Minggu, 11 Oktober 2026
05:23 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober
Rusdy Bahalwan

Rusdy Bahalwan

Bagikan:
Rusdy Bahalwan
250px-Rusdy_Bahalwan.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Rusdy playing for Persebaya Surabaya in 1974
Informasi pribadi
Tanggal lahir (1947-06-07)7 Juni 1947
Tempat lahir Surabaya, Indonesia
Tanggal meninggal 7 Agustus 2011(2011-08-07) (umur 64)
Tempat meninggal Surabaya, Indonesia
Posisi bermain Bek kanan
Karier junior
1963–1968 Assyabaab Surabaya
Karier senior*
Tahun Tim Tampil (Gol)
1969–1980 Persebaya Surabaya
Tim nasional
1973–1977 Indonesia
Kepelatihan
1985–1987 PSIL Lumajang
1990–1998 Persebaya Surabaya
1998 Indonesia
2000 Persewangi Banyuwangi
* Penampilan dan gol di klub senior hanya dihitung dari liga domestik

Rusdy Bahalwan (7 Juni 1947 – 7 Agustus 2011)[1][2] adalah mantan pemain dan pelatih sepak bola asal Indonesia.

Karier

Rusdy mengawali karier sepak bolanya dari klub Assyabaab pada tahun 1963 dan berposisi sebagai bek kanan.[3] Pada medio 1970–1979 ia memperkuat Persebaya Surabaya dan merebut juara kompetisi Perserikatan pada 1976.

Pada tahun 1972, Rusdy dipanggil masuk tim nasional PSSI B. Setahun kemudian ia dipanggil tim nasional Indonesia bersama empat pemain Persebaya lainnya yaitu Abdul Kadir, Waskito, Jacob Sihasale dan Budi Santoso. Mereka digembleng pelatih Djamiat Dalhar untuk persiapan terjun ke turnamen Merdeka Cup di Kuala Lumpur, Malaysia dan Anniversary Cup.

Setelah gantung sepatu, Rusdy ditunjuk menjadi pelatih Persebaya dan membawa klub itu juara Liga Indonesia III pada 1997. Pemain binaan Rusdy saat itu antara lain Jacksen F. Tiago, Carlos de Mello dan Eri Irianto. Sempat membesut tim nasional di Piala Tiger 1998, Rusdi terakhir kali tercatat sebagai pelatih Persewangi Banyuwangi pada 2000.

Ia meninggal pada 7 Agustus 2011 di rumahnya yang berada di Jalan Tenggilis Mejoyo, Surabaya.[2] Rusdy meninggal karena menderita stroke yang dideritanya sejak 2004.[4] Ia juga menderita penyakit degeneratif dan tutup usia pada usia 64 tahun, dengan meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak: Irfan Bahalwan, Khaira Imandina Bahalwan dan Ikhwannurdin Bahalwan.[4]

Referensi

  1. ↑ "Rusdy Bahalwan di Mata Pemainnya". Kompas.com. 8 Agustus 2011. Diakses tanggal 9 Agustus 2011.
  2. 1 2 "Legenda Persebaya Rusdi Bahalwan Tutup Usia". MetroTVNews.com. 8 Agustus 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 8 September 2011. Diakses tanggal 9 Agustus 2011.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ "Setelah Ikon Persebaya Itu Menggantung Sepatu". Tempo Interaktif. 8 Agustus 2011. Diarsipkan dari asli tanggal 16 Januari 2014. Diakses tanggal 8 Agustus 2011.
  4. 1 2 S. Wibowo, Kukuh (8 Agustus 2011). "Eks Pelatih Persebaya Rusdy Bahalwan Dimakamkan Sore ini". Bola Tempo. Diakses tanggal 9 Agustus 2011.

Mastenbroek (1938) · Quee (1951–53) · Pogačnik (1954–63) · Mangindaan (1966–70) · E. Witarsa (1970) · Dalhar (1971–72) · Arland (1972–74) · A. Witarsa (1974–75) · Coerver (1975–76) · Arland (1976–78) · Van Balkom (1978–79) · Janota (1979–80) · Fischer (1980–81) · Tjong (1981–82) · Aliandoe (1982–83) · Basri, Idris dan Kadir (1983–84) · Matulapelwa (1985–87) · Polosin (1987–91) · Toplak (1991–93) · Matte (1993–96) · Danurwindo (1995–96) · Wullems (1996–97) · Bahalwan (1998) · Schumm (1999) · Iskandar (1999–2000) · Dollo (2000–01) · Kolev (2002–04) · Withe (2004–07) · Nurdiansyah (2005) · Kolev (2007) · Dollo (2008–10) · Riedl (2010–11) · Rijsbergen (2011–12) · Santoso (2012) · Maizar (2012–13) · Blanco (2013) · Rahmad (2013) · Jacksen (2013) · Riedl (2013–14) · Dollo (2015) · Huistra (2015) · Riedl (2016) · Milla (2017–18) · Sakti (2018) · McMenemy (2018–19) · Tae-yong (2019–25) · Kluivert (2025) · Herdman (2026–sekarang)


Ikon rintisan

Artikel bertopik pemain sepak bola Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan