.[1]

Ibnu Fadhlullah berkata dalam kitabnya Al-Masalik tentang biografi al-Watsiq Billah, ucapnya, Kakeknya mengangkat Ibrahim sebagai putra mahkota dengan harapan ia mampu mengemban amanah khilafah, atau mampu mengubah dirinya menjadi orang yang baik setelah diangkat menjadi khalifah. Ternyata ia tetap hidup foya-foya dan bermoral rendah, leha-leha dan bergaul dengan orang-orang yang berakhlak bejat. Dia tidak memiliki kehormatan diri dan prilaku busuknya dianggap sebagai kebaikan di matanya yang tetap tidak bercahaya. Dia tidak mampu membedakan yang baik dengan yang buru. Kerjanya hanya mengurus burung merpati, membeli domba dan ayam jago untuk diadu, di samping prilaku lainnya yang menghancurkan nama baik dan kepribadiannya.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 As-Suyuthi, Jalaluddin (2013). Rekam Jejak Para Khalifah Berdasarkan Riwayat Hadits. @as-prima pustaka, Jakarta. ISBN 978-602-14145-2-1. Halaman 632, 633, 634
Al-Watsiq II
Didahului oleh:
Al-Mustakfi II
Khalifah Kairo
1340-1341
Diteruskan oleh:
Al-Hakim II
Pendiri
Khalifah di Bagdad
Khalifah di Kairo
Wilayah penting
Tokoh lainnya
pro-Abbasiyah: Ibrahim al-Imam - anti-Abbasiyah: Bani Umayyah · Hulagu Khan · Bani Fathimiyah
Lain-lain


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan