Sabtu, 24 Oktober 2026
20:49 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Ancaman Serius TNBBS: 23 Kasus Pidana Kehutanan Terungkap dalam Satu Dekade Bandar Lampung Penipuan Rekrutmen Honorer Rp20 Juta di Bandar Lampung Berakhir Damai Bandar Lampung Transformasi 40 Tahun FISIP Unila: Dari Prestasi Global hingga Riset Solutif Lampung Bandar Lampung Sinergi Lintas Sektor: TNBBS Perkuat Penegakan Hukum Lingkungan dengan Enam Strategi Bandar Lampung Dorong Gaya Hidup Sehat, Pemkot Bandar Lampung Dukung Jalan Sehat Akbar di Panjang Bandar Lampung Peringatan Petugas Diabaikan, Pemotor Tewas Tertabrak Kereta Babaranjang di Bandar Lampung
Tina Strobos

Tina Strobos

Bagikan:
40px-Wiki_letter_w.svg.png?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Desember 2023)
Tina Strobos
TinaStrobos1941.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail_unscaled
Tina Strobos, 1941
Lahir
Tineke Buchter

(1920-05-19)19 Mei 1920
Amsterdam, Belanda
Meninggal27 Februari 2012(2012-02-27) (umur 91)
AlmamaterUniversitas Amsterdam
PekerjaanPsikiater
Dikenal karenaMenyelamatkan lebih dari 100 pengungsi Holocaust Yahudi selama Perang Dunia II
Pasangan menikah
  • Robert Strobos (c. 1947–1964)
  • Walter Chudson (1967–2002)
AnakTiga anak dan dua anak tiri
Orang tuaMarie Schotte dan Alphonse Buchter
PenghargaanElizabeth Blackwell Medal
PenghargaanOrang Baik dari Berbagai Bangsa

Tina Strobos, née Tineke Buchter (19 Mei 1920 – 27 Februari 2012), adalah seorang dokter dan psikiater asal Belanda lebih tepatnya Amsterdam, yang dikenal karena pekerjaan perlawanannya selama Perang Dunia II. Saat menjadi mahasiswa kedokteran sewaktu muda, dia bekerja dengan ibu dan neneknya untuk menyelamatkan lebih dari 100 pengungsi Yahudi sebagai bagian dari perlawanan Belanda terhadap Nazi selama menduduki Belanda. Strobos menyediakan rumahnya sebagai tempat persembunyian bagi orang-orang Yahudi dalam pelarian, menggunakan kompartemen loteng rahasia dan sistem bel peringatan untuk menjaga mereka aman dari serangan polisi mendadak. Selain itu, Strobos menyelundupkan senjata dan radio untuk perlawanan dan memalsukan paspor untuk membantu pengungsi melarikan diri dari negara tersebut. Meskipun ditangkap dan diinterogasi sembilan kali oleh Gestapo, dia tidak pernah mengkhianati keberadaan seorang Yahudi.[1][2][3]

Setelah perang, Strobos menyelesaikan gelar kedokterannya dan menjadi psikiater. Dia belajar di bawah Anna Freud di Inggris. Strobos kemudian beremigrasi ke Amerika Serikat untuk belajar psikiatri di bawah Beasiswa Fulbright, dan dia kemudian menetap di New York. Dia menikah dua kali dan memiliki tiga anak. Strobos membangun karier sebagai psikiater keluarga, menerima Medal Elizabeth Blackwell pada tahun 1998 untuk pekerjaan medisnya, dan akhirnya pensiun dari praktik aktif pada tahun 2009.

Pada tahun 1989, Strobos dihormati sebagai Righteous Among the Nations oleh Yad Vashem untuk pekerjaan penyelamatannya. Pada tahun 2009, dia diakui atas usahanya oleh Pusat Pendidikan Holocaust dan Hak Asasi Manusia New York City.

Referensi

  1. ↑ "Tina Strobos | Dutch heroine". Encyclopedia Britannica (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal April 18, 2018.{{cite encyclopedia}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Langer, Emily (Februari 29, 2012). "Tina Strobos, Dutch student who rescued 100 Jews during the Holocaust, dies at 91". Washington Post (dalam bahasa American English). ISSN 0190-8286. Diakses tanggal April 18, 2018.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  3. ↑ Bartrop, Paul R. (Juni 6, 2016). Resisting the Holocaust: Upstanders, Partisans, and Survivors: Upstanders, Partisans, and Survivors (dalam bahasa Inggris). ABC-CLIO. hlm. 274–275. ISBN 978-1-61069-879-5.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan