Jumat, 16 Oktober 2026
15:03 WIB
TERKINI
Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo Bandar Lampung JNE Lampung Sukses Ubah Komplain Milea Cutting Jadi Kemitraan Strategis Bandar Lampung Jadwal Padat Pemprov Lampung 16 Oktober 2026: Pisah Sambut Kapolda dan Rapat Strategis Bandar Lampung Lampung Waspada: BMKG Deteksi 212 Titik Panas di Sepuluh Kabupaten Bandar Lampung Masyarakat Lampung Titip Harapan Besar untuk Kapolda Baru: Berantas Narkoba dan Begal Regional Gubernur Herman Deru Minta Polisi Usut Tuntas Pengeroyokan Jurnalis di Palembang Lampung Selatan Bau Menyengat dan Lalat Ungkap Kematian Pria di Natar, Diduga Sakit Kronis Hiburan Daftar Film Paling Dipuji di IMDb 2026: Dari Epik Kolosal hingga Aksi Pahlawan Super Lampung Gubernur Lampung Kembali Raih Grand Baznas Awards 2026, Diakui Dukungan Zakat Terbaik Bandar Lampung Transformasi Pengelolaan Sampah Bandar Lampung: PSEL Beroperasi, TPA Bakung Tutup Permanen Regional Polda Sumsel Buru Aktor Intelektual Penyerang Jurnalis dan Mahasiswa Saat Demo
Tiket kereta api Edmondson

Tiket kereta api Edmondson

Bagikan:
250px-Edmonson_KAI_130422_0321_prp.JPG?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail
Karcis edmonson, sebagaimana dipakai di kereta api Merak - Parungpanjang - Jakarta, 2008

Tiket kereta api Edmondson atau ringkasnya tiket Edmondson atau karcis Edmondson adalah bukti pembayaran perjalanan kereta api, berupa kartu kecil (Bld.: kaartjes) dari karton berukuran sekitar 3 cm × 5,7 cm.[1] Tiket ini telah digunakan sejak tahun 1840 setelah penemunya, yaitu Thomas Edmondson, memperkenalkan penggunaan tiket tersebut. Thomas Edmondson adalah seorang ahli pembuat lemari yang menjadi kepala stasiun di jalur kereta api antara Newcastle dan Carlisle di Perusahaan Kereta Api Manchester dan Leeds di Inggris. Sebelumnya, perusahaan kereta api menggunakan tiket yang ditulis tangan, tetapi hal ini merepotkan bagi petugas tiket yang harus menulis tiket untuk setiap penumpang sehingga antrean panjang sering dijumpai di stasiun-stasiun yang sibuk.[2]

Sejak itu, penggunaan tiket Edmondson meluas ke berbagai negara di Eropa, termasuk Cekoslowakia, Jerman, Belanda, dan lain-lain. Karcis Edmondson terus digunakan di Inggris sebelum pada akhirnya dihentikan di sekitar tahun 1990-an; dan di Belanda hingga tahun 1982.[1] Namun di Jepang, Korea Selatan, dan juga di Taiwan, karcis ini masih digunakan setidaknya pada beberapa jalur lokal.

Di Indonesia, karcis Edmondson digunakan pada era Hindia Belanda oleh maskapai kereta api NIS (Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij) pada tahun 1897 untuk mencetak tiket lintas Semarang - Solo - Yogyakarta; tahun 1873 untuk lintas Batavia - Buitenzorg; dan pada tahun 1878 juga digunakan oleh maskapai SS (Staats Spoorwegen) untuk lintas Surabaya - Pasuruan.

Setelah kereta api diambil alih oleh Negara Republik Indonesia, karcis Edmondson tetap digunakan hingga saat PT Kereta Api memberhentikan pencetakan tiket Edmondson pada bulan Oktober 2009. Karcis Edmondson diproduksi oleh Balai Grafika, Bandung, sebelum pabrik percetakan ini ditutup PT KAI pada tahun 2011.[1]

Tiket Edmondson di berbagai negara

Referensi

  1. 1 2 3 Sudarsih, A.. Pabrik karcis edmonson kini tinggal kenangan. Majalah Kereta Api 59: 22-23 (Juni 2011).
  2. ↑ Farr, M (1997). "Edmondson, Thomas". Di dalam: Simmonds & Biddle (Penyunting) The Oxford Companion to British Railway History: From 1603 to the 1990s. Oxford: Oxford University Press. Hlm. 141.

Pranala luar

Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Edmondson railway tickets.
Ikon rintisan

Artikel bertopik perkeretaapian ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan