Minggu, 04 Oktober 2026
15:19 WIB
TERKINI
Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Lampung Musim Hujan Lampung 2026/2027: BMKG Prediksi Puncak Januari, Awalnya Mundur Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 4 Oktober 2026: Cerah Berawan dengan Potensi Hujan Ringan Hukum Pakar Hukum Unila: Objektivitas Fakta Krusial dalam Kasus Diksar Mahepel Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya
Wiel Coerver

Wiel Coerver

Bagikan:
Wiel Coerver
250px-Wiel_Coerver.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tanggal lahir (1924-12-03)3 Desember 1924
Tempat lahir Kerkrade, Belanda
Tanggal meninggal 22 April 2011(2011-04-22) (umur 86)
Tempat meninggal Kerkrade, Belanda
Kepelatihan
Tahun Tim
1959–1965 S.V.N.
1965–1966 Rapid JC
1966–1969 Sparta Rotterdam
1970–1973 N.E.C.
1973–1975 Feyenoord Rotterdam
1975–1976 Indonesia
1976–1977 Go Ahead Eagles

Wiel Coerver (3 Desember 1924 – 22 April 2011) adalah seorang mantan pemain dan pelatih sepak bola yang berasal dari Belanda dan juga yang menciptakan Coerver Method, teknik pelatihan sepak bola. Dia memenangkan UEFA Cup bersama Feyenoord Rotterdam pada musim 1973-1974.[1]

Coerver juga mempunyai julukan “the Albert Einstein of Football”.

Metode Coerver

Metode Coerver atau The Coerver Method adalah sebuah teknik pelatihan sepak bola yang diciptakan oleh Coerver. Dengan menganalisis beberapa pertandingan yang melibatkan pemain besar di antaranya Pelé, dia mematahkan konsep dalam sepak bola yang mengatur bahwa keahlian tidak hanya bisa diturunkan dengan pemain muda tetapi juga bisa diajarkan dengan pendidikan akademik yang baik. Pada dasarnya, pemain terbentuk dalam proses yang terstruktur secara pyramidal, dimulai dari dasar penguasaan bola sampai dengan menerapkan taktik penyerangan berkelompok. Mereka juga diajarkan beberapa hal utama seperti Receiving and Passing, Moves (1v1), Speed dan Lethal Finishing.

Pada Piala Dunia 1998 di Prancis untk pertama kalinya pelajar dari metodologi Coerver, Boudewijn Zenden bermain untuk tim Belanda.

Rujukan

  1. ↑ Feyenoord mourn former coach Wiel Coerver by Berend Scholten on UEFA.com, 22 april 2011

Pranala luar

Didahului oleh:
Bill Shankly
UEFA Cup
Pelatih yang memenangkan Piala UEFA

1973-1974
Diteruskan oleh:
Hennes Weisweiler
Penghargaan
Didahului oleh:
Piet de Visser
Rinus Michels oeuvre award
2008
Diteruskan oleh:
Foppe de Haan

Mastenbroek (1938) · Quee (1951–53) · Pogačnik (1954–63) · Mangindaan (1966–70) · E. Witarsa (1970) · Dalhar (1971–72) · Arland (1972–74) · A. Witarsa (1974–75) · Coerver (1975–76) · Arland (1976–78) · Van Balkom (1978–79) · Janota (1979–80) · Fischer (1980–81) · Tjong (1981–82) · Aliandoe (1982–83) · Basri, Idris dan Kadir (1983–84) · Matulapelwa (1985–87) · Polosin (1987–91) · Toplak (1991–93) · Matte (1993–96) · Danurwindo (1995–96) · Wullems (1996–97) · Bahalwan (1998) · Schumm (1999) · Iskandar (1999–2000) · Dollo (2000–01) · Kolev (2002–04) · Withe (2004–07) · Nurdiansyah (2005) · Kolev (2007) · Dollo (2008–10) · Riedl (2010–11) · Rijsbergen (2011–12) · Santoso (2012) · Maizar (2012–13) · Blanco (2013) · Rahmad (2013) · Jacksen (2013) · Riedl (2013–14) · Dollo (2015) · Huistra (2015) · Riedl (2016) · Milla (2017–18) · Sakti (2018) · McMenemy (2018–19) · Tae-yong (2019–25) · Kluivert (2025) · Herdman (2026–sekarang)

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan