Jumat, 25 September 2026
09:29 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Hukum Mobil Halangi Ambulans Pasien Kritis di Surakarta: Sorotan Pentingnya Prioritas Jalan dan Sanksi Hukum

Tsukuyomi

Dewa bulan dalam Shinto dan mitologi Jepang

Tsukuyomi (bahasa Jepang:月夜見) atau dilafalkan Tsukuyomi-no-Mikoto (月夜見の尊) adalah dewa bulan atau sang penguasa waktu malam menurut mitologi Jepang.[1] Ia merupakan satu dari “Tiga Anak Suci” dan saudara laki-laki dari Amaterasu, sang dewi matahari dan Susanoo, sang dewa petir.


Tsukuyomi terlahir dari mata kanan Izanagi ketika Ia melakukan pembersihan sepulang dari neraka.[2] Tetapi dalam kisah lain disebutkan ia terlahir dari kaca yang dibuat dari tembaga putih yang digenggam oleh tangan kanan Izanagi.[3] Sifatnya yang beringas seperti rela membunuh Ukemochi, membuatnya mirip dengan Susanoo.[3]

Sekilas

Nama Tsukuyomi merupakan kombinasi dari kata “bulan” (tsuki) dan “membaca; menghitung” (yomu) sehingga diasumsikan bahwa namanya merujuk “membaca” fase-fase waktu kalender bulan. Terlahir untuk melengkapi dewi matahari amaterasu.[2] Sumber lainnya menginterpretasi namanya merupakan kombinasi dari kata Tsukiyo “cahaya malam rembulan” dan kata miru “melihat ke”. Namun, interpretasi lainnya lagi diambil dari kanji bahasa Jepang yang Yumi “busur” yang terkorupsi katanya menjadi Yomi yang menjadi “dunia bawah.” [3]

Legenda

Setelah menaiki tangga surga, Tsukuyomi tinggal di surga atau Takamagahara dengan kedua saudara lainnya.[4] Tsukuyomi mulai bosan dan Ia pun memutuskan untuk menikahi Amaterasu.[5] Keseharian mereka berjalan baik sampai pada suatu hari dia menghadiri perjamuan yang diselenggarakan oleh Ukemochi. Selama perjamuan, Ukemochi malah meresponnya dengan mengeluarkan makanan itu dari anus, mulut, dan hidungnya; seketika itulah langsung dewi makanan itu dibunuh.[2] Hal inilah yang menyebabkan bahan pokok seperti beras menjadi sangat dibutuhkan di bumi.[1]

Mengetahui kejadian itu, Amaterasu pun kesal dengan ulah saudaranya tersebut, dan berjanji tidak akan pernah bertemu dengannya.[2] Inilah penyebab kenapa matahari dan bulan tidak pernah muncul pada waktu yang sama.[1]

Interpretasi

Menurut Kojiki, Tsukuyomi tidak pernah muncul kembali karena proses kelahirannya yang terkesan konyol, tetapi menurut nihongi dia tinggal dengan amaterasu.[2] Dalam catatan Nihongi Emperor Kenso terdapat episode di mana seorang manusia kerasukan dan memberikan petuah langsung dari Tsukuyomi yang mengatakan bahwa lahan pertanian harus diserahkan kepada dewa Takamimushuhi.[2]

Karena kisahnya yang membunuh dewi makanan dan hubungannya dengan bulan panen di penghitungan kalender bulan, Tsukuyomi dapat diperkirakan adalah pengetahuan mengenai pertanian atau agrikultura.[2]

250px-Tsukuyomi_shrine_Kyoto.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Kuil yang didedikasikan untuk Tsukuyomi.

Popularitas

Tsukuyomi merupakan objek penyembahan di beberapa kuil yang terpisah, yaitu Kuil Agung Tsukuyomi-no-Miya di daerah Ise, dan beberapa lokasi lainnya di daerah Yamashiro.[3]

Di anime Naruto, Tsukuyomi merupakan jutsu terhebat dari pemilik sharingan, dan Mugen Tsukoyomi juga merupakan jutsu terhebat dari pemilik rinne sharingan.

Rujukan

  1. 1 2 3 Roberts, Jeremy. 2009. Japanese Mythology A to Z: Second edition. New York: Infobase Publishing.
  2. 1 2 3 4 5 6 7 (Inggris) Mori Mizue. Encyclopedia of Shinto. "Tsukuyomi".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  3. 1 2 3 4 (Inggris) Tohou Wiki. "Lord Tsukuyomi".{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  4. ↑ (Inggris) Remote Database. "Tsukuyomi". Diarsipkan dari asli tanggal 2016-03-04. Diakses tanggal 2014-04-22.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
  5. ↑ (Inggris) TV Tropes. "The Three Great Gods". Diarsipkan dari asli tanggal 2014-04-04. Diakses tanggal 2014-04-22.{{cite journal}}: Kutipan journal memerlukan |journal=
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan