Minggu, 25 Oktober 2026
23:12 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Aq Qoyunlu

Aq Qoyunlu

Bagikan:
Aq Qoyunlu
Ağ Qoyunlu
آق قویونلو
1378–1501
250px-%D8%B1%D8%A7%D9%8A%D8%A9_%D8%A7%D9%88%D8%B2%D9%88%D9%86_%D8%AD%D8%B3%D9%86.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Bendera (sanjak) milik Uzun Hasan
Tamga dari Bayandurdigunakan oleh Aq Qoyunlu Ağ Qoyunlu
Tamga dari Bayandur
digunakan oleh Aq Qoyunlu[2]
Aq Qoyunlu pada masa kejayaannya
Aq Qoyunlu pada masa kejayaannya
StatusKonfederasi, Kesultanan
Ibu kotaAmed: 1453 – 1471
Tabriz:1468 – 6 Januari 1478
Bahasa umumAzerbaijan[3]
Agama Islam Sunni[4]
PemerintahanMonarki
Penguasa 
• 1378–1435
Kara Yuluk Osman
• 1501–1501
Murad bin Ya'qub
Era SejarahAbad Pertengahan
• Didirikan
1378
• Dibubarkan
1501
Didahului olehDigantikan oleh
Kara Koyunlu
dnsDinasti
Safawiyah

Aq Qoyunlu atau Ak Koyunlu, juga disebut Turkoman Domba Putih (bahasa Azerbaijan:Ağqoyunlular, bahasa Turki:Akkoyunlular, bahasa Turkmen:Akgoýunly, Persia: آق قویونلو, bahasa Armenia:Ակկոյունլու), adalah federasi suku-suku Turk Oghuz yang beragama Islam Sunni[4] dan menguasai wilayah yang kini merupakan bagian dari Turki Timur, Armenia, Azerbaijan, Irak Utara, dan Iran dari tahun 1378 hingga 1501.

Sejarah

Menurut kronik Kekaisaran Romawi Timur, Aq Qoyunlu sudah ada di Anatolia Timur dari tahun 1340, dan sebagian besar pemimpin mereka, termasuk pendiri dinasti, Uzun Hasan,[5] menikahi putri Romawi Timur.[6] Turkoman Aq Qoyunlu pertama kali memperoleh tanah pada tahun 1402 setelah Timur Agung memberi mereka seluruh Diyarbakir di wilayah Turki.

250px-Uzunhasanempire.gif?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Negara ini mengalami kemunduran karena Dinasti Safawiyah yang beragama Syiah mulai mengurangi kesetiaan banyak orang Aq Qoyunlu. Safawiyah dan Aq Qoyunlu bertempur di Nakhchivan pada tahun 1501, dan pemimpin Safawiyah Ismail I berhasil memaksa Aq Qoyunlu mundur. Pemimpin terakhir Aq Qoyunlu, Murad, juga dikalahkan oleh pemimpin Safawiyah yang sama, sehingga pada tahun 1501 negara ini mengalami keruntuhan.

Pemerintahan

Pemimpin Aq Qoyunlu merupakan seorang Begundur atau Bayandur dari klan Oghuz'[7] dan dianggap sebagai keturunan dari bapak pendiri Oghuz Oghuz Khan.[8] Bayandur berlaku layaknya negarawan dan memperoleh dukungan dari kelas pedagang dan feodal di Kaukasus Selatan.[8]

Catatan kaki

  1. Daniel T. Potts (2014). Nomadism in Iran: From Antiquity to the Modern Era. hlm. 7. Indeed, the Bayundur clan to which the Aq-qoyunlu rulers belonged, bore the same name and tamgha (symbol) as that of an Oghuz clan.
  2. ↑ Daniel T. Potts (2014). Nomadism in Iran: From Antiquity to the Modern Era. hlm. 7. Indeed, the Bayundur clan to which the Aq-qoyunlu rulers belonged, bore the same name and tamgha (symbol) as that of an Oghuz clan.
  3. ↑ http://www.iranicaonline.org/articles/azerbaijan-x
  4. 1 2 Michael M. Gunter, Historical dictionary of the Kurds (2010), hal. 29
  5. ↑ Minorsky, Vladimir (1955). "The Aq-qoyunlu and Land Reforms (Turkmenica, 11)". Bulletin of the School of Oriental and African Studies, University of London. 17 (3): 449. doi:10.1017/S0041977X00112376.
  6. ↑ Robert MacHenry. The New Encyclopædia Britannica, Encyclopædia Britannica, 1993, ISBN 0-85229-571-5, hal. 184.
  7. ↑ C.E. Bosworth and R. Bulliet, The New Islamic Dynasties: A Chronological and Genealogical Manual , Columbia University Press, 1996, ISBN 0-231-10714-5, hal. 275.
  8. 1 2 Charles van der Leeuw. Azerbaijan: A Quest of Identity, a Short History, Palgrave Macmillan, ISBN 0-312-21903-2, p. 81

Rujukan

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan