Kamis, 24 September 2026
05:52 WIB
TERKINI
Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN Nasional Pemulihan Pascabencana NTT: PSI Desak Perhatian Berkelanjutan Setelah Kunjungan Presiden Megapolitan Diantar Ayah, Zaki Berburu Peluang Kerja di Job Fair Setelah 4 Kali Gagal Regional Misteri Terkuak: Jasad ABK Kapal Jurnalis di Enggano Teridentifikasi Lewat DNA Cek Fakta Waspada! Penipuan Cek Bansos 2026 Marak, Data Pribadi Jadi Incaran Cek Fakta Waspada Penipuan BLT Kesra 2026 via Telegram: Kenali Prosedur Resmi Cek Fakta Mengungkap Tiga Hoaks Besar Korupsi yang Menjerat Nama Mantan Presiden Jokowi Hukum & Kriminal Aktivis Desak Kemenimipas Transparan Ungkap Dokumen Remisi Pemerkosa Belasan Santriwati Eropa & Amerika Presiden Trump Serukan Negara Anggota Mundur dari ICC, Ancam Sanksi Lembaga Eropa & Amerika AS, Denmark, dan Greenland Sepakati Perluasan Militer Strategis Tanpa Batas Waktu Hukum KPK Ungkap Puluhan Celah Korupsi Pengurusan Dokumen Tanah di ATR/BPN
Yomi

Yomi

250px-Green_willow_and_other_Japanese_fairy_tales_%281910%29_%2814593788578%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Yomi dalam Green willow dan dongeng Jepang lainnya (1910)

Yomi atau Yomi no Kuni menurut mitologi Jepang merupakan nama yang digunakan untuk menyebut tempat beradanya orang-orang yang telah mati. Dalam catatan lain, selain orang-orang yang telah mati Yomi juga dihuni oleh dewa kegelapan.[1] Berbagai literasi mendeskripsikan istilah Yomi sebagai neraka, jurang tak berdasar, atau kerajaan kegelapan yang terletak di bawah bumi. Dalam beberapa versi, Yomi dikuasai atau dpimpin oleh Tsuikiyomi-no-Mikoto, yang sering disebut Tsuki-yomi. Tsuki-yomi adalah penguasa bulan dan penguasa malam. Dikatakan juga bahwa Yomo-tsu-kuni adalah dewa alam kematian. Kebalikan dari Yomi adalah Ama (surga).[2]

Yomi no Kuni (黄泉の国) juga dikenal sebagai Yomotsu kuni (黄泉国-Tanah Kesuraman), Ne no kuni (根の国-Tanah akar), Tokoyo no kuni (常世の国),[3] Meido, Neno-katatsu kuni, Soko-no-kuni (Tanah Dalam), Sokutsu-kuni (Tanah Bawah), Yomi-no-yo, atau Yomi-tsu-kuni (Tanah Kegelapan).[2]

Mitologi

Cerita yang menyangkut tentang Yomi-no-kuni ditemukan di catatan Kojiki (catatan hal-hal kuno) pada awal abad kedelapan (711-712). Terdapat kisah tentang Dewa Izanagi yang merindukan istrinya yang telah meninggal, Dewi Izanami, dan hendak mengunjunginya di Yomi no kuni dengan tujuan untuk membawanya kembali. dalam perbincangan mereka sebelumnya Izanami memberi tahu kepada suaminya untuk tidak melihatnya, tetapi Izanagi telah melanggar janji tersebut dan menatap istrinya. Dewa Izanagi terkejut dengan penampilan Izanami yang telah membusuk, dipenuhi oeh belatung dan delapan dewa petir mengikat tubuhnya. Setelah kejadian tersebut Dewa Izanagi sangat ketakutan sehingga ia memutuskan untuk melarikan diri dari yomi no kuni. Ia kemudian menyebut Yomi no kuni sebagai tanah yang paling tidak menyenangkan, mengerikan dan kotor.[4]

Referensi

  1. kamastra, Jacques H (1967). Encounter Or Syncretism: The Initial Growth of Japanese Buddhism. Brill. hlm. 453.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. 1 2 Turner, Patricia (2013). Encyclopedia of Ancient Deities. New York: Taylor & Francis. hlm. 518. ISBN 9781135963903.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. Malá, Zuzana (2019). Religious Practices in the Japanese Mountains: From Fleeing the Hells Towards the Healthy, Sustainable and Spiritual Practices of the Consumer Society. Masarykova univerzita. hlm. 20. ISBN 9788021091986.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. Morishita, Saburo Shawn, ed. (2017). Materiality in Religion and Culture: Tenri University - Marburg University Joint Research Project. Zurich: Lit Verlag. hlm. 76. ISBN 9783643906311.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan