Senin, 19 Oktober 2026
17:44 WIB
TERKINI
Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global Lampung Tengah Kebakaran Landa TPA Bandarjaya Lampung Tengah, Gas Metan Diduga Pemicu Utama Pesawaran Pesawaran Jadi Pelopor Lampung, Lantik Pengurus Abpednas di 11 Kecamatan Lampung Tengah Asap Tebal TPA Bandar Jaya Picu Tabrakan Beruntun di Tol Trans-Sumatera, Dua Korban Luka Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 19 Oktober 2026: Waspada Hujan Malam Hari Lampung Aktivitas Gunung Anak Krakatau Tetap Siaga, Kegempaan Terus Terjadi Universitas Teknokrat Indonesia Mahasiswa Universitas Teknokrat Raih Empat Gelar Bergengsi di Kompetisi Bahasa Inggris Nasional Pesisir Barat Pesisir Barat Jalin Kemitraan Strategis, Dorong Akses Pendidikan Tinggi Terjangkau Universitas Teknokrat Indonesia Teknokrat dan PMD Pesawaran Bersinergi Wujudkan Desa Digital Berkelanjutan Humaniora Memperkuat Hak Konstitusional Perempuan Adat untuk Kedaulatan Bangsa Pesawaran Lampung Dorong Rantai Pasok Hijau Kakao, Kopi, Lada ke Pasar Global
Zidanta I

Zidanta I

Bagikan:
Zidanta I
250px-Yazilikaya_B_Thudalija.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
PendahuluHantili I
PenerusAmmuna
Pasangan menikahputri Hantili[1]
AnakRaja Ammuna[2]
KerabatHuzziya I (cucu)

Zidanta I merupakan seorang raja Het (Kerajaan Lama), yang berkuasa selama 10 tahun, pada sekitar tahun 1496-1486 SM (kronologi pendek). Menurut Proklamasi Telepinu, raja ini berkuasa melalui pembunuhan.[3][4]

Zidanta menikahi putri Hantili, saudara ipar Raja Mursili I.[5] Zidanta mendorong dan membantu Hantili untuk membunuh Mursili dan merebut takhta. Pada akhir hidup Hantili, Zidanta membunuh Pišeni, pewaris sah, bersama dengan anak-anak Pišeni dan terutama pelayannya, sehingga memungkinkan dirinya untuk menjadi raja.

Diketahui bahwa nama istrinya berakhir baik dengan -ša atau -ta.

Zidanta dibunuh oleh putranya sendiri, Ammuna, yang kemudian menggantikannya.

Catatan

  1. ↑ Hittite Studies in Honor of Harry A. Hoffner, Jr. by Harry A. Hoffner, Gary M. Beckman, Richard Henry Beal, John Gregory McMahon
  2. ↑ Waltraud Sperlich: Die Hethiter, Das vergessene Volk, Jan Thorbecke Verlag GmbH, Ostfildern
  3. ↑ Edict of Telepinu, §18
  4. ↑ The Kingdom of the Hittites by Trevor Bryce
  5. ↑ Telepinu Proclamation, §13

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan