Waldemar Pabst | |
|---|---|
Pabst ca 1928 | |
| Lahir | (1880-12-24)24 Desember 1880 |
| Meninggal | 29 Mei 1970(1970-05-29) (umur 89) |
| Nama lain | Waldemar der Grosse ("Waldemar the Great") |
| Pekerjaan | Army officer, weapons manufacturer |
| Dikenal karena | Freikorps leader |
| Gelar | Hauptmann (self-declared Major) |
Waldemar Pabst (24 Desember 1880 – 29 Mei 1970) adalah seorang perwira militer Jerman dan aktivis politik sayap kanan yang dikenal karena keterlibatannya dalam gerakan paramiliter nasionalis dan antikomunis pada awal abad ke-20. Ia merupakan salah satu tokoh Freikorps, kelompok paramiliter yang berperan dalam konflik politik setelah berakhirnya Perang Dunia I. Pabst terutama dikenal karena keterlibatannya dalam pembunuhan Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg pada Januari 1919 serta perannya dalam upaya kudeta Kapp pada 1920. Ia kemudian aktif dalam jaringan politik sayap kanan di Austria sebelum akhirnya meninggalkan negara tersebut.[1]
Pabst lahir pada 24 Desember 1880 di Jerman dan menempuh karier militer sebelum berakhirnya Perang Dunia I. Kekalahan Jerman pada 1918, keruntuhan monarki, dan munculnya gerakan revolusioner menyebabkan ketidakstabilan politik yang meluas. Dalam situasi tersebut, berbagai kelompok bersenjata terbentuk atau berkembang untuk menghadapi gerakan komunis dan mempertahankan kepentingan nasionalis. Freikorps menjadi salah satu unsur penting dalam konflik tersebut karena terdiri atas mantan tentara dan sukarelawan bersenjata yang menentang revolusi komunis.[2]
Pada Januari 1919, Pabst menjabat sebagai perwira dalam Divisi Senapan Kavaleri Pengawal (Garde-Kavallerie-Schützen-Division) di Berlin. Setelah pemberontakan Spartakus, Karl Liebknecht dan Rosa Luxemburg, dua tokoh utama gerakan komunis Jerman, ditangkap oleh anggota satuan tersebut. Keduanya kemudian dibunuh pada 15 Januari 1919. Pabst secara luas dikaitkan dengan keputusan yang memerintahkan pembunuhan tersebut. Peristiwa ini menjadi salah satu episode paling kontroversial dalam sejarah awal Republik Weimar dan memperdalam permusuhan antara gerakan komunis dengan kelompok nasionalis serta unsur militer.
Pada Maret 1920, Pabst juga terlibat dalam lingkungan politik yang mendukung Kudeta Kapp, upaya menggulingkan pemerintahan Republik Weimar yang dipimpin Wolfgang Kapp dan didukung sejumlah unsur militer serta kelompok nasionalis. Kudeta tersebut gagal setelah pemogokan umum melumpuhkan kegiatan ekonomi dan administrasi negara. Kegagalan itu memperlihatkan adanya pertentangan mendalam mengenai legitimasi pemerintahan republik dan masa depan politik Jerman.[3]
Pabst kemudian pindah ke Austria dan terlibat dalam pengorganisasian kelompok-kelompok milisi sayap kanan. Aktivitas politiknya berlangsung ketika Austria menghadapi persaingan antara kelompok sosialis, konservatif, nasionalis, dan berbagai organisasi bersenjata. Karena kegiatannya, ia akhirnya diusir dari negara tersebut.
Pada masa pemerintahan Nazi di Jerman, Pabst tidak menjadi tokoh utama dalam struktur Partai Nazi, meskipun ia memiliki hubungan dengan lingkungan nasionalis dan antikomunis. Setelah menjalani kehidupan di luar pusat politik Jerman, ia kembali menjadi perhatian dalam pembahasan sejarah mengenai kekerasan politik dan jaringan paramiliter sayap kanan.[4]
Waldemar Pabst meninggal pada 29 Mei 1970. Namanya tetap berkaitan dengan kekerasan politik pada masa awal Republik Weimar, khususnya pembunuhan Liebknecht dan Luxemburg, serta peran kelompok paramiliter dalam melemahkan stabilitas demokrasi Jerman setelah Perang Dunia I.[5]
Referensi
- ↑ Philip Rees, Biographical Dictionary of the Extreme Right Since 1890, 1990, p. 286
- ↑ Hans Mommsen, Elborg Forster and Larry Eugene Jones, The Rise and Fall of Weimar Democracy, 1998, pp. 36–37
- ↑ Robert S. Wistrich, From Ambivalence to Betrayal: The Left, the Jews, and Israel, University of Nebraska Press, 2012, p. 371
- ↑ Robert S. Wistrich, From Ambivalence to Betrayal: The Left, the Jews, and Israel, University of Nebraska Press, 2012, p. 371
- ↑ Freda Gräfin zu Solms (ed.), Max Graf zu Solms. Ein Lebensgang, Marburg: N. G. Elwert 1982