Kamis, 15 Oktober 2026
21:47 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
William Marsden

William Marsden

Bagikan:
250px-William_Marsden.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
William Marsden

William Marsden (16 November 1754 – 6 Oktober 1836) merupakan seorang orientalis, linguis, numismatis, dan perintis dalam studi ilmiah mengenai Indonesia.

Kehidupan awal

Marsden adalah anak seorang pedagang dari Dublin. Marsden juga dididik di Dublin. Setelah mendapatkan penunjukan dinas sipil di East India Company dalam usia 16 tahun, ia dikirim ke Bencoolen (sekarang Bengkulu), Sumatra, pada tahun 1771. Ia dipromosikan ke jabatan sekretaris umum pemerintah, dan mendapatkan pengetahuan bahasa Melayu dan negeri tersebut. Setelah kembali ke Inggris pada tahun 1779, Marsden menulis buku History of Sumatra (1783).

Pekerjaan

William Marsden bekerja sebagai sekretaris untuk Perusahaan Hindia Timur Britania Raya. Ia bertugas di Bengkulu Britania yang merupakan wilayah kekuasaan Inggris.[1] Pada tahun 1795, ia diangkat sebagai sekretaris kelautan II, kemudian naik pangkat menjadi sekretaris kelautan I dengan gaji £4.000 per tahun. Ia pensiun pada tahun 1807 dengan uang tunjangan £1.500 per tahun yang dilepaskannya pada tahun 1831. Pada tahun 1812, ia menerbitkan Grammar and Dictionary of the Malay Language. Ini diikuti oleh terjemahan Il Milione karya Marco Polo pada tahun 1818.

Marsden merupakan anggota sejumlah perkumpulan terpelajar[2] dan wakil pimpinan Royal Society. Pada tahun 1834, ia mempersembahkan koleksi koin oritental kepada Museum Britania dan kepustakaan buku-buku dan manuskrip oriental kepada King's College London. Karyanya yang lain adalah Catalogue of Dictionaries, Vocabularies, Grammars and Alphabets (1796), Numismata orientalia (London, 1823-1825), dan sejumlah karya ilmiah tentang karya ilmiah pada masalah ketimuran dalam Philosophical Transactions dan Archaelogia.

Kehidupan pribadi

Ia menikah dengan Elizabeth, puteri dari sahabatnya Sir Charles Wilkins FRS, tetapi tak memiliki anak. Marsden meninggal akibat apopleksia dan dimakamkan di Kensal Green Cemetery. Ia meninggalkan tanah miliknya pada sanaknya Rev. Canon John Howard Marsden. Elizabeth kemudian menikah dengan Kolonel William Martin Leake FRS pada tanggal 17 September 1838.

Karya pilihan

  • Titel
    Titel
  • A Malay, native of Bencoolen [Redjang]
    A Malay, native of Bencoolen [Redjang]
  • A Village House in Sumatra
    A Village House in Sumatra
  • A Plantation House in Sumatra
    A Plantation House in Sumatra
  • Entrance of Padang River
    Entrance of Padang River
  • View of Padang Hill
    View of Padang Hill
  • Sumatran Weapons
    Sumatran Weapons
  • Sumatran Weapons
    Sumatran Weapons
  • Sumatran Alphabets
    Sumatran Alphabets
  • A Map of the Island of Sumatra in the East Indies. Der Pfeil zeigt auf Marsdens Aufenthaltsort.
    A Map of the Island of Sumatra in the East Indies. Der Pfeil zeigt auf Marsdens Aufenthaltsort.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Nurdaya-Djafar, Iwan (2023). "Pengantar". Dalam Saputro, Christian Heru Cahyo (ed.). Lampung Tempo Doeloe. Semarang: Cipta Prima Nusantara. hlm. xv. ISBN 978-623-380-035-8.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ "Proceedings of Learned Societies," Philosophical Magazine. Vol. XXV (1806). p. 267.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan