Jumat, 09 Oktober 2026
05:44 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya Bandar Lampung Apresiasi Peran Vital Kader, Pemkot Bandar Lampung Beri Insentif Rp500 Ribu Lampung Barat Emosi Memuncak, Penagih Utang Tewas di Tangan Debitur di Lampung Barat Bandar Lampung Buruh Lampung Berunjuk Rasa, Pertanyakan Pengesahan Dini UU Perlindungan Ketenagakerjaan Cuaca Ratusan Titik Panas Terpantau di Lampung, Tulang Bawang dan Mesuji Teratas Nasional MK Soroti Syarat Pendidikan Gibran, KPU Didesak Diperiksa DPR dan DKPP Bandar Lampung Polisi Bandar Lampung Amankan Lima Remaja Bersenjata Tajam, Kedepankan Edukasi Bandar Lampung Misteri Antrean Panjang Solar di Lampung Meski Pasokan Berlimpah Bandar Lampung Arinal Djunaidi Jalani Sidang Pembuktian, Hakim Tetapkan Vonis 20 Januari 2027 Cuaca Lampung Timur Dominasi Sebaran 140 Titik Panas di Provinsi Lampung Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 6 Oktober 2026 Terkoreksi, Cek Daftar Lengkapnya
Tsundoku

Tsundoku

Bagikan:
250px-%E7%A9%8D%E3%82%93%E8%AA%AD%40Dec_5%2C2010_%285233729309%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Tumpukan buku yang ditemukan setelah membersihkan kamar

Tsundoku adalah istilah untuk menggambarkan keadaan memiliki bahan bacaan, tetapi membiarkannya menumpuk tanpa membacanya.[1][2]

"Tsundoku" berasal dari zaman Meiji (1868-1912) yang merupakan umpatan asal Jepang.[3] (積ん読) "Tsun-doku" 「積ん読」berasal dari 「積んでおく」 "tsunde-oku" (dibiarkan menumpuk untuk nanti, lalu pergi) dan 「読書」 "dokusho" (membaca buku). Hal ini juga digunakan dalam merujuk pada buku yang siap dibaca suatu saat nanti, saat berada di rak buku. Seperti yang ditulis kini, kata ini menggabungkan karakter-karakter untuk "menumpuk" (積) dan karakter untuk "baca" (読).

Bunyi kutipan A. Edward Newton yang menyatakan bahwa, "Bahkan ketika membaca pun tidak memungkinkan, kehadiran buku dapat menghasilkan suatu kegembiraan; sehingga membeli lebih banyak buku daripada yang dapat dibaca, tidak lain seperti sebuah jiwa yang ingin mencapai sesuatu yang tak terhingga .... kita menghargai buku-buku bahkan apabila buku-buku tersebut belum dibaca, serta kehadiran buku-buku ini memancarkan kenyamanan, serta kepastian akses mereka yang siap dibaca."[4]

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ Brooks, Katherine (Maret 19, 2017). "There's A Japanese Word For People Who Buy More Books Than They Can Actually Read". The Huffington Post. Diakses tanggal 16 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Tobar, Hector (Juli 24, 2014). "Are you a book hoarder? There's a word for that". Los Angeles Times. Diakses tanggal 16 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ ""Tsundoku," the Japanese Word for the New Books That Pile Up on Our Shelves, Should Enter the English Language". Open Culture. Juli 24, 2014. Diakses tanggal 16 Oktober 2017.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  4. ↑ "A quote on bibliomania"
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan