Minggu, 20 September 2026
15:42 WIB
TERKINI
Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak Cek Fakta Kiat Cerdas Deteksi Hoaks: Hindari Jebakan Berita Palsu di Media Sosial Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Catut Nama BNI Kembali Marak Climate BMKG Ungkap Potensi Hujan Lebat Landa Sejumlah Wilayah Indonesia Pekan Ini Moto Gp Veda Ega Peringkat 16 FP2 Moto3 Austria, Hakim Danish Tembus Empat Besar Moto Gp Drama Kualifikasi Moto3 Austria: Veda Ega ke-19, Uriarte Pecahkan Rekor Hukum Selebgram JP Terjerat Vape Narkoba: Stres Picu Konsumsi Etomidate Golongan II Arsip Mengenang Multatuli: Kisah 84 Hari yang Mengukir Sejarah Lebak Arsip Max Havelaar di Sekolah Belanda: Antara Pedoman dan Kebebasan Memilih Megapolitan Aroma Tak Sedap Ganggu Pejalan Kaki Dekat Halte IRTI Monas Tren Trump Larang CNN, MS NOW, Politico dari Gedung Putih: Konflik Media Memuncak
Cetak tuang

Cetak tuang

250px-S%C3%A8vres_-_grand_coulage_11.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Cetak Tuang

Cetak Tuang adala salah satu teknik pembuatan kerajinan tangan yang menghasilkan produk keramik. Tuang cetak merupakan bentuk praktis dari teknik pengolahan gerabah. Keuntungan penggunaan teknik cetak tuang adalah barang dengan bentuk yang sama dapat diproduksi secara massal dengan cepat dan hanya memerlukan sedikit tenaga kerja. Cetakan dibuat agar bisa dipakai berulang kali, sehingga produk dibuat dengan membongkar dan memasang kembali cetakan.[1]

Proses

Teknik cetak tuang memanfaatkan tanah liat cair. Alat cetak yang digunakan harus sepasang, karena pencetakan dilakukan dari dua sisi. Kedua cetakan harus digabungkan dengan diikat terlebih dahulu sebelum mencetak. Setelah itu, tanah liat cair dituangkan ke cetakan berulang kali hingga tanah liat benar-benar rapat di dalam cetakan. Setelah agak mengeras, tanah liat dipindahkan ke wadah lain, hingga yang tersisa pada cetakan adalah tanah liat yang menempel. Cetakan dapat dibuka setelah tanah liat mengering.[2]

Referensi

  1. Hendra (2016), hlm. 208."Seniman ini membuat produk keramik untuk souvenir dan berbagai produk aksesoris dengan menggunakan teknik cetak tuang. Teknik cetak ini merupakan salah satu bentuk perkembangan teknik pengolahan gerabah yang lebih praktis. Membuat produk keramik dengan teknik cetak tuang memungkinkan kriyawan untuk menghasilkan produk dengan bentuk yang sama dan dengan jumlah yang relatif banyak. Teknik ini merupakan solusi untuk menghasilkan produk gerabah secara masal dalam waktu yang relatif singkat dan juga mengurangi tenaga kerja. Hal ini karena produk dibuat dengan menggunakan cetakan yang telah di bentuk sebelumnya sehingga pengrajin tinggal bongkar pasang cetakan untuk membuat produk selanjutnya."
  2. Nurcahyo, I. F. (2017), hlm. 19."Cetak Tuang: Tanah liat yang digunakan adalah bahan tanah liat cair. Cetakan keramik dengan teknik cetak tuang minimal terdiri dua sisi. Sebelum mencetak, cetakan digabungkan dulu kemudian ditali dengan karet. Setelah cetakan siap digunakan, tanah liat cair dituangkan sampai penuh lalu ditunggu sampai tanah turun. Kemudian tambahkan tanah cair sampai penuh lagi. Setelah ketebalan tanah liat yang menempel di cetakan sudah sesuai yang kita inginkan, tanah liat cair yang ada di dalam cetakan dituang ke dalam wadah sampai yang tertinggal hanya tanah liat yang menempel di cetakan."

Daftar pustaka

Buku

  • Nurcahyo, I. F. (2017). Panduan Pendirian Usaha Kriya Keramik. Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif & Universitas Sebelas Maret.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Jurnal ilmiah

  • Hendra (November 2016). "Keramik Metro Menuju Era Baru Kriya Keramik Sumatera Barat". Ekspresi Seni. 18 (2): 206–225.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link) Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan