Senin, 28 September 2026
17:44 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Zidanta II

Zidanta II
PendahuluHantili II
PenerusHuzziya II
Pasangan menikahYaya
KerabatHantili II (diduga pamanda)

Zidanta II (skt. 1450) merupakan seorang raja Het (Kerajaan Tengah), pada akhir abad ke-15 SM dari tahun 1480 sampai 1490[1] (kronologi pendek).

Kehidupan

Dia mungkin keponakan Hantili II dan memiliki seorang istri bernama Yaya. Zidanta berdamai melalui sarana perjanjian paritas dengan seorang penguasa bernama Pilliya, rekannya di Kizzuwatna. Ini adalah perjanjian paritas yang terakhir yang pernah ditandatangani oleh raja Het kepada raja Kizzuwatna.[2]

Ia digantikan oleh Huzziya II meskipun hubungan mereka masih belum jelas.

Referensi

  1. ↑ "List of rulers of Anatolia". Diakses tanggal April 28, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ "Kingdoms of Anatolia". Diakses tanggal April 28, 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Gelar kebangsawanan
Didahului oleh:
Hantili II
Raja Het
skt. akhir abad ke-15 SM
Diteruskan oleh:
Huzziya II
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan