Jumat, 25 September 2026
12:23 WIB
TERKINI
Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara Berita KAI Siap Gerakkan Rail Clinic ke Pelosok, Perluas Akses Kesehatan Masyarakat Bandar Lampung Inovasi Pendidikan Lampung: Guru Ahli Mengajar Lintas Sekolah Tingkatkan Mutu Nasional Bandar Lampung Tragedi Kelengkeng di Lampung Tengah: Siswa 9 Tahun Meninggal, Program MBG Dievaluasi Account KG Media ID: Satu Akun untuk Seluruh Ekosistem Digital Kompas Gramedia Otomotif EXOBOT: Bukti Ambisi Arab Saudi di Pasar Mobil Listrik Dunia Olahraga Modernisasi Pendataan Atlet: KONI Lampung Buka Pendaftaran Daring Porprov X 2026 Olahraga Porprov X Lampung 2026: Pendaftaran Peserta Resmi Dibuka Secara Daring Eropa & Amerika Delegasi AS Walk Out Saat Presiden Iran Kecam Serangan di Sidang PBB Eropa & Amerika Presiden Iran Kecam AS di PBB: Kami Korban Terorisme, Bukan Pelaku Internasional Ekspresi Tak Terduga Donald Trump Kala Pesawat Pengebom B-1 Meraung di Udara

Turwasu

Dalam mitologi Hindu, Turwasu (atau Turwasa) (Sanskerta: तुर्वशु; Turvashu) merupakan putera kedua dari pasangan Maharaja Yayati dengan Dewayani. Ayahnya berasal dari Dinasti Candra (Soma), keturunan Ikswaku dan Pururawa.

Karena ayahnya melanggar janji pernikahan, ayahnya dikutuk oleh mertuanya, yaitu Mahaguru Sukra. Setelah ayahnya menerima kutukan untuk menjadi tua lebih cepat, kakaknya (Sang Yadu) dipanggil untuk mewarisi kutukan tersebut, tetapi kakaknya menolak. Kemudian Turwasu dipanggil setelah kakaknya menolak. Sama seperti Yadu, Turwasu juga menolak.

Akhirnya, ia bersama saudaranya yang lain (Yadu, Druhyu, Anu) tidak berhak mewarisi kerajaan. Hanya Puru (anak bungsu Yayati) yang bersedia mewarisi kutukan ayahnya. Kakaknya yang bernama Yadu, menurunkan wangsa Yadawa. Tuwasu menurunkan wangsa yang disebut Yawana. Kedua wangsa tersebut tidak mewarisi kerajaan ayah mereka, tetapi mendirikan kerajaan sendiri.

Menurut kitab Purana, dari Turwasu diturunkanlah leluhur kerajaan Pandhya, Kerala dan Chola.

Silsilah


Lihat pula

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan