Sabtu, 03 Oktober 2026
23:07 WIB
TERKINI
Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan Lampung Waspada! 406 Titik Panas Terdeteksi di Lampung, Dua Kabupaten Paling Rawan Ekonomi Dan Bisnis Harga Emas Antam 2 Oktober 2026 Melemah, Buyback Ikut Turun Rp5.000 Hukum Ratusan Keluarga di Lampung Timur Bersatu Lawan Dugaan Mafia Tanah ke Polda Regional Laskar Antasari Tundukkan Mahesa Jenar dalam Laga Sengit Liga 1 Regional Barito Putera Raih Kemenangan Krusial atas PSS Sleman Berita Siswa SMA IT Al Firdaus Juara Lomba Gamolan Pekhing se-Lampung, Lestarikan Budaya Berita Barang Tertinggal di Kereta atau Stasiun? Ini Cara KAI Bantu Mengembalikannya Berita Siswa SMK Amal Bakti Lampung Selatan Berjaya di Lomba Film Pendek Nasional Advertorial Keselamatan Pengguna Tol Bakter Prioritas Utama: PT BTB Rutin Inspeksi Rambu dan Marka Regional Informasi Berita Tidak Lengkap: Evakuasi Banjir Sungai Tuan
Tenggarong, Kutai Kartanegara

Tenggarong, Kutai Kartanegara

kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur

Bagikan:
"Tenggarong" beralih ke halaman ini. Untuk kegunaan lain, lihat Tenggarong (disambiguasi).
Tenggarong
Kantor kecamatan Tenggarong
Kantor kecamatan Tenggarong
Peta lokasi Kecamatan Tenggarong
Peta lokasi Kecamatan Tenggarong
Tenggarong di Kaltim
Tenggarong
Tenggarong
Peta lokasi Kecamatan Tenggarong
Tampilkan peta Kaltim
Tenggarong di Indonesia
Tenggarong
Tenggarong
Tenggarong (Indonesia)
Tampilkan peta Indonesia
Koordinat: 0°26′01″S 116°59′19″E / 0.433689°S 116.988739°E / -0.433689; 116.988739
Negara Indonesia
ProvinsiKalimantan Timur
KabupatenKutai Kartanegara
Pemerintahan
 • CamatSyukur Eko Budi Santoso[1]
Populasi
 • Total117.308 jiwa
 • Kepadatan434/km2 (1,120/sq mi)
Kode pos
75511 - 7515
Kode Kemendagri64.02.06 Suntingan nilai di Wikidata
Kode BPS6403090 Suntingan nilai di Wikidata
Luas270,00 km²
Kepadatan434
Desa/kelurahan2 desa
12 kelurahan
Peta interaktif
osm-intl,10,a,a,270x200.png?lang=id&domain=id.wikipedia.org&title=Tenggarong%2C_Kutai_Kartanegara&revid=29757328&groups=_7dff7c06d99c3414e2c1aa34056caf1ef19e1b5e&parser=parsoid

Tenggarong (disingkat: TRG[3]) merupakan salah satu kecamatan sekaligus ibu kota dari Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, Indonesia.

Wilayah Tenggarong yang terbagi dalam 12 kelurahan dan 2 desa yang memiliki luas wilayah mencapai 270,00 km2 dengan jumlah penduduk sebanyak 117.308 jiwa (2025).[2][4]

Sejarah

Tenggarong adalah ibu kota Kesultanan Kutai Kertanegara ing Martapura. Kota ini didirikan pada tanggal 28 September 1782 oleh Raja Kutai Kartanegara ke-15, Aji Muhammad Muslihuddin, yang dikenal pula dengan nama Aji Imbut.

Semula kota ini bernama Tepian Pandan ketika Aji Imbut memindahkan ibu kota kerajaan dari Pemarangan. Oleh Sultan Kutai, nama Tepian Pandan kemudian diubah menjadi Tangga Arung yang berarti rumah raja. Namun pada perkembangannya, Tangga Arung lebih populer dengan sebutan "Tenggarong" hingga saat ini.

Menurut legenda Orang Dayak Benuaq dari kelompok Ningkah Olo, nama/kata Tenggarong menurut bahasa Dayak Benuaq adalah "Tengkarukng" berasal dari kata tengkaq dan bengkarukng, tengkaq berarti naik atau menjejakkan kaki ke tempat yang lebih tinggi (seperti meniti anak tangga), bengkarukng adalah sejenis tanaman akar-akaran.

Menurut suku Benuaq, ketika sekelompok orang Benuaq (mungkin keturunan Ningkah Olo) menyusuri Sungai Mahakam menuju pedalaman mereka singgah di suatu tempat di pinggir tepian sungai Mahakam, dengan menaiki tebing sungai Mahakam melalui akar bengkarukng, itulah sebabnya disebut Tengkarukng oleh aksen Melayu kadang "keseleo" disebut Tengkarong, lama-kelamaan penyebutan tersebut berubah menjadi Tenggarong. Perubahan tersebut disebabkan Bahasa Benuaq banyak memiliki konsonan yang sulit diucapkan oleh penutur yang biasa berbahasa Melayu/Indonesia.

Geografi

Kota Tenggarong terletak pada 116°47' - 117°04' Bujur Timur dan 0°21' - 0°34' Lintang Selatan. Titik pusat tertinggi kota Tenggarong dari permukaan laut ± 500 m. Tenggarong dilewati oleh aliran sungai Mahakam yang merupakan salah satu sungai terbesar di Kalimantan Timur. Kondisi lahan di Tenggarong cenderung lahan rawa di daerah dataran dekat tepian sungai dan berbukit. Suhu udara rata-rata di kota Tenggarong adalah 30 °C, dengan curah hujan tahunan rata-rata 1500–2000 mm per-tahun

Demografi

Etnis

Penduduk asli yang mendiami wilayah Kutai Kartanegara adalah suku Kutai, atau disebut juga dengan Dayak Kutai, atau Urang Kutai yang juga merupakan suku asli yang mendiami wilayah provinsi Kalimantan Timur, dan banyak yang hidup di tepi sungai.[5] Suku lain yang ada di Tenggarong ialah suku Bugis, Banjar, Jawa, Benuaq, Bahau, Long Dusun, Kenyah, Tunjung, Punan, Bentian, Penihing, Ohong, Bukat, Basap dan suku lainnya.[5]

Bahasa

Orang Kutai menggunakan bahasa Melayu yang terbagi atas beberapa dialek. Di antaranya, bahasa Kutai Tenggarong yang mendiami wilayah Tenggarong. Selain itu, ada dialek Kutai Muara Ancalong yang berdiam di daerah-daerah Muara Ancalong, Kelinjau, Sebintulung, Kutai yang berdiam di daerah Muara Pahu bagian hulu sungai.[5]

Agama

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2025, jumlah penduduk kecamatan Tenggarong sebanyak 117.308 jiwa, dengan kepadatan 434 jiwa/km².[2] Mayoritas orang Kutai memeluk agama Islam. Jumlah penduduk kecamatan Tenggarong menurut agama yang dianut yakni Islam 92,42%, kemudian Kristen 7,30% dengan rincian Protestan 5,91% dan Katolik 1,39%. Selebihnya beragama Hindu 0,14%, Buddha 0,10%, kepercayaan 0,03% dan Konghucu 0,01%.[2]

Objek wisata

Museum

Di Kecamatan Tenggarong terdapat Museum Kayu Tuah Himba.[6] Museum ini mengoleksi fosil dari alam serta mengoleksi kayu.[7] Selain itu, di kecamatan ini terdapat Museum Mulawarman.[8] Museum Mulawarman adalah museum yang berisi koleksi barang peninggalan Kesultanan Kutai Kertanegara.[9] Kegiatan yang juga diadakan oleh Museum Mulawarman ialah pameran karya seni dan peninggala budaya tradisional dan kontemporer.[10]

Pemandangan alam

Wisata sejarah

  • Makam Raja-Raja Kutai
  • Taman Kota Raja Tenggarong
  • Kedaton Kutai Kartanegara
  • Taman Miana Panji

Pusat kegiatan olahraga

Terdapat dua gelanggang olahraga di Tenggarong, yang pertama di kecamatan Tenggarong sendiri, kemudian dibangun komplek yang baru di kecamatan Tenggarong Seberang yang dinamakan GOR Aji Imbut.

Galeri

  • Jalanan kota Tenggarong pada malam hari.
    Jalanan kota Tenggarong pada malam hari.
  • Museum Mulawarman
    Museum Mulawarman
  • Masjid Jami Sultan Sulaiman.
    Masjid Jami Sultan Sulaiman.
  • Kedaton Koetai Kartanegara.
    Kedaton Koetai Kartanegara.
  • Jam Bentong
    Jam Bentong
  • Tugu Adipura
    Tugu Adipura
  • Litografi pemandangan di Tenggarong (1887).
    Litografi pemandangan di Tenggarong (1887).

Referensi

  1. ↑ "Langkah Baru Kukar, Pejabat Strategis Resmi Dilantik". beritaborneo.com. 6 Februari 2026. Diakses tanggal 8 Februari 2026.
  2. 1 2 3 4 "Data Jumlah Kependudukan Berdasarkan Pemeluk Agama Kabupaten Kutai Kartanegara Semester 1 Tahun 2025". www.siruka.kukarkab.go.id. Diakses tanggal 8 Februari 2026.
  3. ↑ "Singkatan Nama Kota Indonesia" (PDF). Diakses tanggal ‘2023-08-31’ 31 Agustus 2023.{{cite web}}: Periksa nilai tanggal dalam: |access-date=
  4. ↑ "Kutai Kartanegara - www.kukarkab.go.id". kukarkab.go.id. Diakses tanggal 2023-12-19.
  5. 1 2 3 "Mengenal Suku Kutai, Penduduk Asli di Kalimantan Timur". www.indozone.id. 27 Agustus 2019. Diakses tanggal 22 Juli 2021.
  6. ↑ Arifa, Siti Nur (8 November 2023). Widodo, Rendi (ed.). "Jejak Kualitas Kayu Terbaik Di Museum Kayu Tuah Himba Tenggarong". Valid News. Diakses tanggal 5 Juni 2025.{{cite news}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  7. ↑ Attara, Sephia Caesaria (13 Februari 2025). Joesoef, Zainul Effendi (ed.). "Museum Kayu Tuah Himba, Wisata Edukasi Kehutanan di Kutai Kartanegara". Kabupaten Kutai Kartanegara. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  8. ↑ Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur (9 September 2019). "Mangkuk 8 Dinasti Ching Koleksi Museum Mulawarman". Direktorat Jenderal Kebudayaan Republik Indonesia. Diakses tanggal 5 Juni 2025.{{cite web}}: Pemeliharaan CS1: Tanggal diterjemahkan otomatis (link)
  9. ↑ Wahyuono, V. N., dkk. (2019). Laporan Kegiatan Pendataan Koleksi Cagar Budaya Museum Mulawarman Tenggarong Tahun 2019 (PDF). Balai Pelestarian Cagar Budaya Kalimantan Timur. hlm. 3–4.{{cite book}}: Pemeliharaan CS1: Banyak nama: daftar penulis (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  10. ↑ Khotimah, Evie (27 Mei 2025). "Museum Mulawarman Berpartisipasi Dalam Pameran Museum Keliling Se-Indonesia". Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
Wikimedia Commons logo
Wikimedia Commons memiliki media mengenai Tenggarong.
Konten disalin dari Wikipedia Bahasa Indonesia (lisensi CC BY-SA) Lihat versi asli di Wikipedia

Rekomendasi Pilihan