Jumat, 02 Oktober 2026
18:52 WIB
TERKINI
Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Regional Penyaluran Bantuan Logistik Mendesak untuk Korban Banjir di Kalimantan Selatan Regional Antusiasme Warga Banjarmasin Tinggi, Sentra Vaksinasi Covid-19 Ramai Berita Tangki Motor Bocor Picu Kebakaran Hebat Bengkel di Cilincing, Kerugian Capai Rp 75 Juta Berita DPR Tugaskan Komisi III Uji Kelayakan Komjen Suyudi Ario Seto Sebagai Calon Kapolri Berita Komjen Suyudi Paparkan Visi 'Polisi Bersama Masyarakat' untuk Transformasi Polri Berita Jalan Mulus Komjen Suyudi: Komisi III DPR Setujui Pimpin Polri Berita DPR RI Resmi Lantik Komjen Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri Baru Lampung Prakiraan Cuaca Lampung 1 Oktober 2026: Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang

Tri Maharani

dokter spesialis toksinologi ular berbisa (lahir 1971)

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Januari 2023)
Tri Maharani
Lahir31 Agustus 1971 (umur 55)
AlmamaterUniversitas Brawijaya
Universitas Airlangga
Universitas Katolik Leuven
PekerjaanDokter Spesialis Toksikologi ular berbisa

Tri Maharani (lahir 31 Agustus 1971) adalah satu-satunya dokter spesialis toksinologi ular berbisa di Indonesia.[1][2] Ia juga menginisiasi pengumpulan data kasus gigitan ular di Indonesia, karena belum adanya lembaga resmi pemerintah yang melakukannya. Dokter ini pun ikut mendirikan organisasi Remote Envenomation Consultancy Services (RECS) Indonesia pada 2015 serta Indonesia Toxinology Society (ITS) yang anggotanya terdiri dari konsultan- konsultan untuk kasus gigitan ular ataupun kasus keracunan hewan lainnya dan bertujuan untuk mengurangi angka kematian akibat gigitan ular berbisa.[3]

Maharani saat ini bekerja sebagai Ketua kajian gigitan hewan berbisa dan tanaman beracun di Kementerian kesehatan Indonesia setelah sebelumnya menjadi Kepala Departemen Instalasi Gawat Darurat di Rumah Sakit Umum Daha Husada, Kota Kediri, Jawa Timur. Ia menamatkan pendidikan kedokteran di Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (1990-1998), lalu melanjutkan pendidikan magister imunologi di Universitas Airlangga (2001-2003),[2] pendidikan spesialis kedokteran emergensi di Universitas Brawijaya (2007-2011), pendidikan doktoral bidang biomedik Universitas Brawijaya (2008-2014).[4]

Sudah ratusan korban gigitan ular berbisa yang berhasil diselamatkan oleh Maharani dengan menggunakan serum anti bisa ular (SABU) baik yang sudah diproduksi di Indonesia maupun di impor. Indonesia sampai saat ini telah mampu memproduksi SABU polivalen yang bisa digunakan untuk kasus gigitan ular kobra (Naja sputatrix), ular welang (Bungarus fasciatus), dan ular tanah (agkistrodon rhodostoma).[5] Saat ini Dr. dr. Tri Maharani, M.Si, Sp.Em, Sub.Sp.Tok(K), FICEP, FIMMA ini telah mengetuai program penanganan gigitan dan sengatan hewan berbisa dan tanaman beracun di kementerian kesehatan Indonesia dan mengusulkan, membuat program serta menginisiasi semua training online tentang penanganan gigitan, sengatan hewan berbisa dan keracunan tanaman serta membuat pedoman nasional Indonesia untuk hal ini (9)

COVID-19

Pada tanggal 12 Juni 2020, Tri Maharani menderita penyakit COVID-19,[6][7] lalu sembuh pada tanggal 18 Juni 2020.[8]

Referensi

  1. ↑ JawaPos.com (2018-09-14). "Tri Maharani, Satu-satunya Dokter Pakar Bisa Ular di Indonesia". JawaPos.com. Diakses tanggal 2020-05-23.
  2. 1 2 "Tri Maharani, Ahli Toksinologi Indonesia yang Dedikasikan Hidupnya Untuk Menangani Kasus Gigitan Hewan Berbahaya". Unair News. 2020-03-16. Diakses tanggal 2020-05-23.
  3. ↑ "Negeri Sarang Ular, Indonesia Krisis Penawar Bisa". tirto.id. Diakses tanggal 2020-05-23.
  4. ↑ "Disertasi Tri Maharani: Efek Ekstrak Ipomoea Batatas pada Inflamasi Kronis". Prasetya Online Universitas Brawijaya. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-05-21. Diakses tanggal 2020-05-23.
  5. ↑ Bimantara, J Galuh (6 September 2018). "Koran Kompas". Diakses tanggal 16 September 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "Saya Positif Covid-19, Pak Terawan". Bebas Akses. 2020-06-15. Diakses tanggal 2020-06-17.
  7. ↑ Dwi, Sofian (2020-06-15). "Dokter Sekaligus Pakar Bisa Ular Dikabarkan Terpapar Covid-19". Indonesiainside.id. Diakses tanggal 2020-06-17.
  8. ↑ JawaPos.com (2020-06-19). "Dokter Tri Maharani dan Cerita Kesembuhan Covid-19". JawaPos.com. Diakses tanggal 2020-06-20.

9. https://www.netralnews.com/harta-karun-indonesia-bisa-buat-obat-dan-energi-terbarukan-dari-bisa-ular/SnJOSUNkT252WFpaRjZKb2o1K2ZHUT09

Wikiquote memiliki koleksi kutipan yang berkaitan dengan: Tri Maharani.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan