Senin, 28 September 2026
21:07 WIB
TERKINI
Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto Berita Fenomena Unik 'Hujan Salju' di Lapangan Sempur Bogor, Warga Sambut Riang Internasional Profesor Biao Xiang: Idola Gen Z China yang Berani Bahas Kecemasan Hidup Berita Pelaku Injak Al-Qur'an di Lebak Divonis Penjara, Wajib Minta Maaf Publik Berita Dilema Ganjil Genap Jakarta: Evaluasi Setelah 1 Dekade, Relaksasi Jadi Perdebatan Berita Evakuasi Buaya Peliharaan di Bandar Lampung Penuh Haru, Pemilik Sempat Pingsan Berita Polemik Buku 'Memburu Muhammad': Penulis dan Tokoh Islam Jelaskan Niat Baik Regional Flyover Ciroyom Bandung Rampung, Solusi Baru Atasi Kemacetan Kota Regional Informasi Persiapan Vihara Jelang Imlek Belum Tersedia Regional Wujudkan Rumah Impian: Pendaftaran KPR Kini dalam Genggaman dengan BTN Mobile Prelude Mengungkap Akal-akalan Aturan Pemilu Melalui Lensa Pareto

Wikipedia:Warung Kopi (Bahasa)/Arsip/2019/3


 Arsip

Kovenan

Saya mau tanya, kalo istilah "Covenant" dalam konteks keagamaan cocoknya diterjemahkan jadi apa ya ? Kalo konteksnya politik mungkin bolehlah ya pake istilah neologisme "Kovenan", contoh Kovenan Internasional tentang Hak-Hak Ekonomi, Sosial, dan Budaya, lha tapi kalo konteksnya keagamaan apakah boleh pake neologisme juga, contoh Kovenan Baru gitu misalnya, kalo ntar kalo pake istilah "Perjanjian" atau "Janji" nanti malah nabrak ama istilah "Perjanjian Baru" (merujuk kepada kitab suci, sementara Kovenan Baru merujuk pada kata sifat).

Trus juga en:Covenant of the pieces atau Cutting of the covenant. LAI & LBI sama-sama menerjemahkan judulnya jadi Perjanjian Allah dengan Abram; janji tentang keturunannya, mungkinkah nanti artikelnya di WBI diterjemahkan judulnya jadi "Perjanjian tentang keturunan Abraham" atau bagaimana (disingkat "Perjanjian Abraham" juga nggak mungkin soalnya setau saya perjanjian Allah & Abraham nggak cuma masalah keturunan) Ditunggu pendapatnya --Glorious Engine (bicara) 28 Februari 2019 01.34 (UTC)

Lihat Kateglo. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 28 Februari 2019 02.49 (UTC)

Dalam konteks HAM, istilah "kovenan" dipakai oleh lembaga2 HAM di Indonesia, jadi itu bukan neologisme. Karena penggunaannya spesifik, jadi tdk bisa dipakai untuk konteks Alkitab.  Mimihitam  28 Februari 2019 05.17 (UTC)

Dari beberapa literatur daring yang saya baca. Kata kovenan sudah cukup umum digunakan dalam konteks agama Kristen. Beberapa menambahkan kata perjanjian sebagai penjelasː kovenan (perjanjian) Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 1 Maret 2019 09.54 (UTC)

Byzantine Empire

Mengingat akhir2 ini penggunaan padanan untuk Byzantine Empire semakin beragam, apakah di sini ada ide padanan mana yang paling tepat untuk Byzantine Empire?

  1. Kekaisaran Romawi Timur, seperti yang dipakai saat ini
  2. Kekaisaran Bizantium
  3. Kekaisaran Bizantin seperti yang digunakan oleh Japra, karena Bizantin adalah adjektif selayaknya Portugis

Mohon pendapatnya @Japra Jayapati @HaEr48 @IvanLanin @Hafidh Wahyu P @Gunarta  Mimihitam  27 Februari 2019 13.22 (UTC)

@Mimihitam: Saya pakai Kekaisaran Bizantin karena menurut saya ini terjemahan paling tepat untuk "Byzantine Empire", tetapi pemakaian istilah "Kekaisaran Romawi Timur" maupun "Kekaisaran Bizantium" juga sah-sah saja, karena padanan Wikipedia bahasa Indonesia untuk nama dan istilah tertentu dalam Wikipedia bahasa Inggris tidak selamanya harus merupakan "terjemahan yang paling tepat" untuk kata atau frasa Inggrisnya. Andaikata pengurus hendak menetapkan padanan standar untuk istilah Byzantine Empire yang wajib digunakan dalam seluruh artikel Wikipedia Bahasa Indonesia, maka saya mengusulkan untuk menggunakan istilah "Kekaisaran Romawi Timur", karena lebih dekat dengan endonimnya (Imperium Romanum). تابيق ~ Japra (obrol) 27 Februari 2019 16.16 (UTC)
Kalau menurutku, Kekaisaran Romawi Timur maupun Kekaisaran Bizantium rasanya dua-duanya sering dijumpai di teks dan mudah dimengerti (misal "Bizantium"+adalah vs "Romawi Timur"+adalah), jadi tidak apa-apa tidak selalu seragam di semua artikel (ibaratnya istilah-istilah yang punya sinonim yang sama-sama baku dan umum). Kalau Bizantin sebagai adjektif, aku cenderung tidak menyarankan dipakai, karena di bahasa Indonesia proper noun nama tempat yang memiliki adjektif berbeda dengan nomina cukup jarang, hal ini sering berakibat salah paham. Misalnya kata "Romawi" atau "Portugis" mungkin dasarnya adalah adjektiva tetapi sering dipakai sebagai nomina, jadi sekarang rancu apakah bisa diterima sebagai nomina, ataukah seharusnya hanya adjektiva. Sebelum kerancuan yang sama muncul untuk kata "Bizantin" aku usul kita pakai "Bizantium" atau "Romawi Timur" saja yang lebih multifungsi. HaEr48 (bicara) 28 Februari 2019 18.14 (UTC)
@Mimihitam: Saya setuju dengan HaEr48. IvanLanin (bicara) 1 Maret 2019 18.49 (UTC)
@Mimihitam: Saya setuju untuk menggunakan "Kekaisaran Bizantium" untuk menerjemahkan "Byzantine Empire". "Kekaisaran Romawi Timur" sebaiknya hanya digunakan jika diperlukan untuk menerjemahkan istilah "Eastern Roman Empire", yang dalam Wikipedia Bahasa Inggris juga kebanyakan dialihkan ke "Byzantine Empire". Jadi, satu istilah Indonesia per istilah Inggris. JohnThorne (Bicara) 1 Maret 2019 19.41 (UTC)

Terjemahan & Judul Artikel

Salam.

  • Saya ingin bertanya, terjemahan apa yang cocok untuk kata Co-Cathedral? Apakah terjemahannya dalam Indonesia itu menjadi "Ko-Katedral" atau "Katedral bersama"? Soalnya saya bingung kalau mau menerjemahkan artikel yang mengenai Co-Cathedral dari bahasa Inggris.
  • Untuk judul artikel mengenai Ordo Makam Kudus kok malah berjudul Bintang Makam Kudus dan mengapa harus artikelnya dipindahkan ke judul itu? Padahal seharusnya adalah Ordo Makam Kudus. Tolong dikembalikan ke yang sebenarnya. Khusus untuk judul artikel ini, saya memanggil @Glorious Engine:.

Terima kasih. Salam. ✠Aviel Dase (Kirim Pesan) 6 Maret 2019 00.27 (WITA)

Mengenai bintangnya, sudah saya kembalikan ke Ordo.

Mengenai ko-katedral, kalo diterjemahkan "katedral bersama" kurang cocok, soalnya ini konsepnya untuk padanan katedral [utama] dan "wakil" katedral/katedral "bawahan"nya (ko-katedral), kayak sistem pilot & ko-pilot gitu (NB: ko-pilot sendiri juga pernah dibahas disini). Lagipula istilah ko-katedral sendiri kayaknya juga udah dipakai di luar Wiki: http://www.keuskupansibolga.org/2017/05/imam-baru-keuskupan-sibolga.html --Glorious Engine (bicara) 5 Maret 2019 22.16 (UTC)

@Glorious Engine: Terima kasih atas infonya, dan terima kasih sudah mengembalikan judul artikel tersebut. Salam :). ✠Aviel Dase (Kirim Pesan) 6 Maret 2019 10.56 (WITA)

terjemahan EN -> ID

  • EN: "tooltip" (contoh: BR) --> ID: ??
  • EN: "bells and whistles" --> ID: "pernak-pernik" ?? "bel dan peluit" ?? ide lain ??

Taylor 49 (bicara) 4 Maret 2019 15.07 (UTC)

@User:Taylor 49 Saya belum pernah menemukan ada yang "berhasil" memadankannya tooltip. Sedangkan bells and whistles. Kalau yang Anda maksud bells and whistles bermakna tambahan, sesuatu yang tidak penting, tambahan yang tidak memberikan tambahan fungsi esensi (hanya sekadar hiasan), atau barang tidak berguna setahu saya tidak ada padanan tunggalnya. Namun ada beberapa kata yang memiliki makna di atas, yaituː (n) embel, embel-embel, printilan, remeh-temeh, tetek bengek, umbai; (a) cuai, remeh, remeh-cemeh, remeh-temeh, sepele. Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 6 Maret 2019 17.46 (UTC)
@Ilham151096: Terima hasih atas daftar dengan baynak alternatif. Apakah "pernak-pernik" juda sesuai? Taylor 49 (bicara) 8 Maret 2019 11.33 (UTC)
Kurang tepat. Karena pernak-pernik maupun pernik merujuk pada hal-hal atau benda kecil. Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 8 Maret 2019 11.43 (UTC)

Motorsport

Saya berniat menerjemahkan Motorsport, tetapi saya masih bingung padanan kata yang sesuai untuk Bahasa Indonesia-nya apa ya? Apakah Olahraga bermotor atau Olahraga automotif? Karena keduanya juga masih agak rancu, bermotor diasosiasikan ke balap motor sementara automotif selalu diasosiasikan dengan balap mobil. F1fans (bicara) 9 Maret 2019 16.11 (UTC)

Konsistensi nama rumah sakit

Saya masih menemukan inkonsistensi judul artikel rumah sakit. Contohya Rumah Sakit Umum Daerah XXXXX Vs. RSUD XXXXX. Jika kita mau konsisten, mana yang harus kita ikuti? Ada pendapat lain? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 25 Februari 2019 19.18 (UTC)

  • Sebenarnya lebih cenderung tanpa singkatan, jadi: Rumah Sakit Umum Daerah XXXXX, tetapi berhubung nama rumah sakit di Indonesia, terutama yang dikaitkan dengan nama seorang tokoh, sering kali sangat panjang, maka saya Setuju Setuju untuk konsisten menggunakan singkatan RSUD XXXXX di mana dalam artikel harus dijabarkan apa RSUD itu. Hal ini mirip dengan kasus SMP XXXXX atau SMA XXXXX. JohnThorne (Bicara) 25 Februari 2019 19.36 (UTC)
  • Setuju Setuju kalau diringkas saja, dengan alasan (1) agar panjangnya tidak berlebihan (misal "Rumah Sakit Umum Daerah dr. H. Soemarno Sosroatmodjo"), (2) sesuai dengan poin 3 di Wikipedia:Pedoman penamaan yaitu "Singkatan sedapat mungkin dihindari, namun penggunaannya dapat diperbolehkan bila singkatan itu sangat dikenal dan tidak memiliki arti lain" dan (3) sumber teks lain pun sering menyingkat seperti ini. Tapi tentu saja dapat dibuat pengalihan dari judul versi panjangnya, dan nama panjangnya juga dapat ditulis di paragraf pertama artikel jika diinginkan. HaEr48 (bicara) 28 Februari 2019 17.56 (UTC)
  • Setuju Setuju Mempertimbangkan nama beberapa rumah sakit yang cukup panjang, jadi kiranya aturan nama rumah sakit dapat diperlakukan sama sebagaimana nama sekolah. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 1 Maret 2019 10.08 (UTC)

Berikut nama rumah sakit yang sudah umum disingkatː

  • Rumah Sakit = RS
  • Rumah Sakit Umum Daerah = RSUD
  • Rumah Sakit Ibu dan Anak = RSIA
  • Rumah Sakit Angkatan Laut = RSAL
  • Rumah Sakit Pusat Angkatan Udara = RSPAU
  • Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat = RSPAD

@JohnThorne, HaEr48, dan Hanamanteo: Apa rumah sakit perlu disingkat juga? Ada tambahan lain? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 4 Maret 2019 13.27 (UTC)

@Ilham Cahyo Nugroho: Pada prinsipnya tanpa singkatan kecuali bila terlalu panjang. Nama-nama di atas (Rumah Sakit, Rumah Sakit Umum Daerah, dll.) tentunya tidak perlu disingkat sebagai judul artikel tersendiri (sebagai halaman utama, tanpa diikuti nama rumah sakit), sedangkan untuk nama "Rumah Sakit XXXXX" yang tidak mengandung singkatan empat huruf (RSUP, RSUD dll.) atau lebih sebaiknya tidak disingkat. Demikian sedikit saran. JohnThorne (Bicara) 4 Maret 2019 16.41 (UTC)
JohnThorne SD Karitas Nandan Yogyakarta itu justru malah menggunakan singkatan, bukannya Sekolah Dasar Karitas Nandan Yogyakarta. Kalau mau konsisten, mestinya rumah sakit yang nama artikelnya hanya bertuliskan "Rumah Sakit" tanpa lanjutan "Umum Daerah", "Ibu dan Anak", dll. juga turut disingkat sebagaimana artikel sekolah dasar. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 12 Maret 2019 09.10 (UTC)
@JohnThorne, HaEr48, dan Hanamanteo: Apa perlu dibuat permohonan pendapat-nya? Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 14 Maret 2019 05.09 (UTC)

Agama menurut abad

Saya mau pencocokan untuk kategori agama menurut abad aja:

--Glorious Engine (bicara) 7 Maret 2019 13.04 (UTC)

Bagaimana kalau penamaannya menjadi "Keagamaan menurut abad"? Sesuai definisi, 'keagamaan: (kt. benda) hal-hal yang berkaitan dengan agama'. Jadi, kategorinya menjadi "Keagamaan abad ke-4", "Keagamaan abad ke-10", dsb. Sekadar usul. -- Adiputra बिचर -- 8 Maret 2019 04.12 (UTC)
Jangan "Keagamaan" lah, Kan kategori tahun pendirian organisasi agama formatnya "Kategori:Organisasi agama yang didirikan tahun...". Oh ya, selamat Nyepi sebelumnya kepada bung @M. Adiputra: --Glorious Engine (bicara) 8 Maret 2019 05.10 (UTC)
Bagaimana kalau XXX century in religion -> abad ke-XXX menurut agama? Sebagai perbandingan pola penamaan yang sudah dipakaiː
  • XXX-century people by religion -> Tokoh abad ke-XXX menurut agama
  • Religion by century -> Abad di dalam agama
  • Christianity by century -> Kekristenan menurut abad
  • XXX-century Christians -> Kristen abad ke-XXX
--Ilham Cahyo Nugroho Obrolan I'am 8 Maret 2019 14.29 (UTC)
BTW, saya belum menangkap korelasi dengan format pendirian organisasi agama.
Istilah "Keagamaan" saya usulkan, dengan membandingkannya dengan kategori "Kekristenan". Sudahkah membaca definisi "Keagamaan" dan "Kekristenan" pada kamus? -- Adiputra बिचर -- 9 Maret 2019 13.15 (UTC)

Kekristenan sendiri kalo nggak salah istilahnya eksklusif, karena lingkup istilah "Kekristenan" (kata sifat) itu sendiri tak hanya melingkupi Kristen mainstream yang mengakui Ketuhanan Isa Almasih & Tritunggal, tapi juga berbagai sekte seperti SSY, Nestorian, Adventis Hari Ketujuh (Mormon), Arian, Manikean, Gnostik, dlsb. Cek aja di artikel-artikel berformat "Kekristenan di...", pasti juga mencantumkan kelompok-kelompok Kristiani non-mainstream. Kayak artikel ini misalnya: Ajaran Agama Buddha Sesuai dengan Sila Ketuhanan Yang Maha Esa (walau saya sendiri nggak yakin sama artikel itu soalnya kata Ketuhanan itu bermula dari kepanjangan sila "...dengan kewajiban menjalankan syariat Islam", persis kayak teori konspirasi kalo Pancasila itu buatan Yahudi)

Sementara kalo "agama" mau pake awalan- -akhiran "ke- -an" atau nggak sudah meliputi seluruh agama itu sendiri. --Glorious Engine (bicara) 10 Maret 2019 00.58 (UTC)

Sebenarnya kalau membawa contoh agama lain, saya kurang mendapatkan maksudnya. Apalagi sampai membawa teori konspirasi. Apakah itu masih berada di jalur pembahasan topiknya, atau melenceng?
Kemudian kalimat terakhir Anda, itu merupakan opini pribadi saja, tanpa menyebut sumber yang valid. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 03.49 (UTC)

Category:XXXX in the United States by city/state

Saya minta saran untuk penerjemahan 2 kategori ini dalam bahasa Indonesia:

Apakah:

  • Kategori:Tahun 1993 di Amerika Serikat menurut kota/negara bagian
  • Kategori:Amerika Serikat menurut kota/negara bagian dalam tahun 1993
  • Kategori:Kota/negara bagian di Amerika Serikat dalam tahun 1993

--Glorious Engine (bicara) 21 Maret 2019 03.51 (UTC)

Format ini memang perlu distandarkan,
  • "[waktu] di/dalam [subjek]",
  • "[subjek] bulan/tahun [waktu]", atau
  • "[subjek] pada bulan/tahun [waktu]".
Buatkan saja votingnya. — Farras💬 26 Maret 2019 18.06 (UTC)

Menghapus jejak profil wikipedia yang salah

Dear wikipediawan... Perkenalkan nama saya Bobby Prabawa, izin bertanya apakah saya bisa menmghapus jejak profil wikipedia yang salah di wikipedia? Sepengetahuan saya jejak tersebut tersimpan di server google, dan server wikimedia, jadi bagaimana prosedurnya jika profil yang salah tersebut ingin saya hapuskan? Jika itu bisa dilakukan. Terima kasih.

Salam Bobby Prabawa

Bobby Prabawa 23 Maret 2019 01.36 (UTC)

Diskusi di bawah sudah ditutup. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi bagian ini.

Perubahan Sumatera menjadi Sumatra

Per 19 Juli 2023, konsensus ini telah diamandemen sebagian oleh WP:SUMATRA2.

Menimbang:

  • Bahwa di KBBI ejaan yang baku dari "Sumatera" adalah "Sumatra"
  • Bahwa sebelumnya penggunaan "Sumatera" di WBI mengacu pada konsensus yang tidak melalui pemungutan suara
  • Dalam contoh sebelumnya, yaitu "Perancis vs Prancis", komunitas WBI secara jelas menggunakan KBBI sebagai rujukan, baik pada era ketika KBBI menggunakan "Perancis" (KBBI cetak) maupun ketika berubah menjadi "Prancis" (KBBI daring)

Mengingat:

Maka saya menganjurkan bahwa artikel-artikel dengan judul maupun isi mengandung kata Sumatera seyogianya digantikan dengan Sumatra, dan hal ini dilakukan dalam waktu sesingkat-singkatnya. Kemudian, mengingat bahwa hal ini bukan sesuatu yang perlu kita voting, maka di sini kita hanya akan membahas hal-hal yang berkaitan dengan rencana dari penggantian massal tersebut saja, seperti daftar artikel, kapan hal ini dilaksanakan, pemanfaatan bot, dll.. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「cakap」 9 Maret 2019 02.13 (WIB)

  • Setuju Setuju untuk diubah supaya ejaan kita konsisten dengan penghilangan kelebihan e (Inggris, Spanyol, Prancis, dll).  Mimihitam  9 Maret 2019 00.24 (UTC)
  • Komentar Komentar jika penggantian massal dilakukan, perlu diantisipasi agar tidak mengubah: nama berkas gambar, url pranala, judul buku/karya. Semoga bisa. Apa ini berlaku juga bagi harimau sumatera?  RahmatdenasMengecat   9 Maret 2019 01.15 (UTC)
  • Setuju Setuju Demi konsistensi. Hanamanteo Halaman pembicaraan saya 9 Maret 2019 01.29 (UTC)
  • Setuju Setuju. Penyisipan huruf "E" merupakan ortografi pada bahasa Malaysia. Contohnya: putera, isteri, sastera, Inggeris, Sepanyol, dll. Itu semua tidak diakui sebagai ejaan yang baku oleh Pusat Bahasa (cek KBBI). Nah, Anda sekalian tidak ingin mengikuti ejaan di Malaysia, bukan? -- Adiputra बिचर -- 9 Maret 2019 16.25 (UTC)
    • @M. Adiputra: Haha, valid sekali alasannya :P Apa terang atau perang mesti kita ganti jadi trang dan prang juga? HaEr48 (bicara) 9 Maret 2019 22.22 (UTC)
      • Pada kata terang dan perang, bunyi [e] jelas sekali terbaca. Bandingkan dengan kata transkrip atau praja.
Intinya, sudah ada pedoman tentang ejaan bahasa Indonesia, dan ada KBBI. Tidak perlu lagi kita tarik ulur masalah. -- Adiputra बिचर -- 10 Maret 2019 02.11 (UTC)
Baiklah Aku bercanda aja kok Bung. Btw, menurutku tolok ukurnya adalah KBBI. Bunyi [e] jelas atau tidak itu untuk kata seperti putera atau Perancis, menurutku tergantung dialek atau malah tergantung pengucapan pribadi, jadi tidak bisa jadi tolok ukur objektif. Ada juga seperti anugerah yang punya pola yang sama (banyak orang menghilangkan bunyi [e]-nya saat berbahasa lisan) tetapi KBBI belum menghilangkan huruf e nya. Untuk kasus Sumatra, kalau KBBI menggunakan Sumatra baiklah aku setuju begitu. HaEr48 (bicara) 10 Maret 2019 03.00 (UTC)
  • Tidak setuju Tidak setuju Saya pikir penggunaan Sumatera dan Perancis sudah cukup meluas di sini, dan saya anjurkan supaya pemakaiannya dianggap sebagai suatu kebiasaan secara yang sui generis telah diterima oleh komunitas. Kita tidak perlu baku-baku amat mengekor pada kamus di sini; melenceng sekali-kali saya pikir tiada masalah. Muhraz (bicara) 10 Maret 2019 06.46 (UTC)
    • ^ Rasanya ini bukan argumen yang bersubstansi. Di sini juga banyak kesalahan-kesalahan umum lain atau penggunaan kata informal yang menyebar secara luas, yang paling gampang adalah soal "dilanggar" dan "di langgar". Bukan berarti dibiarkan begitu saja. Wikipedia Bahasa Indonesia menggunakan bahasa Indonesia standar sesuai dengan pedoman PUEBI dan KBBI, bukan memakai bahasa atau ejaan yang menjadi kebiasaan sehari-hari.  Mimihitam  10 Maret 2019 11.35 (UTC)
    • Memanggil juga: mas IvanLanin  Mimihitam  10 Maret 2019 11.59 (UTC)
      • Kesalahan yang terus menerus dilakukan oleh banyak orang, lama-lama akan dianggap sebagai kebenaran (lazim, lumrah). Maka dari itu, biasakan mengutamakan apa yang dibenarkan, daripada memelihara kesalahan. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 03.42 (UTC)
        • Yah, sudah diubah, mau diapakan lagi ya. Per Gombang, saya pikir KBBI tidak perlu dijadikan rujukan yang benar-benar terpatok, karena ia terus direvisi dan disempurnakan. Pikir liar saya saja barangkali: kalaulah KBBI edisi selanjutnya mencantumkan "Sumatera" alih-alih "Sumatra", apakah kita akan mengubah lagi pemakaiannya di sini semata-mata karena "mengikuti KBBI"? Muhraz (bicara) 21 Maret 2019 05.07 (UTC)
  • Komentar Komentar, kesusahan disini kan dikarenakan Bahasa Indonesia itu Conlang (constructed language) yang dimana perancis dan prancis, Sumatera dan Sumatra sudah luas penggunaannya. Kalaupun harus dijadikan baku per KBBI kita harus melihat penggunaannya di masyarakat luas.--AldNonBicara? 11 Maret 2019 03.52 (UTC)
    • Semua bahasa standar/baku itu conlang, termasuk bahasa Inggris Standar, bahasa Prancis Standar, maupun bahasa Jerman Standar. Makanya sudah sepatutnya kita mengikuti panduan dari KBBI dan PUEBI sebagai acuan bahasa standar tersebut. Sebagai contoh, kalau lagi menulis teks akademik dengan bahasa Inggris Standar, tidak akan diterima kalau teksnya memakai kata-kata tidak baku seperti gonna, wanna, atau gotta, apalagi salah eja yang sangat umum di kalangan penutur bahasa Inggris yang tidak bisa membedakan "its" dan "it's". Beda dengan perbincangan santai di Warung Kopi seperti ini atau di Facebook, kalau seperti itu mau pakai ejaan-ejaan yang tidak baku juga tidak masalah. Mengingat Wikipedia Indonesia adalah sebuah ensiklopedia resmi yang memakai bahasa standar dan bukan bahasa sehari-hari, jadi sudah sepatutnya yang dipakai adalah ejaan standar resmi dan bukan ejaan yang paling banyak dipakai sehari-hari.  Mimihitam  11 Maret 2019 06.00 (UTC)
      • Kita jelas perlu acuan. Kadangkala, di antara kalangan tenaga pendidik pun ada yang tidak konsisten dalam masalah ejaan (ini jelas kekurangan dalam dunia pendidikan), dan justru memilih ejaan yang salah, yang dianggapnya benar. Agar ada konsistensi, kita perlu acuan, rujukan, sumber yang bonafide. -- Adiputra बिचर -- 11 Maret 2019 08.47 (UTC)
  • Setuju Setuju untuk "Sumatera" -> "Sumatra" dan "samudera" -> "samudra" (menurut KBBI). "sudah cukup meluas" tidak merupakan argumen kuat. Taylor 49 (bicara) 11 Maret 2019 11.55 (UTC)
  • Setuju Setuju Mengikuti KBBI saja. Supaya mudah ketika menjelaskan pada umum bahwa standar yang digunakan berasal dari KBBI. RaymondSutanto (bicara) 15 Maret 2019 03.17 (UTC)
    Iya saya juga setuju. Tapi saat saya mengubah artikel Sumatera Utara yang sebelumnya Sumatera Utara diubah menjadi Sumatra Utara, si Kris Simbolon tetap ngeyel tidak mau mengikuti sesuai KBBI yang berlaku. Tolong siapapun sadarkan Kris Simbolon agar dia mau menerima kata "Sumatra" di dalam arti KBBI yang berlaku. Enchanwiki11 (bicara) 4 Maret 2023 23.28 (UTC)
  • Tidak setuju Tidak setuju Telat sih karena baru lihat. Bukan masalah besar juga karena saya sendiri juga sudah jarang mengedit Wikipedia. Saya menganggap KBBI lebih sebagai "pemberi saran" bukan penentu (penyusunnya sendiri juga sering tidak konsisten). Saya juga tidak setuju dengan argumen bahwa penggunaan e pepet itu standar Malaysia yang sebaiknya dihindari. Gombang (bicara) 19 Maret 2019 18.19 (UTC)
    • Masalahnya kita kan mau menulis ensiklopedia dengan bahasa baku dan standar, jadinya perlu ikut KBBI sebagai acuan bakunya, sama seperti bahasa Prancis standar akan ikut acuan baku Académie française dan tidak akan pakai kata-kata tidak baku seperti bouffe atau bordel. Kalau soal penulis KBBInya juga tidak konsisten, jika konteksnya adalah dalam pembicaraan sehari-hari ya tidak masalah, karena kalau kita bicara boleh pakai bahasa gaul dan tidak baku, beda kalau kita menulis. Dan kalaupun tidak konsistennya dalam menulis resmi, ini juga bukan argumen yang bersubstansi dan tergolong sebagai ad hominem.  Mimihitam  20 Maret 2019 08.45 (UTC)
  • Setuju Setuju Per Mimihitam. flixwito ^(•‿•)^ 20 Maret 2019 03.18 (UTC)

Daftar halaman

Berikut daftar halaman yang didapat dari pencarian "intitle". Silakan dikategorikan, dilengkapi, dikomentari, dsb. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「bincang」 12 Maret 2019 01.02 (WIB) 11 Maret 2019 18.02 (UTC)

Daftar tugas

Berhubung sudah seminggu diskusi dan tidak ada penolakan terhadap perubahan ini, maka langkah selanjutnya adalah mengubah halaman-halaman yang menggunakan Sumatera menjadi Sumatra (dengan beberapa perkecualian).

  1.  Selesai Mengalihkan artikel dan templat
  2.  Selesai Mengalihkan kategori dan memastikan kategori lama sudah kosong (bisa menunggu setelah bot selesai mengganti secara otomatis)
  3.  Selesai Operator bot mencari dan mengganti kata Sumatera menjadi Sumatra di ruang nama utama, templat, dan kategori
  4. Mengecek perkecualian di artikel2 yang didaftarkan di atas
  5.  Selesai Mengecek ruang nama lain selain utama, tempat, dan kategori dan mengganti Sumatera menjadi Sumatra secara manual/semi-manual

Untuk ringkasan penyuntingan, jangan lupa cantumkan WP:SUMATRA. daftar perubahan ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「cakap」 17 Maret 2019 10.03 (WIB)

Artikel2 yang tetap menggunakan Sumatera

Yang perlu diperhatikan: provinsi2 di Sumatera serta institusi2 di sana (misalnya universitas, sekolah, rumah sakit, dll.) menggunakan Sumatera. Untuk nama provinsi dan artikel2 turunannya dapat kita alihkan menjadi Sumatra, tapi nama institusi sebaiknya tetap, misalnya Universitas Sumatera Utara, dll (cf. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, bukan November). Namun ini berarti di dalam artikel tersebut akan terdapat dua pengejaan Sumatra: "Universitas Sumatera Utara adalah salah satu universitas terbaik di pulau Sumatra". Operator bot harap berhati2. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「bincang」 14 Maret 2019 06.32 (WIB)

Memang. Tetapi saya berpikir-pikir: apakah ejaan seperti "Artikel2" dan "berhati2" masih keren? Taylor 49 (bicara) 14 Maret 2019 08.03 (UTC)
Sip: title=Templat%3ASumatera%2FProvinsi&type=revision&diff=12044277&oldid=12031557 Taylor 49 (bicara) 14 Maret 2019 08.12 (UTC)
Berarti kasusnya sama seperti "Puteri Indonesia". Menurut KBBI, pemenggalan kata yang baku adalah put.ri, bukan pu.te.ri. Namun tetap "Puteri Indonesia" karena yayasan resminya mengeja demikian. -- Adiputra बिचर -- 14 Maret 2019 09.03 (UTC)

Artikel dan templat yang perlu dialihkan

Yang berhubungan dengan Sumatra

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Utara

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Barat

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Selatan

selesai

Yang berhubungan dengan spesies

Kategori yang perlu dikosongkan dan dialihkan

Bot saat ini sudah berjalan dengan perintah pwb.py replace -search:Sumatera -ns:0,10,14 Sumatera Sumatra. Jika ada hal-hal yang tidak seharusnya diganti (misalnya #Artikel2 yang tetap menggunakan Sumatera, atau berkas2 yang menggunakan Sumatera, mohon dibiarkan dulu sampai bot selesai, karena jika tidak bot akan mengubahnya lagi. Cantumkan hal2 yang perlu diperbaiki di halaman ini. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「bicara」 21 Maret 2019 03.59 (WIB)

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Utara

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Barat

selesai

Yang berhubungan dengan Sumatra Selatan

selesai

Berkas

Bennylin, Saya bisa ganti nama berkas di Commons, apa perlu saya lakukan juga?--AldNonBicara? 21 Maret 2019 05.13 (UTC)

Aldnonymous Kalau bisa, lebih baik. Trims. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「rembuk」 21 Maret 2019 23.18 (WIB)
Bennylin, dah selesai lebih ratusan gambar/sebagian (?) besok lanjut lagi (lihat c:Special:Contributions/Aldnonymous) Saya stop dulu takut bunuh commonsdelinker bot hehe.--AldNonBicara? 27 Maret 2019 05.58 (UTC)
All  Selesai, sebagian sengaja saya tinggal dikarenakan berkas lokal atau di dalamnya sudah ada tulisan Sumatera.--AldNonBicara? 28 Maret 2019 06.46 (UTC)
selesai

Ruang nama lain yang perlu dicek

Diskusi di atas sudah ditutup. Terima kasih atas partisipasi Anda. Mohon untuk tidak menyunting lagi bagian ini.

Sendawa ⇒ Serdawa

Twit User:IvanLanin tentang sendawa/serdawa memancing User:Gombang dan saya untuk menelusuri etimologi kata tersebut, tetapi tidak ada jawaban/temuan yang pasti.

Dalam pustaka Google Books, serdawa pertama kali disebutkan di Hollandsch-Maleische woordenlijst, ten dienste van geneeskundigen tahun 1873 dan dijelaskan lebih lanjut di Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 tahun 1955. Sendawa diserap dari bahasa Sanskerta (saindhava) yang berarti saltpeter dan sering dipakai untuk menyebut bubuk mesiu dalam hikayat Melayu lama.

Atas dasar bahwa serdawa tercantum di berbagai kamus Melayu-Belanda selama lebih dari 100 tahun serta media massa awal 2000-2010-an + KBBI, semua "sendawa" di Wikipedia bahasa Indonesia yang bermakna bunyi yang keluar dari kerongkongan sebaiknya diubah menjadi "serdawa". Selain itu, penjelas (sering salah dieja menjadi sendawa) ditambahkan di kalimat pembuka artikelnya. Ini salah satu kesalahkaprahan umum yang sepatutnya dikoreksi. Terima kasih. — Farras💬 26 Maret 2019 18.49 (UTC)

Jadi ini bukan typo, Farras?--AldNonBicara? 26 Maret 2019 18.56 (UTC)
[insert sudden realization face] Hmm. Ini menarik. Sepertinya serdawa/sendawa ini cuma variasi ejaan atau transliterasi (bukan typo) untuk benda yang sama. Seiring waktu, kedua kata ini dipisahkan dengan definisi masing-masing oleh KBBI (Indonesia) dan disatukan oleh Kamus Dewan (Malaysia). Namun, karena ini Wikipedia bahasa Indonesia……………………… kita tetap perlu mengacu kepada KBBI. [insert unamused face] — Farras💬 26 Maret 2019 22.19 (UTC)
Hmm menarik ya. Sumber yang Indonesië: Twee maandelijks tijdschrift gewijd ann het Indonesisch culturgebied, Volume 8 menarik tuh. Sayangnya yang kelihatan di Google Books cuma sepotong-sepotong, kalau bisa dapat fullnya, bisa lebih mantap. Yang aku tangkap sih zaman dulu ada tren meng-r kan konsonan konsonan yang bukan r, makanya kita punya mertua (vs mentua) atau Inggris (vs Ingglis yang lebih mirip bahasa aslinya). Mengikuti tren yang sama, ada yang menyebut "serdawa" (tapi tentunya bukan semua orang) dan variasi ini dipilih oleh para penulis kamus. Mengenai judul artikel Wikipedia, menurutku agar konsisten dengan kebiasaan Wikipedia mengikuti KBBI, kita ubah jadi serdawa saja dengan menyebut ejaan alternatif. Tapi ada juga kata "sendawa" yang berarti bahan kimia (mesiu). HaEr48 (bicara) 26 Maret 2019 23.04 (UTC)
Saya sudah periksa sedikit kamus dari zaman Belanda, pengertiannya konsisten. Sendawa selalu diartikan sebagai mesiu (salpeter, buskruit, kruit) sementara serdawa diartikan sebagai yang biasa kita sebut sendawa (oprisping). Terkait dengan penggunaan sekarang, saya tidak tahu mengapa di KBBI sekarang tidak dicantumkan definisi sendawa selain salpeter. Di KBBI elektronik susunan UI (yang saya asumsikan masih menggunakan KBBI jilid lama), terdapat definisi sendawa selain salpeter. Menurut saya pribadi, kalau ini memang sengaja, ini suatu keputusan yang aneh. RXerself (bicara) 28 Maret 2019 14.30 (UTC)
Belum ada penjelasan mendetail dari Badan Bahasa. Saya pindahkan saja mengikuti KBBI versi terbaru, ya, sekalian menambahkan keterangan & catatan. — Farras💬 29 Maret 2019 11.42 (UTC)
Penjelasannya mungkin dicantumkan di edisi KBBI mendatang. Sekarang Badan Bahasa sedang mengerjakan kamus etimologis bahasa Indonesia. Rex Aurōrum「Disputātiō」 29 Maret 2019 12.38 (UTC)

Budha ⇒ Buddha

Saya masih bingung dengan pemerintah sekarang mohon berikan pendapat. government-fixes-misspelling-of-one-of-its-oldest-religions.--AldNonBicara? 29 Maret 2019 04.15 (UTC)

Dari dulu emang ditulisnya Buddha di sini. Lihat: Buddha, Buddhisme, filsafat Buddha. Pemerintah emang suka salah2 kok, contohnya di KTP ditulisnya "Katholik", padahal di KBBI "Katolik"  Mimihitam  29 Maret 2019 06.42 (UTC)
Idem. — Farras💬 29 Maret 2019 11.23 (UTC)
Budha (dewa Hindu) berbeda dengan Buddha (agama darma). Sejak KBBI edisi III juga ditulis agama "Buddha".
Tak usah bingung. Dinas kependudukan kurang sinkron dengan Badan Bahasa. -- Adiputra बिचर -- 29 Maret 2019 12.32 (UTC)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan