Kamis, 29 Oktober 2026
01:37 WIB
TERKINI
Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Lampung Barat Pesan Bupati Lambar: Patriotik, Gigih, dan Berempati Kunci Masa Depan Bangsa Bandar Lampung 343 Polisi Disiagakan Kawal Aksi Sumpah Pemuda 2026 di Bandar Lampung Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Solar Subsidi Terbongkar di Lampung Selatan, Tiga Tersangka Diamankan Bandar Lampung Perpanjangan SIM A/C Kini Lebih Praktis: Cek Jadwal dan Syarat di Bandar Lampung Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau: Asap Hitam Viral Bukan Erupsi, Status Tetap Siaga Lampung Selatan Jaringan Penyelundup Rokok Ilegal Senilai Rp14,85 Miliar Terbongkar di Bakauheni Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK
Dinasti Saffariyah

Dinasti Saffariyah

Bagikan:
Artikel ini bukan mengenai Dinasti Safawiyah.
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Iran
250px-Persepolis_24.11.2009_11-12-14.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
SM
Peradaban Kura-Aras 3400–2000
Proto-Elam 3200–2700
Elam 2700–539
Kekaisaran Akadia 2400–2150
Bangsa Kass ca.1500 – ca.1155
Kekaisaran Asiria Baru 911–609
Urartu 860–590
Bangsa Mannea 850–616
Kekaisaran Media 678–550 SM
(Kerajaan Saka) 652–625 SM
Kekaisaran Babilonia Baru 626–539 SM
Kekaisaran Akhaimenia 550–330 SM
Kerajaan Armenia 331 SM – 428 M
Atropatene 320an SM – Abad III M
Kekaisaran Seleukia 312–63 SM
Imperium Partia 247 SM – 224 M
Kerajaan Suren 119 SM – 240 M
Kekaisaran Sasania 224–651
Wangsa Zarmihri Abad VI – 785
Wangsa Qarini 550an – Abad XI
Penaklukan Persia oleh Muslim 633-644
Kekhalifahan Rasyidin 632-661
Kekhalifahan Umayyah 661–750
Kekhalifahan Abbasiyah 750–1258
Wangsa Dabuyi 642–760
Wangsa Bawandi 651–1349
Wangsa Masmughan dari Damawan 651–760
Wangsa Paduspani 665–1598
Wangsa Justani 791 – Abad XI
Wangsa Alawi 864 – Abad XIV
Wangsa Thahiri 821–873
Kekaisaran Samania 819–999
Wangsa Saffari 861–1003
Wangsa Ghuri pra-879 – 1141
Wangsa Saji 889–929
Wangsa Sallari 919–1062
Wangsa Ziyari 930–1090
Wangsa Ilyasi 932–968
Wangsa Buwaihi 934–1062
Kekaisaran Ghaznawia 977–1186
Wangsa Kakuyi 1008-1141
Wangsa Nasri 1029-1236
Kekaisaran Seljuk 1037–1194
Kekaisaran Khwarezmia 1077–1231
Wangsa Eldiguzi 1135–1225
Wangsa Atabeg dari Yazd 1141–1319
Wangsa Salghuri 1148–1282
Wangsa Hazaraspi 1155–1424
Wangsa Mihrabani 1236–1537
Dinasti Kurt 1244–1396
Kekaisaran Ilkhan 1256–1335
Wangsa Cobani 1335–1357
Wangsa Muzaffari 1335–1393
Wangsa Jalayiri 1337–1376
Sarbadar 1337–1376
Wangsa Inju 1335–1357
Wangsa Afrasiyab 1349–1504
Marasyiyah 1359–1596
Kekaisaran Timuriyah 1370–1507
Wangsa Kia'i 1389–1592
Kara Koyunlu 1406–1468
Ak Koyunlu 1468–1508
Wangsa Safawi 1501–1736
(Wangsa Hotaki) 1722–1729
Wangsa Afsyari 1736–1796
Kekhanan Talisy 1747–1826
Wangsa Zandi 1750–1794
Wangsa Qajari 1789–1925

Dinasti Saffariyah adalah salah satu dinasti yang berada dalam kekuasaan Kekhalifahan Abbasiyah. Pendiri Dinasti Saffariyah adalah Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar. Wilayah kekuasaan terluasnya meliputi Khurasan, Sijistan, Persia, Isfahan, Sindh dan Karman. Dinasti Saffariyah hanya bertahan selama 41 tahun. Wilayah kekuasaan Dinasti Saffariyah beralih ke Dinasti Samaniyah.

Awal kekuasaan

Dinasti Saffariyah didirikan oleh Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar. Dinasti Saffariyah menggantikan kekuasaan Dinasti Tahiriyyah di wilayah Persia bagian timur hingga ke Afghanistan bagian barat daya. Masa kekuasaan Dinasti Saffariyah dimulai sejak tahun 885 M.[1]

Khalifah

Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar

Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar merupakan pendiri dari Dinasti Saffariyah. Ia adalah seorang keturunan Bangsa Persia yang tinggal di kota Al-Qarnain. Awalnya, ia bekerja sebagai perajin tembaga. Ia kemudian menjadi relawan dalam pasukan yang memerangi Khawarij di Sijistan yang dipimpin oleh Shaleh bin An-Nadhir Al-Kannani. Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar diangkat menjadi wakil komandan setelah memperoleh kepercayaan dari Shaleh bin An-Nadhir Al-Kannani.[2]

Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar mendirikan Dinasti Saffariyah di Sijistan pada tahun 867 M.[3] Pada tahun 255 H atau 868 M, Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar menguasai wilayah Karman di Persia. Penguasaan ini dilakukan setelah ia memasuki kota Shiraz. Saat itu, kedua wilayah tersebut diberikan kepada seorang wali kota yang dipilih oleh khalifah Kekhalifahan Abbasiyah. Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar kemudian mengirimkan bukti kesetiaan kepada khalifah di Bagdad. Bukti ini berupa hadiah yang mewah.[4] Al-Mu'tamid yang berkuasa sebagai khalifah kemudian menetapkan wilayah Balakh, Thakharistan dan Sindh menjadi wilayah kekuasaan Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar. Penetapan ini dilakukan pada tahun 257 H atau 870 M.[5]

Amr bin Al-Laits Ash-Shaffar

Artikel utama: Amr bin al-Laits

Amr bin Al-Laits Ash-Shaffar menjabat sebagai Amir menggantikan Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar. Ia adalah saudara dari Yaqub bin Al-Laits Ash-Shaffar. Amr bin Al-Laits Ash-Shaffar juga menyatakan kesetiaan kepada khalifah Kekhalifahan Abbasiyah. Khalifah kemudian menetapkannya sebagai wali kota untuk wilayah Khurasan, Sijistan, Persia, Isfahan, Sindh dan Karman. Selain itu, Amr bin Al-Laits Ash-Shaffar memperoleh kekuasaan atas keamanan wilayah Bagdad dan Samara.[6]

Keruntuhan

Kekuasaan Dinasti Saffariyah di Persia hanya bertahan selama 41 tahun. Dinasti Saffariyah berakhir pada tahun 908 M. Wilayahnya dikuasai oleh Dinasti Samaniyah.[7]

Referensi

Catatan kaki

  1. ↑ Abdurahman, Dudung (2014). Komunitas-Multikultural dalam Sejarah Islam Periode Klasik (PDF). Yogyakarta: Penerbit Ombak. hlm. 111.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Zaghrut 2022, hlm. 67.
  3. ↑ Susilo, J., dan Ridwan, M. (2016). Ridwan, M. (ed.). Mozaik Pemikiran dan Kebijakan Ekonomi Islam: Telaah Historis Kebijakan Ekonomi Sultan Alauddin Khalji (PDF). Jakarta Barat: Halaman Moeka Publishing. hlm. 36. ISBN 978-602-269-190-7.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Zaghrut 2022, hlm. 68-69.
  5. ↑ Zaghrut 2022, hlm. 69.
  6. ↑ Zaghrut 2022, hlm. 71.
  7. ↑ Yahya, W., Siddiq, A. A., dan Saepudin, A., ed. (2017). Sejarah Peradaban Islam: Buku Panduan Pendidikan Agama Islam (PDF). Bandung: Lembaga Studi Islam dan Pengembangan Kepribadian (LSIPK) Universitas Islam Bandung. hlm. 96. ISBN 978-602-50123-1-0.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penyunting (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Daftar pustaka

  • Zaghrut, Fathi (April 2022). Artawijaya (ed.). Tragedi-Tragedi Besar dalam Sejarah Islam. Diterjemahkan oleh Irham, Masturi. Jakarta Timur: Pustaka Al-Kautsar. ISBN 978-979-592-978-9.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan