Minggu, 27 September 2026
21:03 WIB
TERKINI
Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda Bola Lampard Gemilang dengan Coventry: Dari Championship ke Liga Primer, Dipuji Rekan Edukasi Moreno Sidharta: Otodidak Raih Medali Emas Olimpiade Matematika Internasional Bola Mantan Bintang Spanyol Dorong Haaland ke Barcelona: Cocok Gaya Main Flick Lampung Maulid Arbain Lampung Sembilan Tahun: Penguatan Akhlak dan SDM Jadi Prioritas Humaniora Ribuan Warga Hadiri Penutupan Maulid Arbain Lampung 2026: Perkuat Akhlak dan Anti Narkoba Cuaca Ratusan Titik Panas Terdeteksi di Lampung: Way Kanan Paling Banyak Disorot Bandar Lampung BMKG Ungkap Penyebab Kemarau Panjang di Lampung: El Nino Kuat dan Hujan Lokal Bandar Lampung Mantan Gubernur Lampung Disidang Korupsi PI 10 Persen, Begini Respons Uniknya Account Satu Akun, Berbagai Akses: Kemudahan Login Terpadu KG Media ID Bandar Lampung Semangat Anak Sawah: Harumkan Nama Lampung di Kancah Nasional Tanpa Dukungan Pemda

The Lottery

"The Lottery"
PengarangShirley Jackson
NegaraAmerika Serikat
BahasaInggris
GenreHoror
TerbitanThe New Yorker
Tanggal terbit16 Juni 1948

The Lottery adalah sebuah cerita pendek yang dikarang oleh Shirley Jackson, diterbitkan pertama kali pada tanggal 16 Juni 1948 di majalah The New Yorker.[1] Cerita pendek ini dianggap sebagai "salah satu cerita pendek yang paling terkenal dalam sejarah sastra Amerika",[2] dan digambarkan sebagai "kisah yang mengerikan dan gila".[3]

Respon untuk cerita ini negatif, yang berdampak pada Jackson dan The New Yorker. Pembaca berhenti berlangganan majalah dan mengirim surat kebencian kepada Jackson di sepanjang musim panas.[4]Cerita ini dilarang terbit di Uni Afrika Selatan.[5] Sejak saat itu, cerita ini mulai diterima sebagai salah satu cerita pendek klasik Amerika Serikat, yang menjadi subjek interpretasi kritis dan adaptasi media. The Lottery juga telah diajarkan di sekolah menengah dan sekolah tinggi selama puluhan tahun sejak penerbitannya.

Sinopsis

Cerita pendek ini mengisahkan suasana suatu desa yang akan mengadakan lotere yang diadakan setiap tanggal 27 Juni. Mulai dari anak-anak hingga orang tua berkumpul di suatu tempat seperti balai desa untuk melakukan rutinitas tradisi desa tersebut dari zaman nenek moyang mereka. Para anak-anak bermain sambil mengumpulkan batu-batu kecil di tangan mereka, beberapa menumpuknya di satu sisi seperti gunung kecil. Para orang tua mengawasi sambil menunggu semua orang berkumpul hingga acara dimulai.

Tradisi untuk selalu mengadakan pengundian memilih seorang nama dari seluruh warga desa ini dipercaya oleh tetua mereka yang dipanggil dengan Old Man Warner harus dilakukan, walaupun beberapa desa tetangga sudah meninggalkan kebiasaan tersebut. Postmaster, atau pelaksana lotere yang bernama Mr. Summer melaksanakan acara mulai dari mempersiapkan kotak kayu tua yang berisi nama-nama warga tersebut dan membuat metode baru untuk mempercepat pemilihan nama warga yang terpilih dengan beberapa carik kertas. Sudah banyak ritual dan metode dalam melakukan lotere tersebut dari waktu ke waktu yang semakin dipersingkat karena makin banyaknya jumlah warga di desa tersebut.

Loterepun dimulai, nama-nama mulai dipanggil. Akhirnya satu nama keluarga, Hutchinson yang harus mengundi siapa di antara mereka yang “beruntung”. Hutchinson terdiri dari ayah yang bernama Bill, istrinya Tessie, dan ketiga anaknya Bill Jr., Nancy dan Dave.

Sang istri, Tessie sempat marah karena merasa saat suaminya mewakili keluarga mereka dalam mengambil kertas lotere tersebut tidak diberi kesempatan waktu yang lebih banyak dibanding yang lain. Tetapi, lotere tetap dilanjutkan. Mrs.Hutchinson tak diduga memenangkan lotere. Tak berapa lama, tempat Tessie berdiri langsung diberi ruang dan dikelilingi warga desa. Beberapa orang mengambil batu yang telah dikumpulkan. Beberapa anak yang sudah memegang batu di tangan mereka memberikan kepada anak-anak Hutchinson sendiri dan mulai melemparnya ke arah Tessie Hutchinson. Old Man Warner berteriak kepada warganya untuk mengikutinya melempar batu lebih banyak karena beberapa warga masih terdiam. Tessie hanya bisa berteriak.

Referensi

  1. ↑ Shirley Jackson (26 Juni 1948). "Fiction: "The Cheating game" (abstract of story)". The New Yorker. Diakses tanggal 2008-05-22.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Harris, Laurie Lantzen (1999). ''Biography Today'' Volume three. Salem Omnigraphics. ISBN 9780780804029. Diakses tanggal 2012-06-26.
  3. ↑ M. Murphy, Bernice (2005). "Introduction: "Do You Know Who I Am?" Reconsidering Shirley Jackson". Shirley Jackson: Essays on the Literary Legacy. McFarland & Company. hlm. 1. ISBN 978-0-7864-2312-5. Diakses tanggal 2009-09-20.
  4. ↑ Jackson, Shirley. Come Along with Me, 1968.
  5. ↑ Hyman, Stanley Edgar. "Introduction", Just an Ordinary Day. Bantam, 1995.

Sumber

Pranala luar

Audio
Video
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan