Jumat, 06 November 2026
05:19 WIB
TERKINI
Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Padatnya Agenda Pemprov Lampung 2 November 2026: Dari Apel Hingga Forum Ekonomi Bandar Lampung Imigrasi Lampung Ungkap Modus Kawin Pesanan, Empat WNA China Diamankan di Pesawaran Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan
Al-Mu'tazz

Al-Mu'tazz

Bagikan:
al-Mu'tazz
المعتز
Khalifah
Amirul mukminin
330px-Dinar_of_al-Mu%27tazz%2C_AH_253.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Dinar emas al-Mu'tazz, dicetak di Samarkand pada 253 H (867 M)
Khalifah ke-13 Kekhalifahan Abbasiyah
Berkuasa25 Januari 866 — 13 Juli 869
Pendahulual-Musta'in
Penerusal-Muhtadi
Lahirca 847
Samarra, Kekhalifahan Abbasiyah
MeninggalJuli/Agustus 869 (umur 22)
Samarra, Kekhalifahan Abbasiyah
Pemakaman
Ayahal-Mutawakkil
IbuQabiha
SelirFatimah binti al-Fath bin Khaqan (w. 890)[1]
Hassana al-Badawiyya[2]
KeturunanAbdallah bin al-Mu'tazz
Nama lengkap
Abū ʿAbd Allāh Muḥammad bin Jaʿfar bin Muḥammad bin Hārūn al-Muʿtazz bi-ʾLlāh
DinastiAbbasiyah
AgamaIslam Sunni

Abū ʿAbd Allāh Muḥammad bin Jaʿfar bin Muḥammad bin Hārūn al-Muʿtazz bi-ʾLlāh (bahasa Arab:أبو عبد الله محمد بن جعفر; 847 – 16 Juli 869), lebih dikenal dengan nama regnal al-Muʿtazz bi-ʾLlāh (المعتز بالله, Dia yang dikuatkan oleh Tuhan") adalah khalifah Abbasiyah dari tahun 866 hingga 869, selama periode ketidakstabilan internal yang ekstrem dalam Kekhalifahan Abbasiyah, yang dikenal sebagai "Anarki di Samarra".

Awalnya bernama sebagai yang kedua dalam garis tiga ahli waris dari ayahnya al-Mutawakkil, al-Mu'tazz dipaksa untuk melepaskan hak-haknya setelah aksesi saudaranya al-Muntasir, dan dijebloskan ke penjara sebagai saingan berbahaya selama pemerintahan sepupunya al-Musta'in. Dia dibebaskan dan diangkat menjadi khalifah pada bulan Januari 866, selama perang saudara antara al-Musta'in dan militer Turki Samarra. Al-Mu'tazz bertekad untuk menegaskan kembali otoritas khalifah atas tentara Turki tetapi hanya memiliki keberhasilan yang terbatas. Dibantu oleh wazir Ahmad bin Isra'il, ia berhasil menyingkirkan dan membunuh jenderal-jenderal terkemuka Turki, Wasif at-Turki dan Bugha ash-Shaghir, tetapi kemunduran Tahiri di Bagdad merampas peran mereka sebagai penyeimbang Turki. Berhadapan dengan komandan Turki yang tegas, Salih bin Wasif, dan tidak dapat menemukan uang untuk memenuhi tuntutan pasukannya, ia digulingkan dan meninggal karena penganiayaan beberapa hari kemudian, pada tanggal 16 Juli 869.

Pemerintahannya menandai puncak kemerosotan otoritas pusat Khilafah, dan klimaks dari kecenderungan sentrifugal, yang diekspresikan melalui munculnya dinasti otonom Thuluniyah di Mesir dan Saffarid di timur, pemberontakan Bani Ali di Hejaz dan Tabaristan, dan awal pemberontakan Zanj di Irak hilir.

Abbas
pendiri Bani Abbasiyah
Ibnu Abbas
Ali
Muhammad
Ibrahim1. AS-SAFFAH
(k. 750-754)
2. AL-MANSUR
(k. 754-775
Musa
3. AL-MAHDI
(k. 775-785)
5. AR-RASYID
(k. 786-809)
4. AL-HADI
(k. 785-786
Ibrahim al-Mubarak
6. AL-AMIN
(k. 809-813)
7. AL-MA'MUN
(k. 813-833)
8. AL-MU'TASHIM
(k. 833-842
al-Qasimal-Mu'taman
9. AL-WATSIQ
(k. 842-847)
10. AL-MUTAWAKKIL
(k. 847-861)
12. AL-MUSTA'IN
(k. 862-866)
14. AL-MUHTADI
(k. 869-870)
13. AL-MU'TAZZ
(k. 866-869)
11. AL-MUNTASHIR
(k. 861-862)
al-Muwaffaq15. AL-MU'TAMID
(k. 870-892)
16. AL-MU'TADHID
(k. 892-902)
17. AL-MUKTAFI
(k. 902-908)
18. AL-MUQTADIR
(k. 908-935)
19. AL-QAHIR
(k. 932-934)
22. AL-MUSTAKFI
(k. 944-946)
20. AR-RADHI
(k. 934-940)
Ishaq21. AL-MUTTAQI
(k. 940-944)
23. AL-MUTHI'
(k. 946-974)
25. AL-QADIR
(k. 991-1031)
24. ATH-THA'I
(k. 974-991)
26. AL-QA'IM
(k. 1031-1075)
27. AL-MUQTADI
(k. 1075-1094)
28. AL-MUSTAZHIR
(k. 1094-1118)
29. AL-MUSTARSYID
(k. 1118-1135)
30. AL-MUQTAFI
(k. 1136-1160)
30. AR-RASYID
(k. 1135-1136)
32. AL-MUSTANJID
(k. 1160-1170)
33. AL-MUSTADHI'
(k. 1170-1180)
34. AN-NASHIR
(k. 1180-1225)
35. AZH-ZHAHIR
(k. 1225-1226)
1. AL-MUSTANSHIR II
Berkuasa di Kairo
36. AL-MUSTANSHIR
(k. 1226-1242)
37. AL-MUSTA'SHIM
(k. 1242-1258)


Catatan:[3]

  • k. merupakan tahun kekuasaan
  • Angka, merupakan nomor urut seseorang menjadi khalifah.
  • Nama dengan huruf kapital merupakan khalifah yang berkuasa.

Referensi

  1. ↑ Ibn al-Sāʿī (2017). Consorts of the Caliphs: Women and the Court of Baghdad. Diterjemahkan oleh Shawkat M. Toorawa and the Editors of the Library of Arabic Literature. Introduction by Julia Bray, Foreword by Marina Warner. New York: New York University Press. ISBN 978-1-4798-0477-1.
  2. ↑ Caswell, F.M. (2011). The Slave Girls of Baghdad: The Qiyan in the Early Abbasid Era. Bloomsbury Publishing. hlm. 278. ISBN 978-1-78672-959-0.
  3. ↑ Imam As-Suyuthi (2006). Tarikh Khulafa' [Sejarah Para Penguasa Islam]. Jakarta: Al-Kautsar. ISBN 979-592-175-4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Didahului oleh:
al-Musta'in
Khalifah Bani Abbasiyah
(866–869)
Diteruskan oleh:
al-Muhtadi


Ikon rintisan

Artikel bertopik biografi tokoh Islam ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan