Minggu, 27 September 2026
22:51 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda
Timor Portugis

Timor Portugis

koloni Portugal, kini dikenal sebagai negara merdeka Timor Leste

Timor Portugis
Timor Português
1702–2002 (de jure)
1702–1975 (de facto)
Lagu kebangsaan: "Hymno Patriótico" (1808–26)
Lagu Kebangsaan Patriotik
"Hino da Carta" (1826–1910)
Himne Piagam
"A Portuguesa" (1910–1975)
Portugis
Timor Portugis dengan batas wilayah yang ditetapkan pada tahun 1869.
Timor Portugis dengan batas wilayah yang ditetapkan pada tahun 1869.
StatusKoloni dari Imperium Portugal
Diduduki oleh Kekaisaran Jepang
(1942–1945)
Ibu kotaLifau (1702–69)
Dili (1769–1942; 1945–75)
Bahasa umumTetum, Portugis, Indonesia
Agama Katolik
Kepala negara 
• Monarki
1702–06

Peter II (pertama)
• 1908–10
Manuel II (terakhir)
• Presiden
1910–11

Teófilo Braga (pertama)
• 1974–75/76
Francisco da Costa Gomes (terakhir de facto)
Gubernur 
• 1702–05
António Coelho Guerreiro (pertama)
• 1974–75
Mário Lemos Pires (terakhir)
Sejarah 
• Pembentukan
1702
• Pendudukan Jepang di Timor Portugis
1942–45
28 November 1975
7 Desember 1975
• Kemerdekaan tercapai
20 Mei 2002
Mata uangPataca Timor (PTP)
Escudo Timor (PTE)
Kode ISO 3166TP
Didahului olehDigantikan oleh
Timor pra-kolonial
Republik Demokratik Timor Leste (1975)
Timor Timur yang diduduki Indonesia
Sekarang bagian dariTimor Leste
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Timor Leste
Lambang Timor Leste
Garis waktu
Topik

Timor Portugis (bahasa Portugis: Timor Português) adalah wilayah jajahan Portugal yang berdiri antara tahun 1702 dan 1975. Selama sebagian besar periode ini, Portugal berbagi Pulau Timor dengan Hindia Belanda.

Orang Eropa pertama yang tiba di wilayah ini adalah orang Portugis pada tahun 1515.[1] Biarawan Dominikan mendirikan sebuah biara di pulau ini pada tahun 1556, dan wilayah ini dinyatakan sebagai koloni Portugis pada tahun 1702. Setelah dimulainya Revolusi Anyelir (proses dekolonisasi yang diprakarsai oleh Lisbon) pada tahun 1975, Timor Timur diinvasi oleh Indonesia. Namun, invasi tersebut tidak diakui sebagai tindakan yang sah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang tetap menganggap Portugal sebagai Penguasa Timor Timur yang sah. Kemerdekaan Timor Leste akhirnya tercapai pada tahun 2002 setelah masa transisi yang diatur oleh PBB.[2]

Referensi

  1. ↑ West, p. 198.
  2. ↑ C. R. Boxer, "Portuguese Timor: A Rough Island Story, 1515-1960." History Today (May 1960) 19#5) pp 349-355.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan