Senin, 26 Oktober 2026
20:23 WIB
TERKINI
Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung Bandar Lampung Harga Singkong Lampung Meroket, Petani Nikmati Keuntungan Rp45 Juta per Hektare Bandar Lampung BSU 2026 Segera Disalurkan: Rp900 Ribu dan Analisis Pakar Terkait Tantangan Pekerja Bandar Lampung Optimisme Harga Singkong Lampung 2027: Bibit dan Pupuk Kunci Utama Bandar Lampung Krisis Asap dan Ribuan Titik Panas: WALHI Desak Audit Ekologis TNWK Bandar Lampung Polda Lampung Luncurkan Operasi Patuh Krakatau 2026: 702 Personel Siap Tingkatkan Disiplin Lalu Lintas Bandar Lampung Pembakaran Sampah Diduga Picu Kebakaran Lahan di Panjang Bandar Lampung Bandar Lampung Waspada Hujan Ringan: Prakiraan Cuaca Lampung Sepanjang 24 Oktober 2026 Bandar Lampung Penundaan Pembahasan APBD Lampung 2027: Berkas dan Data Terkini Jadi Kunci Bandar Lampung Fokus Pendidikan dan Ekonomi Desa, Lampung Matangkan APBD 2027 Bandar Lampung Polisi Hadir di Jalanan: Ratusan Makan Siang Gratis Eratkan Hubungan Warga Bandar Lampung

Tiga Orang Haji

Bagikan:

Tiga Orang Haji adalah julukan kepada tiga orang ulama Minangkabau yang dianggap sebagai ulama yang paling awal membawa ajaran atau paham Ibnu Taimiyah yang anti-khurafat, bid'ah, dan anti-kesyirikan ke Minangkabau. Ketiga orang ulama itu adalah Haji Miskin, Haji Piobang, dan Haji Sumanik.

Riwayat

Ketiga orang ulama ini sudah lama berada di Timur Tengah, awalnya mereka menuntut ilmu agama Islam di Universitas Al Azhar, Kairo, Mesir, lalu kemudian ke Mekah, Arab Saudi. Sewaktu berada di tanah Arab, mereka menjalani dan melihat sendiri pergerakan ahlut-tauhid di sana.

Setelah mereka kembali ke Minangkabau pada awal abad ke-19, dan melihat sendiri praktik-praktik maksiat yang ada di Ranah Minang pada masa itu, mereka prihatin dan berniat hendak memperbaikinya dengan cara kaum Wahabi yang ada di tanah Arab. Kepulangan mereka disambut oleh beberapa ulama lainnya yang ada di Minangkabau, seperti Tuanku Nan Renceh dan beberapa ulama lainnya.

Pada usia 20-an tahun (1803), Tuanku Imam Bonjol bersama dengan Tuanku Nan Renceh belajar kepada Tiga Orang Haji tersebut. Ketiga orang haji inilah yang mengajari Tuanku Imam Bonjol selain Tuanku Nan Renceh dan Tuanku Nan Tuo.[1] Oleh Mardjani Martamin, ketiga orang ini disebut sebagai Tiga Orang Haji.[1]

Referensi

  1. 1 2 Martamin, Mardjani (1985). Tuanku Imam Bonjol. hal.22 –25. Jakarta:Depdikbud.

Pranala luar


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

20px-Soekarno.jpg?utm_source=id.wikipedia.org&utm_campaign=parser&utm_content=thumbnail

Artikel bertopik biografi Indonesia ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan