Sabtu, 07 November 2026
00:20 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis Bandar Lampung Agenda Strategis Pemprov Lampung 6 November 2026: Revitalisasi Stadion Jadi Prioritas Bandar Lampung Harga Beras di Pasar Pasir Gintung Bandar Lampung Merangkak Naik, Stok Aman Bandar Lampung Disdag Bandar Lampung Jamin Pasokan Beras Aman hingga Akhir 2026 Insight Komitmen Pembangunan Negeri, PTBA Sabet Penghargaan Kepatuhan PNBP ESDM 2026 Pemprov Lampung Gubernur Mirza Canangkan Mulang Maya Jadi Magnet Wisata Budaya Unggulan Lampung Tuba Barat Mewujudkan Haji: Pemkab Tubaba dan BSI Ajak Masyarakat Menabung Sejak Dini Lampung Timur Bupati Ela Dekatkan Diri dengan Siswa, Pastikan Kualitas Pendidikan dan Gizi di Lampung Timur Tuba Barat Kemitraan Strategis Pemkab Tubaba dan Kejari: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan Akuntabel Bandar Lampung Mantan Ketua DPRD Lampung Bersaksi dalam Sidang Arinal Djunaidi Bandar Lampung Senator Bustami Zainudin dan Staf DPD Lampung Ikuti Program Cek Kesehatan Gratis
Timor Portugis

Timor Portugis

koloni Portugal, kini dikenal sebagai negara merdeka Timor Leste

Bagikan:
Timor Portugis
Timor Português
1702–2002 (de jure)
1702–1975 (de facto)
Lagu kebangsaan: "Hymno Patriótico" (1808–26)
Lagu Kebangsaan Patriotik
"Hino da Carta" (1826–1910)
Himne Piagam
"A Portuguesa" (1910–1975)
Portugis
Timor Portugis dengan batas wilayah yang ditetapkan pada tahun 1869.
Timor Portugis dengan batas wilayah yang ditetapkan pada tahun 1869.
StatusKoloni dari Imperium Portugal
Diduduki oleh Kekaisaran Jepang
(1942–1945)
Ibu kotaLifau (1702–69)
Dili (1769–1942; 1945–75)
Bahasa umumTetum, Portugis, Indonesia
Agama Katolik
Kepala negara 
• Monarki
1702–06

Peter II (pertama)
• 1908–10
Manuel II (terakhir)
• Presiden
1910–11

Teófilo Braga (pertama)
• 1974–75/76
Francisco da Costa Gomes (terakhir de facto)
Gubernur 
• 1702–05
António Coelho Guerreiro (pertama)
• 1974–75
Mário Lemos Pires (terakhir)
Sejarah 
• Pembentukan
1702
• Pendudukan Jepang di Timor Portugis
1942–45
28 November 1975
7 Desember 1975
• Kemerdekaan tercapai
20 Mei 2002
Mata uangPataca Timor (PTP)
Escudo Timor (PTE)
Kode ISO 3166TP
Didahului olehDigantikan oleh
Timor pra-kolonial
Republik Demokratik Timor Leste (1975)
Timor Timur yang diduduki Indonesia
Sekarang bagian dariTimor Leste
Bagian dari seri mengenai
Sejarah Timor Leste
Lambang Timor Leste
Garis waktu
Topik

Timor Portugis (bahasa Portugis: Timor Português) adalah wilayah jajahan Portugal yang berdiri antara tahun 1702 dan 1975. Selama sebagian besar periode ini, Portugal berbagi Pulau Timor dengan Hindia Belanda.

Orang Eropa pertama yang tiba di wilayah ini adalah orang Portugis pada tahun 1515.[1] Biarawan Dominikan mendirikan sebuah biara di pulau ini pada tahun 1556, dan wilayah ini dinyatakan sebagai koloni Portugis pada tahun 1702. Setelah dimulainya Revolusi Anyelir (proses dekolonisasi yang diprakarsai oleh Lisbon) pada tahun 1975, Timor Timur diinvasi oleh Indonesia. Namun, invasi tersebut tidak diakui sebagai tindakan yang sah oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yang tetap menganggap Portugal sebagai Penguasa Timor Timur yang sah. Kemerdekaan Timor Leste akhirnya tercapai pada tahun 2002 setelah masa transisi yang diatur oleh PBB.[2]

Referensi

  1. ↑ West, p. 198.
  2. ↑ C. R. Boxer, "Portuguese Timor: A Rough Island Story, 1515-1960." History Today (May 1960) 19#5) pp 349-355.

Lihat pula


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan