Selasa, 22 September 2026
07:05 WIB
TERKINI
Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya Cek Fakta Menteri Keuangan Suahasil Nazara Diserang Hoaks: Dana Hibah Fiktif dan Korupsi Fantastis Cek Fakta Waspada! Penipuan Undian Berhadiah Mengatasnamakan BRI Marak di Medsos Cek Fakta Klarifikasi Hoaks: Nusron Wahid Tak Pernah Sebut Jokowi Terima Suap Rp 700 Miliar Hukum & Kriminal Pengusaha RI Tersandung Dolar Singapura Palsu di Kasino Mewah Sentosa Peristiwa Misteri 22 Penumpang KM Virgo Tak Terdaftar: Menyoroti Akurasi Manifes Kapal Olahraga Pedro Acosta Pecah Telur di MotoGP Austria 2026, Penantian Panjang Berakhir Kolom Warisan Otoriter: Jejak Kekuasaan Kolonial dalam Rezim Orde Baru Kolom Obligasi Daerah Rp 5,6 Triliun DKI: Cerminan Kebutuhan Pembiayaan Ibu Kota Politik Partai Pendukung Prabowo Usulkan Kenaikan Ambang Batas Parlemen dan Presiden Megapolitan Pria Penendang Wanita di Senayan City Resmi Tersangka, Polisi Ungkap Motifnya

Timon Screech

Timon Screech FBA (lahir 28 September 1961 di Birmingham) adalah profesor sejarah seni di School of Oriental and African Studies (SOAS), University of London dari tahun 1991 - 2021, saat ia meninggalkan Britania Raya sebagai bentuk protes atas Brexit. Ia kini menjadi profesor di International Research Center for Japanese Studies (Nichibunken) di Kyoto. Screech adalah spesialis seni dan budaya Jepang awal modern.

Pada tahun 1985, Screech meraih gelar BA dalam Studi Oriental (Jepang) di University of Oxford. Pada tahun 1991, ia meraih gelar PhD dalam sejarah seni di Harvard University. Selain jabatan tetapnya, ia telah menjadi profesor tamu di University of Chicago, Heidelberg University, dan Tokyo University of Foreign Studies serta peneliti tamu di Gakushuin University dan Waseda University di Jepang, serta di Yale, Berkeley, dan UCLA di AS. Proyek penelitian utamanya saat ini terkait dengan pendewaan shogun Tokugawa pertama, Ieyasu, pada tahun 1616-17, dan pemujaannya sebagai Avatar Agung.

Pada bulan Juli 2018, Screech terpilih sebagai Fellow British Academy (FBA).[1] Karya Screech telah diterjemahkan ke dalam bahasa Mandarin (Taiwan dan RRT), Prancis, Jerman, Jepang, Korea, Polandia, dan Rumania. Minatnya saat senggang adalah ailurofilia, belajar bahasa Burma, dan membudidayakan tanaman di bekas Kerajaan Ryukyu. Pada tahun 2022, ia menerima Penghargaan Akademik Fukuoka dan Penghargaan Yamagata Bantō.

Lihat pula

Referensi

  1. "Record number of academics elected to British Academy | British Academy". British Academy (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-22.

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan