Sabtu, 24 Oktober 2026
01:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Lampung Selatan Kolom Abu Anak Krakatau Capai 500 Meter, Warga Lampung Selatan Diimbau Waspada Pesawaran Unila Dampingi Orkes Gambus Al-Anwar: Tradisi Bertemu Teknologi Modern Bandar Lampung Kualitas Udara Bandar Lampung: Kelompok Sensitif Diminta Tetap Waspada
Agama di Malta

Agama di Malta

artikel daftar Wikimedia

Bagikan:
250px-St_Pauls_Cathedral_Mdina_1_%286947407477%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katedral St. Paul di Mdina
250px-St_John%27s_Co-Cathedral%2C_Valletta_001.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katedral bersama St. john di Valletta
250px-Malta_-_Valletta_-_West_Street_%26_Old_Theatre_Street_-_St_Paul%27s_Pro-Cathedral_1844_by_William_Scamp.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Katedral St Paulus di Valletta, gereja ibu dari gereja Anglikan di Malta

Dominan agama di Malta adalah Katolik Roma. Konstitusi Malta menetapkan Katolik sebagai agama negara dan hal ini juga tecermin dalam berbagai elemen budaya Malta.

Agama di Malta (2016)

  Katolik Roma (88.6%)
  Kristen lain (0.8%)
  Hanya yakin pada Tuhan (1.8%)
  Islam (2.6%)
  Agama lain (1.3%)
  Ateis dan tidak beragama (4.5%)

Santo pelindung Malta adalah St. Paul, St. Publius, dan St Agatha. Maria yang diangkat ke surga yang dikenal sebagai Santa Maria adalah pelindung Khusus Pulau Malta.

Agama dan hukum

Dasar konstitusi

Pasal 2 Konstitusi Malta menyatakan bahwa agama Malta adalah "agama apostolik Katolik Roma" (ayat 1), bahwa otoritas Gereja Katolik memiliki kewajiban dan hak untuk mengajarkan prinsip-prinsip yang benar dan yang salah (ayat 2) dan bahwa pengajaran keyakinan apostolik Katolik harus diberikan di semua sekolah negeri sebagai bagian dari pendidikan wajib (ayat 3).

Malta, salah satu penandatangan Protokol 1 Konvensi Eropa tentang Hak Asasi Manusia, membuat pernyataan bahwa Malta menerima pasal 2 protokol tersebut (adalah hak orang tua agar anak-anak mereka dididik dengan agama atau pandangan-pandangan filsafat mereka) hanya sejauh "hal tersebut kompatibel dengan penyediaan pengajaran dan pelatihan yang efisien, dan menghindari pengeluaran publik yang tidak beralasan, dengan memperhatikan fakta bahwa penduduk Malta sangat teguh menganut Katolik Roma".[1]

Namun, pasal 2 (1) dan (3) Konstitusi tidak mengakar, tidak seperti pasal 40 yang menjamin penuh kebebasan hati nurani dan kebebasan beribadah religius dan melarang persyaratan pengajaran agama atau untuk menunjukkan kelebihan agama. Ini berarti bahwa jika ketentuan pasal 2 (1) dan (2) bertentangan dengan hak-hak yang dijamin oleh pasal 40, ketentuan-ketentuan yang terakhir yang berlaku. Berkaitan dengan pelajaran agama di sekolah-sekolah umum misalnya, siswa dapat memilih untuk menolak mengikuti pelajaran agama Katolik.

Malta secara resmi mendukung Italia dan merupakan salah satu dari sepuluh negara yang menyajikan secara tertulis hasil pengamatan ketika kasus Lautsi v. Italia didengar oleh Ruang Besar Pengadilan Hak Asasi Manusia Eropa mengenai pemasangan salib di dalam ruang kelas.

Agama dan kebijakan publik

Malta adalah negara Eropa terakhir (tidak termasuk Vatikan) yang memperkenalkan perceraian pada Oktober 2011 setelah pemungutan suara dalam sebuah referendum mengenai hal itu pada awal tahun itu.[2] Selanjutnya, Malta juga telah mencabut fitnah agama sebagai kejahatan pada Juli 2016.[3]

Aborsi ilegal dalam semua keadaan.[4][5] Selama bertahun-tahun beberapa celah (non-inklusi dari perairan luar teritorial, tidak ada lagi iklan) memperbolehkan individu-individu untuk menghindari larangan tersebut selama periode waktu terbatas.[6]

Kunjungan Pastoral

250px-Malta_-_Valletta_-_Triq_ir-Repubblika_18_ies.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Plakat di Valletta memperingati kunjungan Paus Yohanes Paulus II pada tahun 1990

Paus Yohanes Paulus II melakukan tiga kunjungan pastoral ke Malta, yaitu dua kali pada tahun 1990 dan sekali pada tahun 2001. Dalam kunjungan terakhirnya, ia melakukan beatifikasi tiga orang Malta, yaitu George Preca (yang kemudian dikanonisasi pada tahun 2007), Nazju Falzon, dan Adeodata Pisani.

Pada bulan April 2010, Paus Benediktus XVI juga mengunjungi Malta dalam perayaan 1950 tahun karamnya kapal Paul di Malta.[7]

Denominasi dan agama lain di Malta

250px-Malta_-_Paola_-_Triq_Kordin_-_Mosque_05_ies.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Masjid Maryam Al-Batool di Paola

Sebagian besar jemaat di gereja-gereja Protestan lokal bukan orang Malta. Banyak pensiunan Inggris tinggal di negara ini dan wisatawan-wisatawan dari banyak negara lain termasuk dalam jemaat itu. Pada tahun 2008, tujuh jemaat Saksi-Saksi Yehuwa melaporkan 569 penganut aktif, dengan kehadiran suatu Peringatan mencapai 1.120 orang. Gereja Yesus Kristus dari Orang-Orang Suci Zaman Akhir (Mormon), Gereja Baptis Alkitab Aliansi Injili Malta (TEAMalta)[8] memiliki tujuh gereja dan dua organisasi yang berafiliasi, dengan sekitar 400 anggota di antara mereka. Ada satu gereja Katolik Yunani, yang juga menyelenggarakan layanan Ortodoks Rusia beberapa kali setahun (ketika seorang patriark datang dari Moskow untuk merayakan misa untuk hari suci Ortodoks Timur, seperti hari Paskah).

Di Malta terdapat satu jemaat Yahudi. Ada hampir 100 keluarga Hindu di Malta yang mempraktikkan sendiri agama Hindu mereka.

Ada satu masjid Muslim dan satu sekolah agama Islam. Dari sekitar 3.000 Muslim di Malta, sekitar 2.250 adalah orang asing, sekitar 600 orang warga naturalisasi, dan sekitar 150 orang asli kelahiran Malta.[9] Terdapat juga Komunitas Muslim Ahmadiyah.

Zen Buddhisme dan kepercayaan bahá'í juga memiliki sekitar 40 anggota.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Treaty No. 009 made by Malta". Council of Europe (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 15-12-2017.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=Pemeliharaan CS1: layanan pengarsipan yang sudah usang (link)
  2. ↑ "MPs in Catholic Malta pass historic law on divorce". BBC News (dalam bahasa Inggris). 25-07-2011.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  3. ↑ "Bill decriminalising vilification of religion approved: 'A sad day for Malta' - Archbishop". Times of Malta (dalam bahasa Inggris). 12-07-2016. Diakses tanggal 15-12-2017.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate= and |date=
  4. ↑ "Europe's abortion rules". BBC News (dalam bahasa Inggris). 12-02-2007.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  5. ↑ "Malta Government Responds to EU's Pro-Abortion Recommendation". Euthanasia.com. 23-07-2002. Diakses tanggal 6 November 2011.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |date=
  6. ↑ Steven Ertelt (17-07-2006). "Malta pro-life advocates can't stop Spain abortion business from running ads". Life News.com. Diarsipkan dari asli tanggal 2010-02-08. Diakses tanggal 18-06-2006.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  7. ↑ Alessandra Stanley (09-05-2001). "Valletta Journal: Malta greets the Pope like a beloved spa client". New York Times. Diakses tanggal 18-06-2006.{{cite news}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date= and |date=
  8. ↑ TEAMalta (dalam bahasa Inggris) http://teamalta.org. Diakses tanggal 15-12-2017.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong; Periksa nilai tanggal dalam: |accessdate=
  9. ↑ "International Religious Freedom Report 2003 – Malta". Bureau of Democracy, Human Rights, and Labor, United States Department of State. Diakses tanggal 09-01-2008.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=

Pranala luar

Negara
berdaulat
Eropa Utara
Eropa Barat
Eropa Tengah
Eropa Timur
Eropa Selatan
Lintas benua
Negara dengan
pengakuan terbatas
Dependensi dan
wilayah lain
1 Terkadang dimasukkan ke Asia, tergantung definisi perbatasan. 2 Negara lintas benua.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan