Sabtu, 26 September 2026
23:57 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Lampung Selatan Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Tetap Dipertahankan Bandar Lampung BPS Lampung Tuntaskan Sensus Ekonomi 2026, Hasilnya Siap Rilis Awal 2027 Bandar Lampung Inovasi Double Teaching: Guru Ahli Berbagi Ilmu Lintas Sekolah di Lampung Bandar Lampung Coki, Buaya Peliharaan Warga Panjang yang Bikin Haru Jelang Evakuasi KKP Lampung Tekuni Hobi Sejak Kuliah, Dani Tetap Bertahan Jual Ikan Hias di Tengah Tantangan Cuaca Prakiraan Cuaca Lampung 26 September 2026: Cerah Berawan dan Potensi Hujan Humaniora Perlindungan Anak Digital: MPR Desak Komitmen Global Terwujud Nyata di Tanah Air Regional Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang Tersangka Pemerasan Perizinan Bangunan dan TPPU Bandar Lampung Puluhan Siswa di Lampung Tengah Diduga Keracunan Makanan Program MBG
Sirventes

Sirventes

Bertran_de_Born.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Sirventes merupakan salah satu genre puisi lirik dalam bahasa Oksitan Kuno yang dipraktikan oleh para troubadour. Nama sirventes berasal dari kata sirvent yang berarti pelayan, yang konon menjadi sudut pandang penutur dalam lagu tersebut. Sirventes umumnya berbentuk parodi, dengan meminjam melodi, struktur metrum, serta sering kali rima dari karya yang telah dikenal luas untuk membahas suatu persoalan kontroversial, biasanya peristiwa yang sedang berlangsung. Karya asli yang dijadikan dasar umumnya berupa canso, meskipun terdapat pula sirventes yang ditulis.

Sirventes atau serventes (Bahasa Oksitan Kuno:[/sirven'tes/]), yang kadang-kadang diterjemahkan sebagai "lagu pengabdian", merupakan salah satu genre puisi lirik dalam bahasa Oksitan Kuno yang dipraktikkan oleh para troubadour.

Nama sirventes berasal dari kata sirvent yang berarti "pelayan" atau "orang yang mengabdi", yang konon menjadi sudut pandang penutur dalam lagu tersebut. Sirventes umumnya (dan kemungkinan selalu) berbentuk parodi, dengan meminjam melodi, struktur metrum, serta sering kali rima dari karya yang telah dikenal luas untuk membahas suatu persoalan kontroversial, biasanya peristiwa yang sedang berlangsung. Karya asli yang dijadikan dasar umumnya berupa canso, meskipun terdapat pula sirventes yang dotulis sebagai contrafactum dari setidaknya sestina dan pastorela.[1]

Sirventes selalu bersifat argumentatif dan mengandung penilaian yang kuat, baik berupa pujian yang sangat tinggi maupun, yang lebih sering ditemukan, kecaman yang tajam. Namun, ciri-ciri tersebut tidak hanya dimiliki oleh sirventes. Oleh karena itu, suatu karya hanya dapat diidentifikasi secara pasti sebagai sirventes apabila sifatnya dinyatakan secara eksplisit dalam teks (yang cukup sering terjadi) atau apabila karya asli tersebut penting karena sebuah parodi hanya akan efektif apabila merujuk pada karya yang dikenal luas oleh pendengarnya.[1]

Penulis pertama yang diketahui menciptakan sirventes adalah Cercamon, sementara nama genre ini pertama kali disebutkan oleh Marcoat. Tokoh yang paling terkenal dalam genre ini adalah Bertran de Born. Selain itu, Peire de Vic juga dikenal sebagai penulis sirventes, meskipun hanya ada satu karyanya yang masih bertahan hingga sekarang.

Contoh

Sebagian besar troubadour terkemuka diketahui pernah menulis setidaknya satu sirventes. Beberapa contoh yang terkenal meliputi:

  • Leus sonetz karya Raimbaut de Vaqueiras, sebuah karya politik yang dibangun berdasarkan struktur 'Los apleiz' karya Giraut de Bornelh dan menggunakan rima yang sama dengan karya aslinya.
  • Un sirventes vuelh far dels auls glotos karya Piere Cardenal, salah satu dari banyak sirventes yang mengkritik praktik simoni.
  • Ben grans avoleza intra karya Bertran de Born, yang disusun berdasarkan struktur sestina terkenal karya Anaut Daniel, Lo ferm voler qu'el cor m'intra, serta menggunakan seluruh kata akhir yang sama dengan karya aslinya.
  • Consoneta leu e plana karya Guilhem de Bergueden, bagian dari rangkaian puisi yang berisi serangan pribadi terhadap Pons de Mataplana.
  • Pos Peire d'Alvernh' a chantat karya Peire de Vic, yang Peire d'Alvernha. Karya ini merupakan sumber penting mengenai para troubadour abad ke-12 dan menyindir banyak di antaranya.

Warisan

Sirventes, yang dalam bahasa Katalan awal disebut sirventech, diperkenalkan ke dalam tradisi sastra Katalan pada abad-14 dan kemudian berkembang menjadi bentuk karya yang khas dengan sifat didaktis dan moralitis.

Genre ini juga menyebar ke Prancis Utar dan dikenal sebagai serventois dalam rumpun bahasa langues d'oil. Salah satu contoh penting sirventes yang ditulis dalam bahasa Prancis Kuno adalah Dalfin je voill karya Raja Richard I dari Inggris.[2][3][4]

Referensi

  1. 1 2 Audiau, Jean (1923). La pastourelle dans la poésie occitane du Moyen Âge. Paris: E. De Boccard. hlm. 6. OL 23309391M.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Gillingham, John (1999). Richard I. New Haven, Connecticu: Yale University Press. ISBN 9780300183917.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ mnemomed.hypotheses.org https://mnemomed.hypotheses.org/192. Diakses tanggal 2026-06-03.{{cite web}}: |title= tidak ada atau kosong
  4. ↑ author, author (2005). Dictionary of music (dalam bahasa Prancis). Larousse.{{cite book}}: |last= memiliki nama generikPemeliharaan CS1: Status URL (link)
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan