Minggu, 11 Oktober 2026
07:17 WIB
TERKINI
Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober Lampung Anak Krakatau Naik Status Siaga Level III: Potensi Bahaya, Jauhi Radius 5 KM Lampung Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Status Siaga Ditetapkan, Radius Bahaya 5 Km Teknologi Sega Siapkan DLC Penutup dan Final Kejuaraan Dunia Sonic Racing: CrossWorlds Otomotif Bengkel Mini di Rumah: 6 Alat Penting untuk Perbaikan Ringan Kendaraan Teknologi School Party Craft: Rasakan Sensasi Unik Simulasi Kehidupan di Dunia Terbuka Hukum Polemik Dokumen Pencalonan Gibran: KPU Didesak Transparan Pasca Putusan MK Hiburan Syahrini Kembali Guncang Panggung Musik: Rilis Lagu Baru dan Gebrak Pestapora 2026 Regional LPS Periksa Aset Debitur BPR Tripanca Setiadana di Lampung untuk Pemulihan Regional Bandar Lampung Meriahkan Acara Bersholawat, Eratkan Persaudaraan Umat Lampung Pesisir Lampung Waspada Banjir Rob, BMKG Ingatkan Pasang Maksimum 12-15 Oktober

Teorema Midy

teorema

Bagikan:

Dalam matematika, Teorema Midy, dinamai dari ahli matematika Prancis E. Midy,[1] adalah sebuah pernyataan tentang ekspansi desimal dari pecahan a/p di mana p adalah suatu bilangan prima dan a/p memiliki bilangan desimal berulang dengan periode genap (barisan A028416 pada OEIS). Jika periode dari representasi desimal a/p adalah 2n, sehingga

a p = 0. a 1 a 2 a 3 … a n a n + 1 … a 2 n ¯ {\displaystyle {\frac {a}{p}}=0.{\overline {a_{1}a_{2}a_{3}\dots a_{n}a_{n+1}\dots a_{2n}}}} {\displaystyle {\frac {a}{p}}=0.{\overline {a_{1}a_{2}a_{3}\dots a_{n}a_{n+1}\dots a_{2n}}}}

maka digit pada paruh kedua dari periode desimal berulang merupakan komplemen 9 dari digit yang bersesuaian pada paruh pertamanya. Dengan kata lain,

a i + a i + n = 9 {\displaystyle a_{i}+a_{i+n}=9} {\displaystyle a_{i}+a_{i+n}=9} a 1 … a n + a n + 1 … a 2 n = 10 n − 1. {\displaystyle a_{1}\dots a_{n}+a_{n+1}\dots a_{2n}=10^{n}-1.} {\displaystyle a_{1}\dots a_{n}+a_{n+1}\dots a_{2n}=10^{n}-1.}

Sebagai contoh,

1 13 = 0. 076923 ¯  dan  076 + 923 = 999. {\displaystyle {\frac {1}{13}}=0.{\overline {076923}}{\text{ dan }}076+923=999.} {\displaystyle {\frac {1}{13}}=0.{\overline {076923}}{\text{ dan }}076+923=999.} 1 17 = 0. 0588235294117647 ¯  dan  05882352 + 94117647 = 99999999. {\displaystyle {\frac {1}{17}}=0.{\overline {0588235294117647}}{\text{ dan }}05882352+94117647=99999999.} {\displaystyle {\frac {1}{17}}=0.{\overline {0588235294117647}}{\text{ dan }}05882352+94117647=99999999.}

Teorema Midy yang diperluas

Jika k adalah suatu pembagi dari h (di mana h adalah banyaknya digit periode dari ekspansi desimal a/p (di mana p kembali merupakan bilangan prima)), maka teorema Midy dapat digeneralisasi sebagai berikut. Teorema Midy yang diperluas[2] menyatakan bahwa jika bagian berulang dari ekspansi desimal a/p dibagi menjadi angka-angka yang masing-masing terdiri dari k digit, maka jumlahnya merupakan kelipatan dari 10k – 1.

Sebagai contoh, 1 19 = 0. 052631578947368421 ¯ {\displaystyle {\frac {1}{19}}=0.{\overline {052631578947368421}}} {\displaystyle {\frac {1}{19}}=0.{\overline {052631578947368421}}} memiliki periode 18. Membagi bagian berulang menjadi angka-angka 6 digit dan menjumlahkannya menghasilkan 052631 + 578947 + 368421 = 999999. {\displaystyle 052631+578947+368421=999999.} {\displaystyle 052631+578947+368421=999999.} Demikian pula, membaginya menjadi angka-angka 3 digit dan menjumlahkannya menghasilkan 052 + 631 + 578 + 947 + 368 + 421 = 2997 = 3 × 999. {\displaystyle 052+631+578+947+368+421=2997=3\times 999.} {\displaystyle 052+631+578+947+368+421=2997=3\times 999.}

Teorema Midy pada basis lain

Teorema Midy dan perluasannya tidak bergantung pada sifat khusus ekspansi desimal, melainkan bekerja sama baiknya pada basis b apa pun, asalkan kita mengganti 10k – 1 dengan bk – 1 dan melakukan penjumlahan dalam basis b.

Sebagai contoh, dalam oktal

1 19 = 0. 032745 ¯ 8 032 8 + 745 8 = 777 8 03 8 + 27 8 + 45 8 = 77 8 . {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {1}{19}}=0.{\overline {032745}}_{8}\\[8pt]&032_{8}+745_{8}=777_{8}\\[8pt]&03_{8}+27_{8}+45_{8}=77_{8}.\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {1}{19}}=0.{\overline {032745}}_{8}\\[8pt]&032_{8}+745_{8}=777_{8}\\[8pt]&03_{8}+27_{8}+45_{8}=77_{8}.\end{aligned}}}

Dalam dozenal (menggunakan dua dan tiga terbalik untuk sepuluh dan sebelas)

1 19 = 0. 076 E 45 ¯ ∗ 12 [ 8 p t ] 076 ∗ 12 + E 45 12 = E E E ∗ 12 [ 8 p t ] 07 ∗ 12 + 6 E ∗ 12 + 45 ∗ 12 = E E 12 {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {1}{19}}=0.{\overline {076{\mathcal {E}}45}}*{12}[8pt]&076*{12}+{\mathcal {E}}45_{12}={\mathcal {EEE}}*{12}[8pt]&07*{12}+6{\mathcal {E}}*{12}+45*{12}={\mathcal {EE}}_{12}\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {1}{19}}=0.{\overline {076{\mathcal {E}}45}}*{12}[8pt]&076*{12}+{\mathcal {E}}45_{12}={\mathcal {EEE}}*{12}[8pt]&07*{12}+6{\mathcal {E}}*{12}+45*{12}={\mathcal {EE}}_{12}\end{aligned}}}

Pembuktian Teorema Midy

Pembuktian singkat dari teorema Midy dapat diberikan menggunakan hasil dari teori grup. Namun, teorema Midy juga dapat dibuktikan menggunakan aljabar elementer dan aritmetika modular:

Misalkan p bilangan prima dan a/p pecahan antara 0 dan 1. Misalkan ekspansi a/p pada basis b memiliki periode ℓ, sehingga

a p = [ 0. a 1 a 2 … a ℓ ¯ ] b ⇒ a p b ℓ = [ a 1 a 2 … a ℓ . a 1 a 2 … a ℓ ¯ ] b ⇒ a p b ℓ = N + [ 0. a 1 a 2 … a ℓ ¯ ] b = N + a p ⇒ a p = N b ℓ − 1 {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {a}{p}}=[0.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}b^{\ell }=[a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}b^{\ell }=N+[0.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}=N+{\frac {a}{p}}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}={\frac {N}{b^{\ell }-1}}\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}&{\frac {a}{p}}=[0.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}b^{\ell }=[a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}b^{\ell }=N+[0.{\overline {a_{1}a_{2}\dots a_{\ell }}}]_{b}=N+{\frac {a}{p}}\\[6pt]&\Rightarrow {\frac {a}{p}}={\frac {N}{b^{\ell }-1}}\end{aligned}}}

di mana N adalah bilangan bulat yang ekspansinya dalam basis b adalah string a1a2...aℓ.

Perhatikan bahwa bℓ – 1 merupakan kelipatan p karena (bℓ – 1)a/p adalah bilangan bulat. Juga bn – 1 bukan kelipatan p untuk nilai n yang lebih kecil dari ℓ, karena jika tidak periode berulang dari a/p akan kurang dari ℓ.

Sekarang misalkan ℓ = hk. Maka bℓ – 1 merupakan kelipatan dari bk – 1. (Untuk melihat ini, gantikan x untuk bk; maka bℓ = xh dan x – 1 adalah faktor dari xh – 1.) Misalkan bℓ – 1 = m(bk – 1), sehingga

a p = N m ( b k − 1 ) . {\displaystyle {\frac {a}{p}}={\frac {N}{m(b^{k}-1)}}.} {\displaystyle {\frac {a}{p}}={\frac {N}{m(b^{k}-1)}}.}

Tetapi bℓ – 1 merupakan kelipatan p; bk – 1 **bukan** kelipatan p (karena k kurang dari ℓ ); dan p prima; sehingga m harus merupakan kelipatan p dan

a m p = N b k − 1 {\displaystyle {\frac {am}{p}}={\frac {N}{b^{k}-1}}} {\displaystyle {\frac {am}{p}}={\frac {N}{b^{k}-1}}}

adalah bilangan bulat. Dengan kata lain,

N ≡ 0 ( mod b k − 1 ) . {\displaystyle N\equiv 0{\pmod {b^{k}-1}}.} {\displaystyle N\equiv 0{\pmod {b^{k}-1}}.}

Sekarang bagi string a1a2...aℓ menjadi h bagian sama panjang k, dan biarkan ini merepresentasikan bilangan bulat N0...Nh–1 dalam basis b, sehingga

N h − 1 = [ a 1 … a k ] b N h − 2 = [ a k + 1 … a 2 k ] b     ⋮ N 0 = [ a l − k + 1 … a l ] b {\displaystyle {\begin{aligned}N_{h-1}&=[a_{1}\dots a_{k}]_{b}\\N_{h-2}&=[a_{k+1}\dots a_{2k}]_{b}\\&{}\ \ \vdots \\N_{0}&=[a_{l-k+1}\dots a_{l}]_{b}\end{aligned}}} {\displaystyle {\begin{aligned}N_{h-1}&=[a_{1}\dots a_{k}]_{b}\\N_{h-2}&=[a_{k+1}\dots a_{2k}]_{b}\\&{}\ \ \vdots \\N_{0}&=[a_{l-k+1}\dots a_{l}]_{b}\end{aligned}}}

Untuk membuktikan teorema Midy yang diperluas pada basis b, kita harus menunjukkan bahwa jumlah dari h bilangan Ni merupakan kelipatan dari bk – 1.

Karena bk kongruen dengan 1 modulo bk – 1, maka setiap pangkat bk juga kongruen dengan 1 modulo bk – 1. Maka

N = ∑ i = 0 h − 1 N i b i k = ∑ i = 0 h − 1 N i ( b k ) i {\displaystyle N=\sum _{i=0}^{h-1}N_{i}b^{ik}=\sum _{i=0}^{h-1}N_{i}(b^{k})^{i}} {\displaystyle N=\sum _{i=0}^{h-1}N_{i}b^{ik}=\sum _{i=0}^{h-1}N_{i}(b^{k})^{i}} ⇒ N ≡ ∑ i = 0 h − 1 N i ( mod b k − 1 ) {\displaystyle \Rightarrow N\equiv \sum _{i=0}^{h-1}N_{i}{\pmod {b^{k}-1}}} {\displaystyle \Rightarrow N\equiv \sum _{i=0}^{h-1}N_{i}{\pmod {b^{k}-1}}} ⇒ ∑ i = 0 h − 1 N i ≡ 0 ( mod b k − 1 ) {\displaystyle \Rightarrow \sum _{i=0}^{h-1}N_{i}\equiv 0{\pmod {b^{k}-1}}} {\displaystyle \Rightarrow \sum _{i=0}^{h-1}N_{i}\equiv 0{\pmod {b^{k}-1}}}

yang membuktikan teorema Midy yang diperluas di basis b.

Untuk membuktikan teorema Midy yang asli, ambil kasus khusus di mana h = 2. Perhatikan bahwa N0 dan N1 keduanya direpresentasikan oleh string k digit pada basis b, sehingga keduanya memenuhi

0 ≤ N i ≤ b k − 1. {\displaystyle 0\leq N_{i}\leq b^{k}-1.} {\displaystyle 0\leq N_{i}\leq b^{k}-1.}

N0 dan N1 tidak mungkin keduanya sama dengan 0 (jika tidak a/p = 0) dan tidak mungkin keduanya sama dengan bk – 1 (jika tidak a/p = 1), sehingga

0 < N 0 + N 1 < 2 ( b k − 1 ) {\displaystyle 0<N_{0}+N_{1}<2(b^{k}-1)} {\displaystyle 0<N_{0}+N_{1}<2(b^{k}-1)}

dan karena N0 + N1 adalah kelipatan dari bk – 1, maka dapat disimpulkan bahwa

N 0 + N 1 = b k − 1. {\displaystyle N_{0}+N_{1}=b^{k}-1.} {\displaystyle N_{0}+N_{1}=b^{k}-1.}

Korolari

Dari hal di atas, a m p {\displaystyle {\frac {am}{p}}} {\displaystyle {\frac {am}{p}}} adalah bilangan bulat

Maka m ≡ 0 ( mod p ) {\displaystyle m\equiv 0{\pmod {p}}} {\displaystyle m\equiv 0{\pmod {p}}}

Dan untuk k = ℓ 2 {\displaystyle k={\frac {\ell }{2}}} {\displaystyle k={\frac {\ell }{2}}}

b ℓ / 2 + 1 ≡ 0 ( mod p ) {\displaystyle b^{\ell /2}+1\equiv 0{\pmod {p}}} {\displaystyle b^{\ell /2}+1\equiv 0{\pmod {p}}}

Untuk k = ℓ 3 {\displaystyle k={\frac {\ell }{3}}} {\displaystyle k={\frac {\ell }{3}}} dan merupakan bilangan bulat

b 2 ℓ / 3 + b ℓ / 3 + 1 ≡ 0 ( mod p ) {\displaystyle b^{2\ell /3}+b^{\ell /3}+1\equiv 0{\pmod {p}}} {\displaystyle b^{2\ell /3}+b^{\ell /3}+1\equiv 0{\pmod {p}}}

dan seterusnya.

Referensi

  1. ↑ Leavitt, William G. (Juni 1967). "A Theorem on Repeating Decimals". The American Mathematical Monthly. 74 (6). Mathematical Association of America: 669–673. doi:10.2307/2314251. JSTOR 2314251. MR 0211949.{{cite journal}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  2. ↑ Bassam Abdul-Baki, Extended Midy's Theorem, 2005.

Sumber

  • Rademacher, H. dan Toeplitz, O. The Enjoyment of Mathematics: Selections from Mathematics for the Amateur. Princeton, NJ: Princeton University Press, hlm. 158–160, 1957. MR0081844
  • E. Midy, "De Quelques Propriétés des Nombres et des Fractions Décimales Périodiques". College of Nantes, France: 1836.
  • Ross, Kenneth A. "Repeating decimals: a period piece". Math. Mag. 83 (2010), no. 1, 33–45. MR2598778

Pranala luar

Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan