Minggu, 27 September 2026
17:46 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

Timon Screech

Timon Screech FBA (lahir 28 September 1961 di Birmingham) adalah profesor sejarah seni di School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London dari tahun 1991 - 2021, saat ia meninggalkan Britania Raya sebagai bentuk protes atas Brexit. Ia kini menjadi profesor di International Research Center for Japanese Studies (Nichibunken) di Kyoto. Screech adalah spesialis seni dan budaya Jepang awal modern.

Pada tahun 1985, Screech meraih gelar BA dalam Studi Oriental (Jepang) di University of Oxford. Pada tahun 1991, ia meraih gelar PhD dalam sejarah seni di Harvard University. Selain jabatan tetapnya, ia telah menjadi profesor tamu di University of Chicago, Heidelberg University, dan Tokyo University of Foreign Studies serta peneliti tamu di Gakushuin University dan Waseda University di Jepang, serta di Yale, Berkeley, dan UCLA di AS. Proyek penelitian utamanya saat ini terkait dengan pendewaan shogun Tokugawa pertama, Ieyasu, pada tahun 1616-17, dan pemujaannya sebagai Avatar Agung.

Pada bulan Juli 2018, Screech terpilih sebagai Fellow British Academy (FBA).[1] Karya Screech telah diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin (Taiwan dan RRT), Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Polandia, dan Rumania. Minatnya saat senggang adalah ailurofilia, belajar bahasa Burma, dan membudidayakan tanaman di bekas Kerajaan Ryukyu. Pada tahun 2022, ia menerima Penghargaan Akademik Fukuoka dan Penghargaan Yamagata Bantō.

Lihat pula

Referensi

  1. ↑ "Record number of academics elected to British Academy | British Academy". British Academy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-22.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan