Kamis, 15 Oktober 2026
21:48 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Metro Relasi Kuasa Timpang Pemicu KDRT: Dosen Unila Soroti Kasus Suami Bakar Istri Bandar Lampung BMKG: 471 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, 22 Di antaranya Berisiko Tinggi Bandar Lampung Polda Lampung Dalami Kasus Penggelapan Mobil Libatkan Anggota Dewan, Rugi Rp1,1 M
Toko kue

Toko kue

Bagikan:
250px-Bake_on_mahne_yehuda.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Toko roti di Pasar Mahane Yehuda
250px-Bakery-2.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Seorang wanita bekerja dengan pemanggang komersial di toko roti

Toko kue atau toko roti (bahasa Inggris:bakery)[1][2] adalah sebuah tempat yang memproduksi dan menjual makanan yang berbahan dasar tepung dan dipanggang di dalam pemanggang, seperti roti, kukis, kue, pastri, dan pai.[3] Beberapa toko roti ecer juga berperan sekaligus sebagai kafe, dengan menyediakan kopi dan teh sebagai pendamping roti.

Sejarah

250px-Braubach_Baker_Plaque_1442_107.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Iklan toko roti di Jerman, 1442
250px-City_bakeries_bridgeton_1936.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Etalase di depan toko roti, diisi dengan roti dan kue, 1936
250px-Village_bakehouse_in_Geyerbad_%282019%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Toko roti tradisional di Geyerbad dekat Oberdigisheim (Meßstetten)

Roti telah ada sejak ribuan tahun lalu. Seni pemanggangan roti telah berkembang sejak zaman Kekaisaran Roma. Seni ini begitu terkenal, karena masyarakat Roma sangat suka mengonsumsi roti, dan roti pun sering dihidangkan dalam pesta, pernikahan, dll. Oleh karena itu, sekitar 300 tahun sebelum masehi, profesi pembuat roti menjadi profesi yang terhormat di Roma. Para pembuat roti pada saat itu mempersiapkan adonan roti di rumah dengan menggunakan oven. Sekitar 168 tahun sebelum masehi, asosiasi pembuat roti pertama terbentuk di Roma. Roti kemudian menyebar ke seantero Eropa dan Asia Timur. Para pembuat roti pun mulai membuat roti dan menjualnya di jalanan.

Roti pun makin terkenal, dan makin banyak yang menjualnya di jalanan kota Roma, Jerman, London, dsb. Pembuat roti kemudian mulai menyediakan layanan pengiriman roti ke rumah konsumen, karena semakin meningkatnya permintaan. Pembuat roti lalu mulai mendirikan tempat di mana orang dapat datang dan membeli roti buatannya. Toko roti pertama resmi dibuka di Paris, dan sejak saat itu, toko roti menjadi cara paling umum untuk membeli roti. Pada periode modern awal, toko roti pun dipandang sebagai tempat paling ideal untuk berkumpul dan bersosialisasi.[4]

Pada tanggal 7 Juli 1928, sebuah toko roti di Chillicothe, Missouri memperkenalkan roti tawar yang telah dipotong menjadi lembaran, dengan mesin yang diciptakan oleh Otto Frederick Rohwedder. Karena roti tawar biasa susah terjual, akibat bentuknya yang kurang estetik dan lebih cepat basi,[5] roti tawar potong pun menjadi populer. Pada Perang Dunia II, mesin pemotong roti dilarang diproduksi, karena logam yang diperlukan untuk membuat mesin tersebut dialihkan untuk mendukung upaya perang. Keputusan ini pun mendapat penolakan dari para ibu rumah tangga.[6]

Perang Dunia II memengaruhi industri roti secara signifikan di Britania Raya. Sekolah pembuat roti ditutup, sehingga tidak ada regenerasi pembuat roti yang terampil. Hal ini pun mendorong pengembangan metode baru untuk memenuhi permintaan roti. Metode tersebut antara lain penambahan bahan kimia ke dalam adonan, dan pembuatan mesin-mesin baru. Metode pembuatan roti tradisional pun hampir seluruhnya tergantikan oleh metode baru. Metode lama dianggap kurang efektif dan lebih mahal, sehingga pada masa itu pembuat roti tradisional makin sulit dijumpai.

Produk

Spesialisasi

250px-Carquinyolis_d%27Arenys_2_%28cropped%29.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Carquinyolis d'Arenys (beberapa biskuit khas Catalan)

Beberapa toko roti juga menyediakan layanan untuk acara khusus (seperti pernikahan, pesta ulang tahun, hari jadi, maupun acara perusahaan) atau untuk orang yang alergi / sensitif terhadap makanan tertentu (seperti kacang, kacang tanah, susu, dan gluten). Toko roti juga dapat menyediakan berbagai macam rancang roti, seperti kue lembar, kue tingkat, dan kue pernikahan. Toko roti lain juga dapat mengkhususkan diri pada pembuatan roti secara tradisional, yang dibuat dengan tepung, tanpa agen pemutih tepung atau agen pengembang tepung.[3]

Komersialisasi

Toko kulakan dan supermarket di beberapa negara juga menjual roti dalam kemasan, kue, maupun pastri. Toko-toko ini juga dapat menyediakan hiasan kue sederhana.[4] Walaupun begitu, banyak orang masih memilih untuk membeli roti di toko roti, baik karena sudah menjadi tradisi, karena tersedia lebih banyak jenis roti, ataupun karena kualitas rotinya lebih baik.[3]

Lihat juga

Referensi

  1. ↑ (Indonesia) Pusat Bahasa Departemen Pendidikan Republik Indonesia "Arti kata bakeri pada Kamus Besar Bahasa Indonesia dalam jaringan". Diakses tanggal 2020-01-30.
  2. ↑ "Padanan Istilah Kemdikbud". Diakses tanggal 16 Januari '25.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  3. 1 2 3 Yogambal Ashokkumar (2009), Theory of Bakery and Confectionary, ISBN 978-81-203-3954-5
  4. 1 2 Rush, Morgan. "About the Bakery Business". Huston Chronicle. Diakses tanggal 2014-02-24.
  5. ↑ Latson, Jennifer (7 Juli 2015). "How Sliced Bread Became the 'Greatest Thing'". Time. Diakses tanggal 6 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  6. ↑ "U.S. At War: Trouble on the Bread Line". Time. 1 Februari 1943. Diakses tanggal 6 Oktober 2017.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

  • Media terkait Bakeries di Wikimedia Commons
  • Definisi kamus toko kue di Wikikamus
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan