| Nama sebelumnya | PN Adhi Karya (1961–1971) |
|---|---|
| Jenis | Badan usaha milik negara |
| BEI: ADHI | |
| Industri | Konstruksi |
| Entitas pendahulu | NV Associatie |
| Kantor pusat | |
Wilayah yang dilayani | Indonesia |
Tokoh kunci | Moeharmein Zein Chaniago[1] (Direktur Utama) Dody Usodo Hargo[1] (Komisaris Utama) |
| Layanan |
|
| Pendapatan | Rp 9,666 triliun (2025)[2] |
| Rp -5,681 triliun (2025)[2] | |
| Total aset | Rp 28,794 triliun (2025)[2] |
| Total ekuitas | Rp 3,297 triliun (2025)[2] |
| Pemilik | Danantara Asset Management (63,7%) BP BUMN (0,6%) Publik (35,7%) |
Jumlah karyawan | 2.109 (2025)[2] |
| Situs web | www.adhi.co.id |
PT Adhi Karya (Persero) Tbk adalah sebuah badan usaha milik negara Indonesia yang bergerak di bidang konstruksi. Pemerintah Indonesia memegang mayoritas saham perusahaan ini melalui Danantara.
Untuk mendukung kegiatan bisnisnya, perusahaan ini juga memiliki enam divisi yang berkantor di Medan, Palembang, Jakarta, Surabaya, Balikpapan, dan Makassar.[2]
Sejarah
Perusahaan ini telah eksis sejak masa pendudukan Belanda di Indonesia dengan nama NV Architecten-Ingenieurs en Aannemersbedrijf Associatie Selle en de Bruyn, Reyerse en de Vries (NV Associatie). Pada tahun 1958, perusahaan ini resmi diambil alih oleh Pemerintah Indonesia, dan pada tanggal 11 Maret 1960, Kementerian Pekerjaan Umum dan Tenaga mengubah nama perusahaan ini menjadi Perusahaan Bangunan Adhi Karya. Pada bulan Maret 1961, perusahaan ini ditetapkan menjadi sebuah perusahaan negara (PN),[3] dan pada tahun 1971, status perusahaan ini resmi diubah menjadi persero.[4] Pada tahun 2002, perusahaan ini mendirikan PT Adhi Realty untuk berbisnis di bidang pengembangan properti. Pada tahun 2004, perusahaan ini menjadi perusahaan konstruksi pertama yang melantai di Bursa Efek Indonesia.
Pada tahun 2012, perusahaan ini mengubah nama PT Adhi Realty menjadi PT Adhi Persada Properti. Dua tahun kemudian, perusahaan ini juga mendirikan PT Adhi Persada Beton dan PT Adhi Persada Gedung untuk berbisnis di bidang produksi beton pracetak dan pembangunan gedung. Pada tahun 2018, perusahaan ini mendirikan PT Adhi Commuter Properti untuk berbisnis di bidang pengembangan properti di sekitar stasiun LRT Jabodebek. Setahun kemudian, perusahaan ini juga mendirikan PT Dumai Tirta Persada untuk mengelola sistem penyediaan air minum di Dumai. Pada tahun 2020, bersama Brantas Abipraya, perusahaan ini mendirikan PT Jalintim Adhi Abipraya untuk mengelola KPBU perbaikan Jalan Lintas Timur Pulau Sumatra.[2][5]
Pada bulan Maret 2025, pemerintah menyerahkan mayoritas saham perusahaan ini ke Biro Klasifikasi Indonesia, sebagai bagian dari upaya untuk membentuk holding operasional di internal Danantara.[6]
Referensi
- 1 2 "Komisaris & Direksi". Adhi Karya (Persero). Diarsipkan dari asli tanggal 2021-10-01. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- 1 2 3 4 5 6 7 "Laporan Tahunan 2025" (PDF). Adhi Karya (Persero) (PDF). Diakses tanggal 21 Mei 2026.
{{cite web}}: Periksa nilai|archive-url=Pemeliharaan CS1: Status URL (link) - ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 65 tahun 1961" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- ↑ "Peraturan Pemerintah nomor 41 tahun 1971" (PDF). Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. Diakses tanggal 11 Maret 2023.
- ↑ "Profil Perusahaan". Adhi Karya (Persero). Diarsipkan dari asli tanggal 2020-10-26. Diakses tanggal 1 Oktober 2021.
- ↑ "Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2025" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan RI. Diakses tanggal 14 April 2025.
{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Pranala luar
- (Indonesia) (Inggris) Situs resmi
Badan usaha milik negara di bawah Danantara | |
|---|---|
| |
| Energi dan sumber daya mineral | |
| Industri pengolahan | |
| Telekomunikasi dan media informasi | |
| Jasa keuangan | |
| Konstruksi | |
| Pariwisata | |
| Pertanian | |
| Transportasi dan logistik | |