Sabtu, 26 September 2026
18:33 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Troubadour

Troubadour

250px-BnF_ms._854_fol._49_-_Perdigon_%281%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Troubadour Perdigon memainkan alat musiknya.

Troubadour (bahasa Prancis: [tʁubaduʁ]; bahasa Oksitan:trobador, IPA: [tɾuβaˈðu]) adalah profesi penghibur yang menggubah dan menyanyikan puisi lirik dalam bahasa Occitan Kuno selama abad pertengahan (1100–1350). Secara etimologis, istilah troubadour merupakan istilah maskulin, sehingga troubadour perempuan disebut "trobairitz".

Tradisi troubadour dimulai di Occitania pada akhir abad ke-11 dan kemudian menyebar ke Italia dan Spanyol. Berkat pengaruh dari troubadour, muncul gerakan-gerakan serupa di wilayah Eropa lainnya, seperti Minnesang di Jerman, trovadorismo di Galisia dan Portugal, serta trouvère di Prancis utara. Dante Alighieri dalam karyanya De vulgari eloquentia menganggap lirik troubadour sebagai fictio rethorica musicaque poita: fiksi retorik, musikal dan puitis. Namun, seni troubadour mulai mengalami kemunduran pada abad ke-14 dan akhirnya musnah akibat peristiwa Kematian Hitam (1348).

Teks lagu troubadour biasanya bertema ksatria dan cinta istana. Terdapat tiga gaya karya seni troubadour: trobar leu (ringan), trobar ric (kaya) dan trobar clus (tertutup). Terdapat pula genre-genre yang berbeda. Genre yang paling populer adalah canso, tetapi sirventes dan tenso juga digemari.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Troubadours.


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan